Vaksin COVID-19 Akhirnya Diperbolehkan untuk Lansia

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 08 Februari 2021
Vaksin COVID-19 Akhirnya Diperbolehkan untuk Lansia

Ilustrasi - Penyuntikan vaksin COVID-19 di Minahasa Tenggara (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan memastikan warga lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas akan mulai mendapatkan vaksinasi CoronaVac buatan Sinovac, Tiongkok. Pemberian ini berlaku mulai Senin (8/2), pukul 09.00 pagi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tahap awal, vaksinasi untuk lansia tersebut diberikan kepada kelompok tenaga kesehatan (nakes).

Ia menjelaskan, pemberian vaksin COVID-19 kepada lansia berusia di atas 60 tahun dilakukan setelah keluarnya izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat (5/2).

Baca Juga:

4.091 Nakes di Jakarta Utara Telah Terima Vaksinasi Dosis Kedua

Izin tersebut memperluas jangkauan penerima vaksin CoronaVac yang sebelumnya dibatasi untuk penduduk berusia 18-59 tahun.

Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes.

“Yang menarik, tenaga kesehatan di atas 60 tahun ada 1.600 orang,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (7/2).

Budi menyebutkan, alasan didahulukannya pemberian vaksin untuk lansia dari kalangan nakes karena mereka kelompok yang berisiko tinggi untuk terkena COVID-19. Nakes sering terekspos virus, sedangkan lansia adalah kelompok dengan risiko paling fatal.

Menkes memperinci dari total lansia di Indonesia yang pernah terpapar COVID-19 sebesar 10 persen. Dari persentase itu, jumlah lansia yang meninggal dunia karen COVID-19 sebanyak 50 persen.

Bisa dibayangkan dari jumlah orang Indonesia yang terkena COVID-19 ada 1 jutaan lebih, hanya 10 persen lansia, tapi dari populasi meninggal, 50 persen adalah lansia.

"Ini menunjukkan risiko lebih tinggi daripada orang yang lebih muda,” kata Budi.

Ilustrasi - Vaksin COVID.Ilustrasi (ANTARA)
Ilustrasi - Vaksin COVID.Ilustrasi (ANTARA)

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, persetujuan vaksin ini sesuai dengan data yang diterima pihaknya pada uji klinik fase 1-2 di Tiongkok dan fase 3 di Brasil.

Izin penggunaan vaksin untuk lansia ditetapkan mengingat tingginya angka kematian akibat COVID-19 pada kelompok lansia.

Berdasarkan data statistik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menunjukkan, angka kematian akibat COVID-19 pada kelompok lansia menduduki porsi relatif tinggi sekitar 47,3 persen.

Menurutnya, izin penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia dikeluarkan pada 5 Februari 2021.

Penerbitan ini dilakukan setelah mendapat data hasil uji klinis.

Kajian menunjukkan diperoleh data-data keamanan dan khasiat yang cukup sehingga penggunaan vaksin bagi lansia bisa segera dapat dikeluarkan izinnya.

Penny merinci, uji klinis fase I dan II di Tiongkok yang melibatkan subjek sebanyak 400 orang menunjukkan bahwa vaksin CoronaVac yang diberikan dua dosis dengan jarak 28 hari menunjukkan hasil imunogenisitas yang baik. Lalu terjadi peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96 persen.

"Data keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan karena pemberian vaksin," ujar Penny.

Baca Juga:

Ribuan Tenaga Kesehatan Jabar Tertunda Divaksin COVID-19 di Tahap Pertama

Adapun uji klinis fase III di Brasil dengan subjek 600 orang juga menunjukkan pemberian vaksin aman, tidak ada efek samping serius dan kematian akibat pemberian vaksin.

"Studi klinis hanya menunjukkan efek samping ringan seperti nyeri, demam, mual, bengkak, kemerahan pada kulit dan sakit kepala," tuturnya.

Penny berpesan agar pemberian vaksin COVID-19 terhadap lansia tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Sebab, populasi lansia berisiko tinggi karena cenderung memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Proses screening menjadi sangat penting sebelum memutuskan pemberian vaksin terhadap lansia. Manajemen risiko harus dilaksanakan sebaik-baiknya apabila terjadi KIPI.

"Kita harapan angka kematian terhadap kelompok lansia menurun setelah proses vaksinasi dilakukan," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

Jabar Antisipasi Lonjakan Limbah Medis Vaksin COVID-19

#Vaksin Covid-19 #Vaksinasi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Tengah viral di media sosial informasi yang menyebut vaksin sengaja disiapkan sebelum penyakit tersebut muncul.
Frengky Aruan - Rabu, 11 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Informasi ini diunggah akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”.
Frengky Aruan - Senin, 09 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
TurnBackHoax menelusuri klaim pemberian bantuan sosial di laman resmi kemensos.go.id dan kemkes.go.id melalui mesin pencarian Google.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Bagikan