Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Indonesia Bisa Semakmur Arab Saudi, Ini Syaratnya

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 29 November 2015
Indonesia Bisa Semakmur Arab Saudi, Ini Syaratnya

Buruh menurunkan tandan buah sawit (TBS) dari mobil truk di Pelabuhan Rakyat Lalosalo, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Nunukan, Kaltara, Minggu (29/3). (Foto Antara/M Rusman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit akan mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, hal itu bukan perkara yang mudah untuk mengembangkan energi dengan menggunakan BBN di tengah perlambatan ekonomi dan harga minyak dunia yang terus menurun.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldi Dalimi mengatakan pemerintah harus memiliki roadmap yang jelas mengenai langkah yang akan diambilnya. Jika itu dilakukan maka Indonesia bisa menjadi pelopor biodiesel di dunia.

"Kalau kita sangat konsen dengan itu kita bisa dicap sebagai Arab Saudinya biodiesel oleh dunia, dan kalau kita jadi Arab Saudinya biodiesel, kita bisa semakmur Arab Saudi," ujarnya dalam acara diskusi Energi Kita bertema "Prospek Energi Baru di Tengah Pelemahan Ekonomi" di Gedung Dewan Pers, jalan Kebon Sirih No 32-34, Jakarta Pusat, Minggu (29/11).

Rinaldi mengatakan potensi bahan baku untuk biodiesel di Indonesia terutama dari hasil kehutanan sangat besar, termasuk untuk menghasilkan etanol dan metanol. Untuk diketahui, Indonesia merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia. 

"Kita mempunyai potensi, bahan bakunya juga kita punya, teknologinya juga bukan yang rahasia tinggi," ujarnya

Untuk itu, pemerintah harus melakukan terobosan karena jika masih terus mengandalkan ketergantungan pada BBM maka akan sangat lama dan tidak efisien untuk bisa memenuhi kebutuhan energi di Tanah Air. Terobosan tersebut misalnya dengan mengeluarkan sebuah kebijakan yang konsisten dan diikuti dengan implementasi yang konsisten juga guna menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi. 

"Begitu ditetapkan itu harus ada kebijakan ikutan supaya bisa terjadi," pungkasnya. (rfd)

BACA JUGA:

  1. DEN: Pengembangan Energi Alternatif Tergantung Komitmen Pertamina
  2. Pertamina Merugi Rp1,56 Triliun Akhir 2015
  3. Pungutan CPO Berdampak Terhadap Kenaikan Harga Sawit
  4. Warga Bandung Kembangkan Bisnis Biodiesel
  5. BPDP Tangkis Tudingan Perkebunan Sawit Dikuasai Asing
#Biodiesel #Dewan Energi Nasional (DEN) #Rinaldi Dalimi #BPDP Sawit #Bahan Bakar Nabati (BBN)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
Keberhasilan program B50 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperbesar nilai tambah industri kelapa sawit.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
Indonesia
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot
Pengurangan emisi di knalpot tidak boleh dibayar dengan pembukaan hutan, rusaknya gambut, dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat maupun petani kecil.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot
Indonesia
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Kesiapan KAI sejalan dengan mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Indonesia
B50 Siap Diluncurkan Presiden, 29 Terminal BBM Pertamina Segera Distribusi
Bahan bakar biodiesel B50 segera diluncurkan pada bulan Juli 2026. Jika B50 telah berlaku, Presiden yakin ada banyak penghematan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
B50 Siap Diluncurkan Presiden, 29 Terminal BBM Pertamina Segera Distribusi
Indonesia
Bahlil Resmi Berlakukan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026, Ini Aturan dan Sanksinya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi memberlakukan kebijakan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Simak isi aturan, kewajiban badan usaha, sanksi, serta masa transisi dari B40.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Bahlil Resmi Berlakukan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026, Ini Aturan dan Sanksinya
Indonesia
BBM B50 Diklaim Kuatkan Nilai Tambah Komoditas Sawit dan Hemat Impor BBM Ratusan Triliun
Data Kementerian ESDM, implementasi program biodiesel selama 2015 - 2025 berhasil menghemat devisa Rp 722,9 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
BBM B50 Diklaim Kuatkan Nilai Tambah Komoditas Sawit dan Hemat Impor BBM Ratusan Triliun
Indonesia
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar
pemerintah menargetkan implementasi serentak B50 secara nasional pada 1 Juli 2026 setelah selesai uji coba dilakukan pada beberapa moda transportasi sejak akhir 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar
Indonesia
PT KAI Bersiap Implementasi B50 Jadi Bahan Bakar Kereta Api Jarak Jauh
Pemerintah akan memberlakukan implementasi mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
PT KAI Bersiap Implementasi B50 Jadi Bahan Bakar Kereta Api Jarak Jauh
Indonesia
Traceability Jadi Tantangan Industri Sawit Nasional, BPDP Diharapkan Berperan Bantu Petani Kecil
Uni Eropa melalui Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation/EUDR) menuntut komoditas seperti kelapa sawit dapat dibuktikan bebas deforestasi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Traceability Jadi Tantangan Industri Sawit Nasional, BPDP Diharapkan Berperan Bantu Petani Kecil
Indonesia
Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau
Industri kelapa sawit memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
 Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau
Bagikan