Viral, di Negara Ini Ada Festival Membakar Gunung D i negara ini terdapat sebuah festival membakar gunung (Foto: wikimedia commons)

PADA hari Sabtu Keempat setiap bulan Januari, rumput mati Gunung Wakakusa dibakar. Hal itu rupanya merupakan sebuah bagian dari festival unik dan mengesankan yang disebut Wakakusa Yamayaki (Pembakaran Gunung Wakakusa).

Tidak ada yang tahu persis bagaimana tradisi membakar seluruh bukit setinggi 342 meter di Prefektur Nara Jepang itu dimulai. Namun, nyatanya tradisi itu sudah ada selama ratusan tahun.

Baca Juga:

'Rumah Pie' Mendadak Viral di Media Sosial, Ini Penyebabnya

Beberapa orang mengatakan, tradisi itu dimulai sebagai perselisihan batas antara dua kuil terbesar Nara, Todai-ji dan Kofuku-ji, sekitar abad ke-18. Di saat mediasi gagal, seluruh bukit terbakar habis, meski tak ada yang benar-benar ingat apakah hal tersebut menyelesaikan sesuatu.

Dilansir dari laman odditycentral, teori lain menyatakan, bahwa kebakaran tahunan berasal dari cara untuk membasmi hama dan mengusir babi hutan. Saat ini, hanya pemandangan yang mengesankan untuk dilihat yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Wakakusa Yamayaki dimulai pada pagi hari. Diawali dengan kompetisi melempar kerupuk beras raksasa. Sebelum pukul 17.00 waktu setempat, prosesi berangkat dari dearah Tobino di Kasuga Taisha menuju Gunung Wakakusa, lalu berhenti di Kuil Mizuya di sepanjang jalan untuk menyalakan obor.

Baca juga:

Hias Rumah dengan 10 Ribu Piring Porselen, Pria Ini Jadi Viral

Setelah itu pada pukul 17.30, prosesi tersebut tiba di dasar bukit dan api unggu besar dinyalakan. Usai pertunjukan kembang api selama 15 menit, obor dinyalakan dari api unggun dan membakar rumput mati.

Dengan bergantung pada kondisi rumput di Gunung Wakakusa, dibutuhkan waktu antara 30 menit hingga satu jam untuk membakar seluruh area. Dalam kondisi basah, rumput terbakar perlahan dan hanya di area tertentu. Sedangkan saat kering, kobaran api menutupi semuanya dengan sangat cepat.

Karena areanya cukup luas, api tersebut terlihat menerangi langit dan bisa dilihat dari kejauhan. Ratusan penonton berkumpul di kaki Gunung Wakakusa, sementara ribuan orang lainnya menyaksikan kobaran api dari dalam kota Nara, dan titik pandang lain di daerah tersebut.

Untuk mencegah orang-orang mendekati api, terdapat sebuah penghalang khusus. Tak hanya itu, ratusan sukarelawan dan petugas pemadam kebakaran hadir untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan selama festival.

Ini memang bukan festival paling ramah lingkungan di dunia, tapi Wakakusa Yamayaki memiliki tempat khusus di hati masyarakat Nara, Jepang. Jadi mereka mungkin tak akan melepaskan tradisi yang sudah berusia ratusan tahun dalam waktu dekat. (Ryn)

Baca juga:

Perempuan Muda Ini Punya Ukuran Lingkar Pinggang Tak Biasa

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH