Tangerang Alami Krisis Identitas Ikon Seni dan Budaya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 09 November 2016
Tangerang Alami Krisis Identitas Ikon Seni dan Budaya

Logo Kab. Tangerang (Foto: Kab. Tangerang.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya—Lepasnya Kabupaten Tangerang dari Jawa Barat dan menjadi bagian dari Provinsi Banten, serta terjadinya pemekaran wilayah menjadi tiga daerah tingkat II, secara adminisratif Tangerang mengalami krisis identitas ikon seni dan budaya.

Sejauh ini, seni budaya yang berkembang di wilayah Tangerang berasal dari beberapa kultur masyarakat yang berbeda, Tionghoa, Sunda, Jawa, Melayu, serta Betawi, dan sudah berkembang mapan sejak masih bergabung di provinsi Jawa Barat. Bahkan sejak sebelum kemerdekaan.

“Kalau kita bicara budaya Tangerang, ini memang ada pengaruh dari beberapa kultur, seperti Sunda, Tionghoa, Jawa, Melayu, dan Betawi. Untuk itu, saat ini kita sedang menata dan menginventarisir seni dan budaya apa saja yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang,” ujar Kabid Kebudayaan pada Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Priwisata (Disporbudpar) kabupaten Tangerang Muhamad Syafei kepada merahputih.com.

Pria yang akrab dipanggil Uuk ini juga mengaku, untuk mencari identitas yang bisa dijadikan sebagai ikon khas kabupaten Tangerang, pihaknya menggali potensi yang ada memalui ajang lomba atau kompetisi. “Karena secara administratif, seni dan budaya yang ada di kabupaten Tangerang ini tidak bisa diklaim sebagai milik kabupaten Tangerang. Seperti cokek, kita tidak bisa mengklaim itu punya kita, atau wayang golek. Kita hanya mempunyai kewajiban untuk tetap melestarikan saja,” paparnya.

Salah satu ikon kabupaten Tangerang yang sudah mulai terbangun adalah seni tari kreasi cukin. Tari cukin adalah tari kreasi modern yang berakar dari seni tari tradisonal cokek. “Meskipun ini tari kreasi modern, tapi nuansa yang ditampilkan tetap tradisional termasuk musik pengiringnya,” katanya.

Selain tari cukin, ikon kabupaten Tangerang yang saat ini sedang diajukan ke lembaga hak dan kekayaan intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah batik khas kabupaten Tangerang. (Wid)

BACA JUGA:

  1. Klenteng Boen Tek Bio dan Masjid Jami Kali Pasir Simbol Rukun Kota Tangerang
  2. Menengok Sejarah Cina Benteng di Tangerang
  3. Pintu Air Sepuluh “Sangego” Sumber Kehidupan Masyarakat Tangerang
  4. Tari Cukin Kreasi Empat Budaya di Tangerang
  5. Pemkab Tangerang Usulkan Raperda Pengelolaan Cagar Budaya
# Kabupaten Tangerang #Budaya Nusantara #Budaya Tangerang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Konsentrasi PM2.5 akibat kebakaran TPA Jatiwaringin mencapai 1.000 µg/m³, 18 kali lipat di atas ambang batas. KLH peringatkan risiko ISPA dan dampak kesehatan warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Indonesia
Status Kebakaran TPA Jatiwaringin Naik dari Siaga Merah Jadi Tanggap Darurat
Pemkab Tangerang meningkatkan status kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi tanggap darurat. BNPB kerahkan helikopter water bombing dan 10 mobil damkar untuk pemadaman.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Status Kebakaran TPA Jatiwaringin Naik dari Siaga Merah Jadi Tanggap Darurat
Indonesia
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Makin Meluas, Sudah 2 Hektar Lahan Habis Dilalap Api
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang meluas hingga 2 hektar. Cuaca panas dan angin kencang perparah api.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Makin Meluas, Sudah 2 Hektar Lahan Habis Dilalap Api
Indonesia
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang berstatus merah. BPBD sebut api diduga dipicu gas metana dan cuaca panas ekstrem. BNPB diminta turunkan helikopter water bombing.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
Indonesia
Status Merah Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan Helikopter BNPB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang berstatus merah. Pemkab imbau warga waspada asap, BPBD minta bantuan helikopter BNPB untuk pemadaman.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Status Merah Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan Helikopter BNPB
Indonesia
13 Ribu Kepala Keluarga Korban Banjir Dapat Bantuan Pangan Dinsos Kabupaten Tangerang
Saat ini Pemda masih menunggu hasil asesmen lanjutan untuk menambah serta menentukan bentuk dan jumlah bantuan berikutnya yang disalurkan kepada para korban.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
13 Ribu Kepala Keluarga Korban Banjir Dapat Bantuan Pangan Dinsos Kabupaten Tangerang
Indonesia
Banjir Kabupaten Tangerang Kian Parah, 24 dari 29 Kecamatan Terendam
BPBD Kabupaten Tangerang melaporkan bencana banjir yang melanda kini meluas hingga 24 kecamatan dari total 29 kecamatan.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Banjir Kabupaten Tangerang Kian Parah, 24 dari 29 Kecamatan Terendam
Indonesia
Warga Taman Cikande Tangerang Dikepung Banjir 2 Meter, Butuh Logistik & Obat-obatan
Warga Perumahan Taman Cikande harus menggunakan perahu rakit sederhana dari susunan galon air dan tong plastik.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Warga Taman Cikande Tangerang Dikepung Banjir 2 Meter, Butuh Logistik & Obat-obatan
Indonesia
50 Ribu Jiwa Terdampak, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Penetapan status tanggap darurat iambil untuk mempercepat penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar warga korban banjir di Kabupaten Tangerang.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
50 Ribu Jiwa Terdampak, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Indonesia
Cuaca Ekstrem seperti Fenomena Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Tangerang Raya Tiga Hari Ke Depan
Hal ini seperti disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto.
Frengky Aruan - Sabtu, 01 November 2025
Cuaca Ekstrem seperti Fenomena Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Tangerang Raya Tiga Hari Ke Depan
Bagikan