Unjuk Gigi Pasar-Pasar Hewan Ternak Terbesar di Indonesia Sapi berkumpul di pasar ternak. (Unsplash/Annie Spratt)

HARI Idul Adha sebentar lagi tiba. Sudahkah memutuskan membeli hewan kurban? Jika belum, kamu mungkin bisa mengunjungi pasar hewan ternak yang di daerah kamu. Atau bisa pula ke pedagang hewan ternak musiman di pinggir jalan.

Ajaklah anak atau kerabat yang masih kecil. Kadangkala pasar hewan ternak amat menarik bagi mereka. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan diri selama di pasar hewan untuk menghindari penyebaran penyakit.

Kebutuhan hewan ternak di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Jumlah itu seringkali tak bisa dipenuhi oleh produsen hewan ternak lokal. Untuk menutupinya, pemerintah membuka keran impor sejumlah hewan ternak, terutama sapi.

Namun itu bukan berarti Indonesia tak punya pasar hewan ternak yang besar. Pasar-pasar itu membuka tawaran hewan ternak yang lebih beragam daripada pasar hewan musiman. Berikut beberapa diantara pasar tersebut.

1. Pasar Bolu, Rantepao, Sulawesi Selatan

Dibangun pada 1992, pasar hewan ternak ini berkembang menjadi pasar kerbau terbesar di dunia. Semula luasnya hanya 2,9 hektare, tapi sekarang sudah mencapai 4 hektare. Menurut laman sulsel.prov.go.id, pasar ini akan ramai tiap hari Selasa dan Sabtu. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari pasar.

Baca juga:

Tau-Tau, Tradisi Pembuatan Patung Orang Meninggal di Tana Toraja

Pasar ini menyediakan kerbau beragam jenis dan ukuran. Ada kerbau hitam tanpa corak, ada pula kerbau bercorak belang atau kerbau saleko. Harga kerbau saleko dapat mencapai 1 miliar rupiah. Transaksi kerbau akan meningkat untuk kebutuhan adat atau hari raya.

Sapi di padang rumput. (Pixabay)
Sapi di padang rumput. (Pixabay)

Kerbau adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Toraja. Ia dapat menjadi ternak, konsumsi daging, atau bahkan pelengkap upacara adat. Nilai kerbau berbanding lurus dengan tingkatan sosial masyarakat Toraja. Semakin mahal kerbau, semakin tinggi tingkatan orang yang memilikinya.

2. Pasar Sarang Halang, Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Pasar ini sudah ada sejak 1985. Terletak tepat di samping kantor Kelurahan Sarang Halang, pasar ini relatif mudah dikunjungi. Pasar ini juga disebut sebagai pasar hewan ternak terbesar di Kalimantan.

Kebanyakan pedagang di pasar ini berasal dari Jawa. Ini tak lepas dari program transmigrasi Orde Baru pada 1970-an. Mereka menjual berbagai jenis sapi seperti anggole, limosin, simental, bali, dan sapi persilangan. Ada pula kambing dan kerbau.

Baca juga:

Jelang Idul Adha, Mentan Pastikan Stok Daging Sapi Aman

Pasar ini hanya buka tiap hari senin. Sehari buka, transaksinya bisa mencapai 750 ekor atau sekira 5 miliar rupiah. Untuk mengukur berat sapi, pedagang biasanya menerapkan jogrokan alias menaksir bobot sapi.

Keahlian jogrokan diperoleh secara turun-temurun dan diterima oleh para pembeli dengan dasar kepercayaan. Namun, belakangan Pemerintah Kabupaten mulai menyediakan timbangan berkapasitas dua ton. Timbangan ini untuk mendapatkan hasil yang akurat dan tepat dari penimbangan hewan untuk menghindari kerugian dari berbagai pihak.

Sapi di padang rumput. (Pixabay)
Sapi di padang rumput. (Pixabay)

3. Pasar Beringkit, Bali

Bali tak hanyak dikenal oleh wisata alamnya, tapi juga pasar hewan terbesarnya, yaitu Pasar Beringkit. Pasar ini mulai dibangun pada 1972. Semula transaksinya menggunakan sistem barter. Kemudian pemerintah mulai mengembangkan pasar ini dan mengubah sistem transaksinya menjadi dengan uang.

Pasar hewan ternak ini menjual berbagai jenis sapi unggulan, ayam, dan itik. Hari pasar ini merentang empat hari. Selasa serta Sabtu untuk sapi potong dan Rabu serta Minggu untuk sapi bibit. Pasar ini sekarang dikembangkan untuk memperpendek rantai pasar sehingga peternak mendapatkan harga yang lebih tinggi.

4. Pasar Payakumbuh, Sumatera Barat

Pasar hewan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Sumatera. Luas pasar ini mencapai 1.250 m persegi. Pasar ini menjual berbagai jenis sapi seperti simental, bali, brahman, onggole, dan lokal yang disebut sapi pesisir.

Transaksi di pasar ini masih menggunakan jogrokan, bukan timbangan terukur. Keunikan lainnya adalah Marosok atau bertransaksi dengan berjabatan tangan dan ditutup oleh kain atau topi. Ini adalah transaksi khas warga setempat. Tujuannya untuk menjaga rahasi harga hewan ternak sehingga tak terjadi iri-irian antarpedagang dan antarpembeli. (nru)

Baca juga:

Wabah PMK Berdampak Pada Harga Jual Sapi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Belajar Budaya Jawa Sambil Makan Enak di Bale Reren
Kuliner
Belajar Budaya Jawa Sambil Makan Enak di Bale Reren

Setelah kenyang kamu akan langsung memahami budaya Jawa.

Penyerahan Kekuasaan Eksekutif Sukarno ke Tangan Suharto
Tradisi
Penyerahan Kekuasaan Eksekutif Sukarno ke Tangan Suharto

Salah satu suratnya berisikan bahwa Sukarno menyatakan dirinya bersedia untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif kepada Suharto.

Pengembangan Kota Tua dan Jakarta Barat Sebagai Tempat Pariwisata
Travel
Pengembangan Kota Tua dan Jakarta Barat Sebagai Tempat Pariwisata

Kota Tua dan Jakarta Barat semakin berkembang sebagai kawasan wisata.

Damainya Menapaki Patung Buddha Tidur Terbesar di Mojokerto
Hiburan & Gaya Hidup
Damainya Menapaki Patung Buddha Tidur Terbesar di Mojokerto

Terletak di kompleks Maha Vihara Mojopahit, patung ini didirikan guna melengkapi Vihara Mojopahit.

Tempat Oleh-Oleh di Bandung, Mampir Yuk!
Travel
Tempat Oleh-Oleh di Bandung, Mampir Yuk!

Sok atuh belanja disini.

Mengintip Ragam Gaya Busana Jago Revolusi Indonesia
Indonesiaku
Mengintip Ragam Gaya Busana Jago Revolusi Indonesia

Mereka masih sangat muda, bertelanjang kaki, tak berseragam.

Arti Beringin Tumbang Bagi Masyarakat Jawa
Indonesiaku
Arti Beringin Tumbang Bagi Masyarakat Jawa

Mereka berspekulasi macam-macam berkait robohnya satu dari "Beringin Kembar" tersebut.

Cara Membuat Ayam Geprek Krim Bawang Putih Buat Buka Puasa
Kuliner
Cara Membuat Ayam Geprek Krim Bawang Putih Buat Buka Puasa

Ayam geprek krim bawang putih mudah dibuat di rumah.

Kuliner Jadi Primadona Pelancong di Kabupaten Sleman Selama Libur Lebaran
Travel
Kuliner Jadi Primadona Pelancong di Kabupaten Sleman Selama Libur Lebaran

Kenangan ini dapat berupa suasana tempat kuliner maupun rasa makanan atau minumannya.