Insiden Pemukulan Driver Go-Jek oleh Polisi Berakhir Damai
Polisi Kroyok Driver Go-Jek (Screenshoot YouTube)
MerahPutih Hukum - Perselisihan antara Polri dengan pengemudi Go-Jek berakhir dengan damai. Kedua pihak yang bertikai telah menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Risyapudin Nursin mengatakan antara pihak kepolisian dengan pihak PT Go-Jek terkait insiden pemukulan salah satu driver Go-Jek oleh seorang anggota polisi beberapa waktu lalu.
"Tadi malam (Minggu) kami sudah bertemu dengan pihak PT Go-Jek. Driver Go Jek dan polisi yang terlibat juga datang. Kami sudah damai dan tak ingin memperpanjang masalah, " ujar Risyapudin saat dihubungi adi Jakarta, Senin (9/11).
Pertemuan yang diadakan sekira pukul 19.00 kemarin malam berlangsung damai. "Ada yang harus diselesaikan. Karena setelah dibahas permasalahannya juga ada di internal masing-masing," katanya.
Insiden pemukulan itu dipicu penilangan yang dilakukan oleh polisi terhadap driver Go-Jek yang sedang beriringan dari arah Pamulang menuju Parung.
"Ada tujuh orang yang beriringan, salah satunya lampunya tak menyala makanya ditilang," jelasnya.
Menurutnya, driver Go-Jek yang ditilang, Arba'a menerima penilangan itu. Namun, salah satu rekannya, Martin tak terima dan kemudian memprotes. Dia mengucapkan kata-kata tidak sopan terhadap petugas. Tak terima dengan kata-kata tersebut, petugas pun kemudian melakukan hal yang seperti terekam dalam video yang menyebar di dunia maya.
Risyapudin pun menjelaskan, dari hasil pertemuan dengan PT Go-Jek Indonesia semalam, terdapat dua kesepakatan utama di antaranya, pertama, kedua pihak sepakat untuk mengurus urusan ini sendiri-sendiri, sehingga permasalahan tersebut akan diurus secara internal di masing-masing kedua pihak.
PT Go-Jek, akan segera memberi sanksi kepada dua pengendara motor yang terlibat masalah ini, yaitu Arba'a dan Martin. Kedua, dari pihak polisi sendiri, akan memeriksa petugas yang melakukan pemukulan tersebut oleh pihak Propam Polda Metro Jaya.
Risyapudin berharap permasalahan ini tidak berlanjut. "Kami sepakat untuk tidak terpengaruh dengan provokasi yang belakangan ini diramaikan di berbagai media sosial," tukasnya.
Provokasi tersebut, menurutnya, mudah saja dilakukan jika tidak mengerti konteks permasalahannya. Sebab, pihak PT Go-Jek sepakat untuk mengambil jalan damai dalam permasalahan ini (gms)
BACA JUGA:
- Video Oknum Polisi Keroyok Driver Go-Jek
- Polisi Bekuk Pengedar Obat Ilegal dari Tiongkok
- Polisi Pelaku Pemerkosaan dan Pemerasan Terancam Dipecat
- Kisruh Sampah, Polisi: Sampah Juga Tanggung Jawab Kami
Bagikan
Berita Terkait
Kapolri Listyo Ogah Jabat Menteri Kepolisian, Jika Polisi Tidak Lagi Langsung di Bawah Presiden
Layanan 110 Dipercepat, Kapolri Ungkap Standar Respons ala PBB
Aturan Polisi Ditempatkan di Jabatan Sipil Segera Rampung, Jadi Solusi Sementara
MK Bolehkan Polisi Bertugas di Jabatan Sipil asal Sesuai Undang-Undang, Pengamat Minta tak Ada lagi Keraguan
Polri Pastikan Layanan Contact Center 110 Diakses Gratis, Masyarakat Bisa Lapor 24 Jam
Nakhoda dan ABK KM Putri Sakinah Ditetapkan Tersangka, Polisi Sebut Ada Unsur Kelalaian
Protes Institusi Polri Ditempatkan ‘Setara’ Kementerian, Penasihat Kapolri: Bertentangan dengan UUD 1945!
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Viral Pos Polisi Tulungagung Dipakai Bikin Video Mesum, Identitas Pelaku Masih Dicari
Rotasi Jabatan di Polda Metro Jaya, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Diganti