"Atlet Wajib Dibekali Pendidikan yang Layak"

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 10 Desember 2015

Tidak hanya mementingkan latihan dan persiapan pertandingan, atlet juga wajib dibekali pendidikan yang layak. (Foto: ilustrasi detiksport)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Olahraga - Tidak hanya mementingkan latihan dan persiapan pertandingan, atlet juga wajib dibekali pendidikan yang layak. Hal tersebut, diutarakan pengamat olahraga, Suharto Olii.

Dengan begitu, dikatakan Suharto Olii, tidak ada lagi cerita pilu yang terjadi setelah atlet tersebut tidak lagi turun gelanggang. Sebab dengan menempuh pendidikan dan mendapatkan ilmu yang lebih tinggi, bisa dimanfaatkan untuk terus menopang kehidupan.

"Kalau punya bekal pendidikan, atlet bisa dipekerjakan. Baik itu di bank, ataupun di sektor-sektor lainnya yang bermartabat. Kita bisa katakan kondisi atlet sekarang lebih beruntung karena sudah menyadari pentingnya hal tersebut. Tentu sangat berbeda dengan atlet di tahun 1990 ke bawah yang tidak mengutamakan pendidikan," terangnya.

Ditambahkannya lagi, ketika Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dijabat Adhyaksa Dault, mempekerjakan atlet berprestasi dan berpendidikan, juga sudah terjadi. Dicontohkannya, atlet atletik seperti Suryo Agung, diangkat menjadi PNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Kemudian Juana Wangsa Putri, dua kali Olimpide (2000-2004) dia PNS di Dispora DKI Jakarta. Di Asian Games 2002, dia meraih medali perak. Lalu kalau SEA Games, tidak terhitung. Ada juga Imam Agus Faisal, Laudry Maspaitella, Risko Herlambang, atlet voli yang akhirnya kerja di bank," sambungnya.

"Lebih jauh lagi, ada juga peraih medali perak di Olimpiade Seoul, Kore Selatan, tahun 1988, salah satu trio srikandi pemanah Indonesia, Nurfitriyana Saiman. Dia kerja sebagai Kepala Cabang Pembantu Bank DKI Jakarta. Lalu di renang ada Lukman Niode, sekarang menjabat Wakil Ketum Satlak Prima (perunggu di Asian Games tahun 1982) dan pernah tampil di Olimpiade Los Angles tahun 1984," pungkasnya.(esa)

Baca juga:

  1. Pengamat Sebut Penataan 'Tali Asih' Berikan Banyak Manfaat
  2. Pengamat Minta Pemerintah Wujudkan Dana Pensiun Atlet Berpestasi
  3. Pengamat Berharap Penataan Strategi Pemberian Bonus Bagi Mantan Atlet
  4. Mengupas Kisah Miris Mantan Atlet Taekwondo dari Papua
  5. Kisah Haru Mantan Taekwondo Indonesia Berbakat yang Rendah Hati
  6. Suharyadi, Petenis Peraih Emas yang Terlupakan
  7. Atlet Nasional Terpuruk di Penghujung Kariernya

 

#Bonus Atlet #Olah Raga #Atlet Bernasib Malang #Nasib Mantan Atlet Nasional #Mantan Atlet Nasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
DPR Tagih Jaminan Kesejahteraan Atlet Pascapensiun di Samping Bonus Besar
Penghargaan ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi atlet senior untuk menjaga performa
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
DPR Tagih Jaminan Kesejahteraan Atlet Pascapensiun di Samping Bonus Besar
Olahraga
Menpora Ultimatum 3 Federasi Bereskan Masalah Dualisme Kepengurusan
Menpora Erick Thohir menyiapkan opsi ambil alih federasi olahraga untuk mengatasi dualisme kepengurusan.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Menpora Ultimatum 3 Federasi Bereskan Masalah Dualisme Kepengurusan
Olahraga
ASEAN Para Games 2025 Thailand Berakhir, Estafet Diberikan Pada Malaysia
Negara tuan rumah SEA Games juga bertindak sebagai tuan rumah ASEAN Para Games pada periode yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
ASEAN Para Games 2025 Thailand  Berakhir, Estafet Diberikan Pada Malaysia
Olahraga
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bonus atlet SEA Games 2025 kini sudah cair. Ketum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, ini adalah wujud perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Olahraga
Presiden Serahkan Bonus Peraih Medali SEA Games 2025, Totalnya Rp 465,25 Miliar
Total bonus yang diberikan pemerintah mencapai Rp 465,25 miliar.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Serahkan Bonus Peraih Medali SEA Games 2025, Totalnya Rp 465,25 Miliar
Indonesia
Menpora Minta Jangan Kaget Kalau Beda Bonus Medali Emas dan Perak SEA Games Jauh
Menpora Erick Thohir menjelaskan hitungan utama dalam raihan medali di SEA Games adalah emas, bukan total keseluruhan medali.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
Menpora Minta Jangan Kaget Kalau Beda Bonus Medali Emas dan Perak SEA Games Jauh
Olahraga
Bawa Pulang 7 Medali SEA Games 2025, Tim Judo Indonesia Bakal Dibanjiri Bonus
Tim judo Indonesia membawa pulang tujuh medali SEA Games 2025. Para atlet akan mendapatkan bonus dari pemerintah dan PB PJSI.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Bawa Pulang 7 Medali SEA Games 2025, Tim Judo Indonesia Bakal Dibanjiri Bonus
Olahraga
Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025, Kamis (11/12): Indonesia Kumpulkan 46 Medali, Tempel Ketat Vietnam
Dari total sembilan medali emas yang didapatkan Tim Indonesia, dua di antaranya disumbangkan oleh cabor Renang
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Desember 2025
Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025, Kamis (11/12): Indonesia Kumpulkan 46 Medali, Tempel Ketat Vietnam
Olahraga
SEA Games 2025: Jadwal Pertandingan Bisbol, Bulu Tangkis, Sepak Bola, Hoki 5s, dan Handball
Indonesia juga akan menurunkan wakil di cabor Hoki 5s dan Handball
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
SEA Games 2025: Jadwal Pertandingan Bisbol, Bulu Tangkis, Sepak Bola, Hoki 5s, dan Handball
Olahraga
Indonesia Para Badminton International 2025 Diikuti 124 Atlet dari 25 Negara
kejuaraan di Solo ini memiliki arti strategis untuk menjaga tradisi juara sekaligus mengamankan posisi dalam perburuan tiket Paralimpiade.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Oktober 2025
Indonesia Para Badminton International 2025 Diikuti 124 Atlet dari 25 Negara
Bagikan