PHK Massal Marak, Pengamat: Nawacita Jadi Nawasiksa
Para Buruh paling rentan terkena krisis nilai tukar rupiah karena berdampak pada PHK massal (Foto: Antara Foto/Wahyu Putro)
MerahPutih Nasional - Melemahnya nilai tukar rupiah, berdampak kepada PHK besar di sejumlah pabrik. Belum lagi buruh-buruh di kawasan industri yang terancam di PHK.
Sesuai dengan janji Jokowi-JK saat kampanye Pilpres 2014 silam, mewujudkan 10 juta lapangan pekerjaan baru, ternyata hanya isapan jempol belaka, malah yang terjadi adalah PHK dimana-mana.
Menanggapi hal itu Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Faisal Mahrawa mengatakan setahun pemerintahan Jokowi Nawa Cita berubah menjadi Nawa siksa.
"PHK dimana-mana, penggusuran, daya beli masyrakat berkurang, artinya cita-cita Nawa cita tidak terlaksana, malah jadi nawa siksa," katanya, saat diskusi 'Ekonomi PHP (Pemberi Harapan Palsu), Nyatanya PHK', di Cikini Jakarta Pusat, Minggu, (6/9).
Padahal tugas utama pemerintah adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya, sebagaimana yang diatur dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2.
Namun yang terjad justru sebaliknya, pemerintah tidak bisa memberikan perlindungan terhadap buruh yang terancam dipecat.
"Ingat pasal 27 ayat 2, setiap warga negara berhak atas pekerjaan yang layak, kalau pemerintah sudah tidak mampu memberikan perlindungan itu artinya PHK akan terjadi setiap saat," ujarnya.
Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan hadir dalam kondisi ekonomi yang memburuk seperti saat ini, agar pekerja tidak semena- mena dikeluarkan.
Sebab, katanya persoalan ini jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi pemerintahan Jokowi-JK.
"Dari persoalan ekonomi bisa beralih kepada persoalan sosial berupa konflik," tukasnya.(fdi)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
Kawasan Monas Macet Total, Buruh Tuntut UMP Naik Jadi Rp 6 Juta di Balai Kota
Hampir 2.000 Porsonel Kawal Demo di Monas, Orator Buruh Ingat-Ingat Pesan Kapolres!