Pembakaran Gereja di Aceh Singkil Diduga Bermotif Politis

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 15 Oktober 2015
Pembakaran Gereja di Aceh Singkil Diduga Bermotif Politis

Aparat Kepolisian dan TNI berjaga di lokasi pasca kerusuhan di Desa Suka Makmur, Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Rabu (14/10). (ANTARA FOTO/Moonstar Simanjuntak)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Bentrok antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) berimbas pada pembakaran sebuah gereja dan menewaskan dua orang warga serta empat orang luka-luka. Dari dugaan sementara pihak kepolisian, motif peristiwa tersebut berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah tersebut.

Pada peristiwa yang terjadi Selasa (13/10) siang itu, polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka, tujuh di antaranya masih buron.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan merasa yakin ada pihak provokator dalam tragedi tersebut. Bahkan, ia menyebut bentrokan memiliki unsur politis.

"Ada lawan-lawan politik juga, kemungkinan terkait pilkada," ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10).

Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Anton, mengingat pilkada akan diselenggarakan dalam waktu dekat di daerah tersebut. Meski demikian, Anton mengaku masih menelusuri lebih lanjut dugaan itu.

"Sementara sentimen agama dan motif pilkada. Nanti kita petakan," papar Anton.

Pada saat yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Polri) Brigjen (Pol) Agus Rianto mengungkapkan, pihak kepolisian sudah menetapkan sepuluh tersangka dalam peristiwa bentrokan antarwarga di‎ Aceh Singkil. Tiga orang itu sudah ditahan atas perusakan gereja.‎

"Inisialnya S, N dan I disangka telah melakukan perusakan," tandasnya.

Untuk 7 tersangka lainnya, polisi masih terus melakukan pengejaran. Keberadaan lima dari tujuh tersangka sudah diketahui. Sementara, dua tersangka lain terus ditelusuri. (gms)

 

Baca Juga:

  1. Polisi Tetapkan 10 Tersangka Bentrokan di Aceh Singkil
  2. Gusdurian Kecam Pembakaran Gereja di Aceh Singkil
  3. Hindari Konflik, Ribuan Warga Aceh Singkil Mengungsi ke Sumut
  4. Sekilas tentang Konflik Aceh Singkil
  5. Parkindo: Pembangunan 21 Gereja di Aceh Singkil Berlebihan
#Pembakaran Gereja #NAD #Aceh Singkil #Aceh #Brigjen Pol Agus Rianto #Irjen Pol Anton Charliyan
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Bulog memastikan, stok beras dan minyak goreng di Aceh aman menjelang Ramadan 2026. Hal itu dikatakan Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Indonesia
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 964 relawan sudah dikerahkan di Aceh Tamiang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Sebanyak lima kecamatan terendam banjir susulan tersebut, yakni Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Indonesia
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Data kerusakan ini, dapat diakses melalui laman https://spectra.brin.go.id
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Indonesia
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Saat ini, hanya 15 persen sekolah terdampak yang benar-benar sudah bersih dari lumpur, baik ruangannya maupun halamannya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Indonesia
Rehabilitasi Bencana di Aceh, Polri Baru Selesaikan Sumur Bor Air Bersih Setengah dari Target
Penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan setelah bencana.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Rehabilitasi Bencana di Aceh, Polri Baru Selesaikan Sumur Bor Air Bersih Setengah dari Target
Indonesia
Masih Pemulihan Bencana, UMP 2026 Aceh Pakai Skema Kenaikan Terendah Jadi Rp 3,9 Juta
Perwakilan pemerintah Aceh sepakat memakai nilai kenaikan UMP terendah dengan pertimbangan saat ini sedang dalam kondisi bencana yang berdampak luas di 18 kabupaten/kota
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Masih Pemulihan Bencana, UMP 2026 Aceh Pakai Skema Kenaikan Terendah Jadi Rp 3,9 Juta
Indonesia
Praja IPDN Gencarkan Bersih-Bersih di Kantor Pemerintah Aceh, Pelayanan Publik Segera Berjalan
Sebanyak 1.138 praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Praja IPDN Gencarkan Bersih-Bersih di Kantor Pemerintah Aceh, Pelayanan Publik Segera Berjalan
Indonesia
SMAN 4 Aceh Tamiang Kini Bersih dan Mulai Semester Baru Usai Terendam Banjir Setinggi Tiga Lantai
Siswa SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terlihat telah kembali masuk sekolah dan memulai semester genap.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
SMAN 4 Aceh Tamiang Kini Bersih dan Mulai Semester Baru Usai Terendam Banjir Setinggi Tiga Lantai
Bagikan