Video Oknum Polisi Keroyok Driver Go-Jek

Ana AmaliaAna Amalia - Senin, 09 November 2015
Video Oknum Polisi Keroyok Driver Go-Jek

(Foto: Screenshoot YouTube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Sebuah video yang merekam aksi sekumpulan oknum polisi mengintimidasi bahkan memukul pengendara Go-Jek jadi viral di internet.

Video berdurasi 5 detik itu merekam bagaimana sekelompok Polisi lengkap dengan seragam mereka di jalan raya 'mengkeroyok' seorang driver Go-Jek.

Terlihat dengan jelas bagaimana seorang aparat kepolisian yang seharusnya melindungi masyarakat memukul bagian wajah driver Go-Jek, bahkan salah seorang polisi terlihat emosi hingga membuka rompinya dan menghampiri si driver Go-Jek.

Tak ada keterangan jelas mengenai kapan di mana dan mengapa peristiwa itu terjadi, yang jelas apa pun kesalahan driver Go-Jek itu, tak semestinya Polisi main hakim sendiri sebab mereka tahu betul Indonesia adalah negara berbadan hukum.

Video itu diunggah dan dibagikan di berbagai media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter hingga Path.

"Kapan masyarakat mo respect ma polisi!!! Bukanya melindungi malah arogan,hadeuhhhh... ," tulis seorang netizen.

"di indonesia cuma butuh uang... polisinya ksh uang aja, uda diem ma senyum2... di media dan realitanya berbeda.. dijalanan polisi memeras, di media seperti pelindung masyarakat.. munafiknya," tambah seorang netizen.

"Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri,,tapi kalo polkis boleh2 aja,,hebat sekali,,," juga kata netizen.

Berikut ini videonya:

BACA JUGA:

  1. Polisi Bekuk Pengedar Obat Ilegal dari Tiongkok
  2. Polisi Pelaku Pemerkosaan dan Pemerasan Terancam Dipecat
  3. Kisruh Sampah, Polisi: Sampah Juga Tanggung Jawab Kami

 

#Tindak Kekerasan #Go-Jek #Polisi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Motif Anak Bunuh Ibu dan 2 Saudaranya, Diduga Sakit Hati karena Merasa Tak Dianggap
Polisi mengungkap pembunuhan berencana satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok. AS, anak kedua korban, meracuni ibu dan dua saudaranya dengan zinc phosphide.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Motif Anak Bunuh Ibu dan 2 Saudaranya, Diduga Sakit Hati karena Merasa Tak Dianggap
Indonesia
Awalnya Dikira Korban, Anak Tengah Bunuh Keluarganya di Tanjung Priok
Tragis, anak tengah bunuh ibu dan dua saudaranya dengan racun tikus di Warakas, Tanjung Priok.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Awalnya Dikira Korban, Anak Tengah Bunuh Keluarganya di Tanjung Priok
Indonesia
Korban Rentan Dijadikan Tersangka karena Bela Diri dari Ancaman Kejahatan, DPR Peringatkan Polisi Jangan Terlalu 'Kaku' Terapkan Aturan
Nasir menyampaikan keprihatinannya atas proses hukum yang menimpa Hogi Minaya, yang dinilainya perlu dilihat secara lebih utuh dan berkeadilan, tidak semata-mata hitam-putih berdasarkan pasal.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Korban Rentan Dijadikan Tersangka karena Bela Diri dari Ancaman Kejahatan, DPR Peringatkan Polisi Jangan Terlalu 'Kaku' Terapkan Aturan
Indonesia
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Indonesia
Polisi Pastikan tak Ada Bukti Pidana Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah
Dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah, tidak ada kekerasan dan upaya melawan hukum.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Polisi Pastikan tak Ada Bukti Pidana Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah
Indonesia
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Jika terbukti melanggar, nantinya Aiptu Ikhwan akan disanksi sesuai aturan yang ada.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Indonesia
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
anggota Komisi III DPR RI Rikwanto juga meminta agar kasus ini dihentikan karena menurutnya, tidak ada kasus lalu lintas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
Indonesia
Polisi Bidik Rekam Medis Lula Lahfah, RS Pondok Indah Diperiksa
Total sudah ada sekitar 10 saksi yang diperiksa polisi hingga saat ini, termasuk terhadap RS Pondok Indah (RSPI) untuk menelusuri rekam medis Lula Lahfah .
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Polisi Bidik Rekam Medis Lula Lahfah, RS Pondok Indah Diperiksa
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Indonesia
Kapolri Listyo Ogah Jabat Menteri Kepolisian, Jika Polisi Tidak Lagi Langsung di Bawah Presiden
Listyo memilih menjadi petani ketimbang menduduki jabatan tersebut walaupun ditawari oleh beberapa orang untuk menjadi Menteri Kepolisian.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kapolri Listyo Ogah Jabat Menteri Kepolisian, Jika Polisi Tidak Lagi Langsung di Bawah Presiden
Bagikan