Wabah PMK Berdampak Pada Harga Jual Sapi Jual beli hewan ternak sapi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat peternak Indonesia menjerit.

Harga sapi di sejumlah pasar hewan di Pamekasan, Jawa Timur dalam sebulan terakhir turun hingga jutaan rupiah akibat wabah PMK.

Baca Juga:

Cegah Wabah PMK, Pemprov DKI Setop Menerima Hewan Kurban Mulai 24 Juni

Pedagang sapi di Pasar Keppo, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Supandi (55) di Pamekasan, Kamis, menuturkan, penurunan harga jual sapi antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per ekor.

"Kalau yang biasa laku dengan harga Rp 15 juta, untuk sekarang ini hanya bisa laku antara Rp 10 hingga Rp 11 juta saja. Pokoknya turun drastis," kata Supandi.

Pedagang asal Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan ini menuturkan, selain harga turun, sejak setengah bulan lalu juga banyak pedagang yang memilih untuk tidak membeli sapi di setiap pasaran.

Mereka khawatir, sapi yang dibeli terserang penyakit, sehingga harga jual sapi bisa turun secara drastis.

"Kalau mau menjual sapi bagi peternak, jangan menjual sekarang. Pasti rugi, karena harganya turun drastis," saran Supandi.

Lain Supandi, lain pula pengalaman Tonawar, warga Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Minggu lalu, ayah tiga orang anak ini mengundang pedagang untuk membeli sapi miliknya, karena peternak di desa ini biasa menjual sapinya di rumahnya, yakni dengan mendatangkan pedagang.

"Saat itu, sapi saya ditawar Rp 13 juta," ucap dia.

Baca Juga:

Pemerintah Tangani PMK Seperti Penanganan COVID-19

Namun, karena harga yang ditetapkan pedagang dinilai terlalu rendah, pada keesokan harinya, yakni pada Selasa (7/6), ia membawa langsung sapi miliknya ke pasar sapi di Dusun Keppo, Galis, yakni pasar sapi terbesar di Pamekasan.

"Tapi sampai di sana, sapi saya malah hanya ditawar Rp 11 juta, jauh lebih rendah dari tawaran sebelumnya," kata Tonawar.

Enam bulan lalu, Tonawar membeli sapi yang dipelihara itu dengan harga Rp 12 juta.

Menurut Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pamekasan, Agus Wijaya, kasus wabah PMK memang sangat berpengaruh pada aktivitas jual beli sapi di pasaran.

"Laporan dari kepala pasar sapi di Waru, hari ini menyebutkan, di sana bahkan hanya ada satu ekor sapi di pasar. Peternak dan pedagang sudah khawatir untuk melakukan aktivitas jual beli," katanya.

Peternak khawatir rugi, karena harga jual sapi sangat murah, sedangkan pedagang tidak mau membeli karena khawatir sapi yang dibeli terserang wabah PMK.

Sementara itu, upaya untuk menekan penyebaran penyakit sapi kini terus dilakukan Pemkab Pamekasan dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang sapi milik warga dan mendirikan pos pantau PMK di dua lokasi berbeda di Pamekasan, yakni di Jalan Raya Tlanakan dan di Pasar Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan. (*)

Baca Juga:

Tekan Penularan PMK, Kota Tangerang Tutup Jalur Kedatangan Hewan Kurban Akhir Juni

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: PBB Nyatakan Rusia Pemenang Perang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PBB Nyatakan Rusia Pemenang Perang

Hingga saat ini, perang Rusia dan Ukraina belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Meroketnya Elektabilitas Ganjar Saat Ini Ingatkan FX Rudy Soal Jokowi
Indonesia
Meroketnya Elektabilitas Ganjar Saat Ini Ingatkan FX Rudy Soal Jokowi

Keputusan Capres 2024 PDIP tetap di tangan Ketua Umum

RUU KIA  Atur Cuti Melahirkan selama 6 Bulan Segera Disahkan
Indonesia
RUU KIA Atur Cuti Melahirkan selama 6 Bulan Segera Disahkan

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan RUU yang salah satu pembahasannya mengenai cuti melahirkan selama 6 bulan itu akan disahkan.

Polisi Selidiki Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres
Indonesia
Polisi Selidiki Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres

Polisi mulai menyelidiki penyebab kematian empat jenazah yang ditemukan di dalam sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

Gibran Pastikan Standar Keamanan Stadion Manahan Sudah Sesuai FIFA
Indonesia
Gibran Pastikan Standar Keamanan Stadion Manahan Sudah Sesuai FIFA

Kasus tragedi Kanjuruhan, Malang menjadi sorotan banyak pihak terutama soal standar keamanan di stadion.

KPK Periksa Sekda Papua Terkait Kasus Lukas Enembe
Indonesia
KPK Periksa Sekda Papua Terkait Kasus Lukas Enembe

"Hari ini pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua, untuk tersangka LE (Lukas Enembe)," kata Juru Bicara KPK Ipi Maryati, Selasa.

Hujan Sedang dan Lebat Landa Berbagai Wilayah Sampai 15 Oktober
Indonesia
Hujan Sedang dan Lebat Landa Berbagai Wilayah Sampai 15 Oktober

BMKG memprediksi potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di 34 provinsi kecuali Sumatra Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Urban 20 Mayors Summit, Anies Nyatakan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak
Indonesia
Urban 20 Mayors Summit, Anies Nyatakan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.

Presiden PKS: Koalisi Semut Merah Bubar
Indonesia
Presiden PKS: Koalisi Semut Merah Bubar

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengatakan, Koalisi Semut Merah bentukan PKS dan PKB bubar.

Bank Sentral Berlomba Naikkan Suku Bunga, Resesi Kian Mengancam
Dunia
Bank Sentral Berlomba Naikkan Suku Bunga, Resesi Kian Mengancam

Saat ini, para investor memperkirakan bank-bank sentral akan menaikkan suku bunga kebijakan moneter global hingga hampir 4,0 persen hingga 2023.