8 Tuntutan Buruh Indonesia di Hari Buruh Internasional
(Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)
MerahPutih Nasional - Sama seperti aksi May Day tahun-tahun sebelumnya, aksi para serikat buruh kali ini juga meminta beberapa tuntutan kepada pemerintah pusat. Salah satunya Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN).
Melalui selembaran yang dibagikan, SGBN yang beragam merah ini meminta delapan tuntutan. Pertama mereka meminta menghapus sistem kerja kontrak, kedua meminta perlindungan para buruh wanita dari kekerasan seksual di lokasi kerja.
Ketiga menghapus PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Keempat buruh meminta diberikan upah riil nasional. Kelima meminta jaminan sosial seperti pensiun layak, pendidikam dan kesehatan gratis.
Keenam meminta pemerinta memberlakukan cuti hamil 12 bulan bagi buruh wanita yang hamil dan melahirkan. Keenam meminta mengurangi jam kerja dari delapan jam menjadi enam jam saat bulan puasa. Terakhir menasionalisasikan perusahaan bangkrut sehingga menghindarkan PHK massal.
Selain SGBN, serikat buruh lain juga mewarnai aksi May Day di Jalan Merdeka. Sekitar puluhan ribu buruh turun ke Jalan untuk meminta kesejahteraannya. (Yni)
BACA JUGA:
- Ribuan Buruh Telah Berkumpul di Monas
- May Day, Selamat Hari Buruh Jadi Trending Topic
- Alami Tindak Kekerasan saat Demonstrasi, Aktivis Buruh Perempuan Tuntut Polisi
- Refleksi Human Trafficking dan Buruh Migran Melalui Karya Seni
- Sekjen KSPI: Era Jokowi Buruh Semakin Miskin
- Potret Perjuangan Buruh dalam Setahun
- Demo Buruh, Orator Sindir Massa yang Neduh di Bawah Pohon
Bagikan
Berita Terkait
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah