'Typo' Naskah UU Ciptaker, Pengamat Duga Ada yang 'Tak Normal' UU Cipta Kerja. (Foto: Tangkapan Layar).

Merahputih.com - Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad, memberikan komentar terkait dengan adanya kesalahan ketik atau typo dalam Omnibus Law Undang-Undang nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Menurut Suparji, kesalahan ketik atau typo dalam sebuah Undang-Undang di Indonesia bukanlah sebuah tindakan normal.

Baca Juga

Judicial Review UU Ciptaker, Hakim MK Diminta Berpihak ke Rakyat

“Ya tidak normal karena enggak hati-hati,” kata Suparji kepada wartawan, Rabu, (4/11).

Cara untuk memperbaiki kesalahan ketik atau typo dalam sebuah Undang-Undang adalah dengan mengubahnya.

“Ya bisa dengan mengubah UU. Misalnya uu no 12 tahun 2020 tentang perubahan uu no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja,” tutur Suparji.

Saat disinggung apakah pembahasan perubahan UU itu perlu kembali dibawa ke Badan Legislasi atau Baleg DPR, Suparji membenarkan hal tersebut.

“Ya UU kan dibahas dan disetujui bersama DPR dengan pemerintah. Prosesnya begitu (baleg DPR),” tandas Suparji.

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Diketahui, salinan Undang-undang Cipta Kerja yang memuat 1.187 halaman itu telah resmi diunggah oleh pemerintah dalam situs Setneg.go.id.

Namun demikian, ternyata masih ada salah ketik alias typo dalam UU Cipta Kerja. Salah satunya Pasal 6 Bab III yang mengatur Peningkatan Ekosistem Investasi dan Kegiatan Berusaha yang ada di halaman 6.

Misalnya pada pasal 6 di bagian tersebut berbunyi “Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat 1 huruf a meliputi.

a. Penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko:

b. penyederhanaan persyaratan dasar Perizinan Berusaha:

c. penyederhanaan Perizinan Berusaha sektor; dan

d. penyederhanaan persyaratan investasi.

Baca Juga

Teken UU Cipta Kerja, Komitmen Jokowi Terhadap Demokrasi Diragukan

Persoalannya, Pasal 5 ayat 1 huruf a, yang dirujuk oleh Pasal 6 tidak ada. Pasal 5 berdiri sendiri tanpa ayat, berbunyi, “Ruang lingkup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 meliputi bidang hukum yang diatur dalam undang-undang terkait. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tol Layang Ancol Timur–Pluit Segera Dibangun
Indonesia
Tol Layang Ancol Timur–Pluit Segera Dibangun

Jalan Tol Ancol Timur–Pluit (Elevated) atau Harbour Road II (HBR II) sepanjang 9,6 kilometer, merupakan penambahan lingkup ruas Tol Cawang- Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit.

Temukan Dugaan Malaadministrasi PPDB Bodebek, Ombudsman Panggil Kadisdik Jabar
Indonesia
Temukan Dugaan Malaadministrasi PPDB Bodebek, Ombudsman Panggil Kadisdik Jabar

Temuan dugaan malaadministrasi itu sedikitnya ada 3 kategori.

BMKG Perkirakan Seluruh Wilayah DKI Cerah Hari Ini
Indonesia
BMKG Perkirakan Seluruh Wilayah DKI Cerah Hari Ini

Pada malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu masih cerah berawan

Jokowi Minta TNI Fokus Investasi Dibanding Belanja Pertahanan
Indonesia
Jokowi Minta TNI Fokus Investasi Dibanding Belanja Pertahanan

Kepala Negara juga meminta para prajurit TNI untuk selalu bersiap menghadapi berbagai ancaman

[Hoaks atau Fakta]: Batik Air Jemput WNI di Afghanistan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Batik Air Jemput WNI di Afghanistan

Menteri Luar Negeri RI melalui media sosial twitternya pada 20 Agustus 2021, menginformasikan bahwa pemerintah telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul.

Dituding Ingin Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Kenapa Mas AHY Takut
Indonesia
Dituding Ingin Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Kenapa Mas AHY Takut

"Mas AHY, apalagi kemarin dipilih secara aklamasi. Kenapa mesti takut dia," katanya

Update COVID-19 DKI Jakarta, Rabu (7/10): 107.229 Positif, 95.876 Orang Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Jakarta, Rabu (7/10): 107.229 Positif, 95.876 Orang Sembuh

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 51 kasus

Kudeta Militer Ancam Kehidupan 600 Ribu Warga Rohingnya di Myanmar
Indonesia
Kudeta Militer Ancam Kehidupan 600 Ribu Warga Rohingnya di Myanmar

Kudeta militer yang sedang terjadi di Myanmar mengancam kehidupan 600 ribu warga Rohingnya yang masih tinggal di negara tersebut.

'Munarman' Bikin Geger Warga Depok
Indonesia
'Munarman' Bikin Geger Warga Depok

Gegana Polri langsung ke lokasi kejadian untuk mengecek kaleng yang dibungkus kertas