Vaksin COVID-19 Akhirnya Diperbolehkan untuk Lansia Ilustrasi - Penyuntikan vaksin COVID-19 di Minahasa Tenggara (Antara)

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan memastikan warga lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas akan mulai mendapatkan vaksinasi CoronaVac buatan Sinovac, Tiongkok. Pemberian ini berlaku mulai Senin (8/2), pukul 09.00 pagi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tahap awal, vaksinasi untuk lansia tersebut diberikan kepada kelompok tenaga kesehatan (nakes).

Ia menjelaskan, pemberian vaksin COVID-19 kepada lansia berusia di atas 60 tahun dilakukan setelah keluarnya izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat (5/2).

Baca Juga:

4.091 Nakes di Jakarta Utara Telah Terima Vaksinasi Dosis Kedua

Izin tersebut memperluas jangkauan penerima vaksin CoronaVac yang sebelumnya dibatasi untuk penduduk berusia 18-59 tahun.

Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes.

“Yang menarik, tenaga kesehatan di atas 60 tahun ada 1.600 orang,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (7/2).

Budi menyebutkan, alasan didahulukannya pemberian vaksin untuk lansia dari kalangan nakes karena mereka kelompok yang berisiko tinggi untuk terkena COVID-19. Nakes sering terekspos virus, sedangkan lansia adalah kelompok dengan risiko paling fatal.

Menkes memperinci dari total lansia di Indonesia yang pernah terpapar COVID-19 sebesar 10 persen. Dari persentase itu, jumlah lansia yang meninggal dunia karen COVID-19 sebanyak 50 persen.

Bisa dibayangkan dari jumlah orang Indonesia yang terkena COVID-19 ada 1 jutaan lebih, hanya 10 persen lansia, tapi dari populasi meninggal, 50 persen adalah lansia.

"Ini menunjukkan risiko lebih tinggi daripada orang yang lebih muda,” kata Budi.

Ilustrasi - Vaksin COVID.Ilustrasi (ANTARA)
Ilustrasi - Vaksin COVID.Ilustrasi (ANTARA)

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, persetujuan vaksin ini sesuai dengan data yang diterima pihaknya pada uji klinik fase 1-2 di Tiongkok dan fase 3 di Brasil.

Izin penggunaan vaksin untuk lansia ditetapkan mengingat tingginya angka kematian akibat COVID-19 pada kelompok lansia.

Berdasarkan data statistik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menunjukkan, angka kematian akibat COVID-19 pada kelompok lansia menduduki porsi relatif tinggi sekitar 47,3 persen.

Menurutnya, izin penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia dikeluarkan pada 5 Februari 2021.

Penerbitan ini dilakukan setelah mendapat data hasil uji klinis.

Kajian menunjukkan diperoleh data-data keamanan dan khasiat yang cukup sehingga penggunaan vaksin bagi lansia bisa segera dapat dikeluarkan izinnya.

Penny merinci, uji klinis fase I dan II di Tiongkok yang melibatkan subjek sebanyak 400 orang menunjukkan bahwa vaksin CoronaVac yang diberikan dua dosis dengan jarak 28 hari menunjukkan hasil imunogenisitas yang baik. Lalu terjadi peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96 persen.

"Data keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan karena pemberian vaksin," ujar Penny.

Baca Juga:

Ribuan Tenaga Kesehatan Jabar Tertunda Divaksin COVID-19 di Tahap Pertama

Adapun uji klinis fase III di Brasil dengan subjek 600 orang juga menunjukkan pemberian vaksin aman, tidak ada efek samping serius dan kematian akibat pemberian vaksin.

"Studi klinis hanya menunjukkan efek samping ringan seperti nyeri, demam, mual, bengkak, kemerahan pada kulit dan sakit kepala," tuturnya.

Penny berpesan agar pemberian vaksin COVID-19 terhadap lansia tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Sebab, populasi lansia berisiko tinggi karena cenderung memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Proses screening menjadi sangat penting sebelum memutuskan pemberian vaksin terhadap lansia. Manajemen risiko harus dilaksanakan sebaik-baiknya apabila terjadi KIPI.

"Kita harapan angka kematian terhadap kelompok lansia menurun setelah proses vaksinasi dilakukan," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

Jabar Antisipasi Lonjakan Limbah Medis Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran

Gempa dengan magnitudo 5,9 yang terjadi di laut Jawa tepatnya 90 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Minggu (25/10).

Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Mabes Polri memastikan akan menyelesaikan kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek km 50, Karawang.

KPK Sidik Dugaan Korupsi Pengolahan Anoda Logam Antam-Loco Montrado
Indonesia
KPK Sidik Dugaan Korupsi Pengolahan Anoda Logam Antam-Loco Montrado

KPK pun berharap publik dapat ikut serta mengawasi proses penyidikan perkara ini

 Polda Metro Jaya Periksa Luhut Panjaitan Hari Ini
Indonesia
Polda Metro Jaya Periksa Luhut Panjaitan Hari Ini

Luhut bakal diperiksa terkait laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti atas dugaan pencemaran nama baik, Senin (27/9).

Gubernur Sulsel Klaim Sukarela Ikut KPK
Indonesia
Gubernur Sulsel Klaim Sukarela Ikut KPK

OTT merupakan operasi menangkap seseorang saat melakukan tindak pidana. Sementara, klaim Veronica, Nurdin tidak melakukan tindak pidana karena sedang berisitirahat.

Ombudsman: Harga Batas Atas Swab Antigen Seharusnya Berkisar Rp 50-100 Ribu
Indonesia
Ombudsman: Harga Batas Atas Swab Antigen Seharusnya Berkisar Rp 50-100 Ribu

Sedangkan untuk reagen dari Kanada berada pada kisaran 3,6 dolar AS atau sekitar Rp 50.000 per satuan

Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal
Indonesia
Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal

Saat ini sekurang-kurangnya 76,19 persen dari seluruh penduduk dewasa di Indonesia telah menggunakan layanan keuangan formal.

Kapolri Soroti Belum Maksimalnya Persiapan PON Papua
Indonesia
Kapolri Soroti Belum Maksimalnya Persiapan PON Papua

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jayapura.

PENA 98: Langkah Kapolri Soal Mural Tepat dan Humanis
Indonesia
PENA 98: Langkah Kapolri Soal Mural Tepat dan Humanis

Dengan demikian, lanjut Rizki, sejumlah tindak pengamanan seperti peristiwa kritik yang disampaikan melalui mural tentu bukan merupakan kebijakan Kapolri tapi spontanitas petugas di lapangan.

Mendagri Ancam Copot Kepala Daerah yang Langgar Prokes, Pakar Hukum: Jangan Sok Kuasa
Indonesia
Mendagri Ancam Copot Kepala Daerah yang Langgar Prokes, Pakar Hukum: Jangan Sok Kuasa

"Demikian juga dengan pemberhentian Gubernur, Mendagri tidak bisa sok kuasa sebab ada syarat dan tahap yang harus ditempuh," pungkasnya.