Pemerintahan Jokowi - JK Mengalami Fluktuatif Produksi Pangan

Fadhli Fadhli - Jumat, 16 Oktober 2015
Pemerintahan Jokowi - JK Mengalami Fluktuatif Produksi Pangan

Sejumlah pekerja mengangkut beras yang baru masuk dari petani di gudang bulog Subdrive Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/6). (Foto Antara/Dedhez Anggara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Peristiwa - Menginjak satu tahun masa pemerintahan Jokowi-JK sejauh ini produksi padi pada tahun lalu masih cukup tinggi, namun belakangan Indonesia mengalami fluktuatif produksi pangan.

Peningkatan produksi pada pada tahun lalu terlihat pada data dari data Badan Pusat Statistik yang diterima oleh Koordinator Pokja Beras, Said Abdullah.

Said mengatakan, untuk tahun ini produksi beras turun mulai dari 10%-15%, dilihat dari tingkat kekeringan yang terjadi di beberapa dearah yang cukup tinggi. Ia menilai swamsebada pangan saat ini bisa terpacapai apabila bertolak pada produksi padi  tahun lalu.

"Tapi kalau di agregasi di musim sekarang swasembada pangan tercapai tetapi stok cadangan pangan yang berada di bulog sangat tipis. Normalnya, cadangan stok beras yang berada di bulog sekitar 3-4 juta ton," ujar Said, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).

Said menambahkan saat ini stok beras yang berada di Bulog sendiri sekitar 1,5-2 juta ton beras saja. Kondisi seperti ini sangat riskan untuk cadangan stok pangan hanya mampu bertahan sampai dengan akhir tahun. Dia menduga bahwa daya produksi pangan sangat ini mengalami penurunan.

"Artinya itu pemerintah akan mengambil tindakan dengan mengimpor cadangan beras dari luar negeri. Kalau kita mau komprehensi dengan hasil produk lain belum nampak, seperti kedelai tidak mengalami perubahan karena tahun ini masih belum ada signifikan yang ditemukan di berbagai daerah yang diduga sedikit sekali yang berhasil untuk menanam," tuturnya.

Tahun ini, lanjutnya, pemerintah Jokowi-JK sudah mengeluarkan tiga paket program yakni paket peningkatan produksi Padi, peningkatan produksi Jagung, dan peningkatan produksi kedelai. 

"Kalau saya lihat yang ada peningkatan di sektor padi, kalau dari sektor jagung dan kedelai sudah dipastikan pada tahun tingkat produksi tidak ada peningkatan," tuturnya. (Abi)

 

BACA JUGA:

  1. Nasaruddin Umar Tak Menyangka Ada Bentrok Massa di Aceh Singkil
  2. Din Syamsuddin: Setiap Warga Negara Wajib Bela Negara
  3. Syarwan Hamid: Kembali ke UUD 1945 atau Jokowi-JK Lengser
  4. Kasus Patrice Rio Capella Bakal Seret Surya Paloh?
  5. Harga Pertamax Turun, Pengguna Premium Sinis
#Stok Beras #Kabinet Jokowi-JK #Satu Tahun Jokowi-JK #Ketahanan Pangan #Padi #Produksi Padi
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Bulog memastikan, stok beras dan minyak goreng di Aceh aman menjelang Ramadan 2026. Hal itu dikatakan Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Indonesia
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indikator sukses yang paling hakiki adalah kesejahteraan petani
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indonesia
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo resmi mengumumkan Indonesia swasembada beras per 31 Desember 2025. Cadangan Beras Pemerintah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Saat ini, total stok beras di Aceh mencapai 75.000 ton
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Indonesia
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Guna meredam gejolak harga tersebut, pemerintah akan segera mengambil langkah taktis
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Desember 2025
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Indonesia
Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis
Penurunan harga juga terjadi pada kelompok daging dan telur
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis
Indonesia
Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025/2026, Mendag Waspadai Faktor Cuaca
Biasanya kan Nataru yang perlu diantisipasi adalah cabai
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025/2026, Mendag Waspadai Faktor Cuaca
Indonesia
PT KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk Selama 2025, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Distribusi yang lancar memberikan efisiensi biaya bagi produsen dan distributor.
Dwi Astarini - Selasa, 18 November 2025
PT KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk Selama 2025, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Indonesia
Ombudsman Ungkap Kerugian Tata Kelola Beras Rp 3 T, DPR Tuntut Reformasi Sistem Nasional
Temuan Ombudsman memunculkan sorotan tajam dari DPR RI yang meminta pemerintah segera melakukan pembenahan reformasi sistem tata kelola beras nasional.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Ombudsman Ungkap Kerugian Tata Kelola Beras Rp 3 T, DPR Tuntut Reformasi Sistem Nasional
Indonesia
Stok Beras Pemerintah Bisa Rusak, Bulog Harus Percepat Penyaluran 1,5 Juta Ton Beras SPHP
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 4 November 2025 baru menyalurkan 577 ribu ton atau 38,49 persen dari target 1,5 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 November 2025
 Stok Beras Pemerintah Bisa Rusak, Bulog Harus Percepat Penyaluran 1,5 Juta Ton Beras SPHP
Bagikan