Donald Trump Picu Amarah Publik AS
Donald Trump (kiri) berkomentar pedas dan memicu amarah beberapa pihak karena mengungkit masa lalu John McCain (kanan) yang merupakan mantan tahanan perang. (Foto: AFP)
MerahPutih Amerika - Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump telah memicu kemarahan sejumlah pihak, termasuk publik AS yang mendukung Senator John McCain. Trump mengungkit catatan militer McCain yang merupakan mantan tahanan perang.
Trump yang juga miliarder dan bintang acara realita TV mengatakan, McCain dianggap sebagai pahlawan negara hanya karena dia adalah seorang mantan tahanan perang. Kemudian Trump menambahkan, “saya suka orang-orang yang tidak ditangkap.”
Komentar pedas Trump lantas menuai kritik juga dari partai yang mendukungnya, seperti dikatakan dalam BBC. Pesaing lainnya dalam perebutan gelar Presiden, Rick Perry, mengatakan bahwa apa yang diperbuat Trump menandakan “kerendahan baru” dalam politik AS.
Melihat kekacauan ini, Trump akhirnya berusaha mengklarifikasi pernyataan pedasnya itu, meski tidak sama sekali meminta maaf pada McCain atau pihak lainnya.
Baca juga:
Seorang Pria Bersenjata Tewaskan 4 Marinir AS
Amerika Serikat Baru Saja Diguncang Gempa
Gedung Putih Mengutuk Serangan ISIS di Pasar Irak
Bagikan
Berita Terkait
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China