Rini Soemarno: BUMN Didorong untuk Pembangunan Daerah
Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Antara/Widodo S Jusuf)
MerahPutih Bisnis - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 20 Oktober 2014, perusahaan BUMN sangat berperan penting dalam pembangunan daerah dan mempunyai potensi besar bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.
"Kalau dilihat pemerintahan dulu, BUMN selalu didorong untuk pembangunan di Pulau Jawa. Namun, kita (saat ini) dituntut untuk mendorong melakukan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia, karena berbasis kemaritiman," ujar Rini Soemarno saat sambutan acara diskusi "Sinergi BUMN untuk Transformasi Indonesia" di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).
Rini menambahkan, dirinya yakin pembangunan tol laut bisa direalisasikan dan terlaksana sesuai dengan rencana. Pemerintah yakin bisa membangun usaha logistik lebih efektif.
"Kami yakin semua rencana program Jokowi dapat berjalan dengan baik. Kita bisa melihat saat ini perusahaan BUMN sudah memiliki Bank BRI dengan 108 anak perusahaan, dan Pertamina memiliki anak perusahaan sekitar 128 turunannya. Inilah yang akan terus menjadi pilar untuk memperkuat BUMN melalui sinergi," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pemerintah bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang bakal ekspansi ke Indonesia.
"Kami yakin perusahaan-perusahaan perbankan bisa saling bersinergi dan mampu kuat di dalam negeri, maka insyallah perusahaan perbankan kita akan bisa merambah dan mampu bersaing di ASEAN," tuturnya. (abi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Mobil Mewah dan Kebun Sawit Disita Kejati DKI di Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI
Pemerintah Bakal Bangun BUMN Tekstil Baru, Yang Lama Tidak Bakal Dihidupkan
Danantara Mulai Lakukan Reformasi BUMN di Tahun Ini
BUMN Rugi tapi Elit Minta Bonus, DPR: Ini Masalah Etika Kepemimpinan
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
Prabowo Sentil Praktik Mark Up Proyek, Pencurian di Siang Bolong
ID Food Berencana Gadaikan Aset, DPR: Jaminan Pinjaman harus Opsi Terakhir, bukan Pilihan Utama
Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.127 Triliun, Laba Bersih Rp 54 Triliun
Garuda Tunda Pengadaan Pesawat Baru, Prioritasnya Perbaikan Armada
BUMN Banyak Masalah, Danantara Siapkan Solusi Ini