Judicial Review UU Ciptaker, Hakim MK Diminta Berpihak ke Rakyat Presiden KSPI Said Iqbal. Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengajukam judicial review terkait UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Buruh sangat menaruh harapan yang besar kepada MK untuk mampu menggali, menyingkap, dan menemukan kebenaran yang hakiki dari proses pengujian Undang-Undang Cipta Kerja.

Mahkamah Konstitusi (MK) diminta agar dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pengujian Undang-Undang Cipta Kerja, tidak sekedar berorientasi pada kebenaran yang bersifat formalistik.

Baca Juga:

Elemen Buruh Bakal Geruduk DPR dan Kemenko Perekonomian

"Sebab, jika Yang Mulia Hakim Konstitusi hanya bersandarkan pada kebenaran yang bersifat formal, maka kebenaran yang berada dibalik layar (the underlying truth) atau kebenaran yang sejati tidak akan pernah dapat ditemukan," kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (2/11).

Kaum buruh juga meminta kepada MK agar dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pengujian Undang-Undang Cipta Kerja, benar-benar dapat menunjukan kekuasaanya sebagai penjaga marwah konstitusi (the guardian of the constitution), sebagai pelindung hak-hak konstitusional warga negara (the protector of the citizens constitutional right), dan sebagai pelindung hak asasi manusia (the protector of human right).

"Sebab, sebagaimana telah disuarakan oleh banyak pihak, Undang-Undang Cipta Kerja telah sungguh-sungguh mengangkangi Undang-Undang Dasar 1945, melanggar hak-hak konstitusional kaum buruh dan masyarakat, serta telah benar-benar menista hak asasi manusia," ungkapnya.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Said juga meminta, kepada hakim MK dalam memutus perkara agar melandaskan diri pada keyakinan terhadap hati nurani, yaitu keyakinan yang mendalam berdasarkan keimanan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

"Semua putusan Mahkamah Konstitusi pun diawali dengan kata-kata: 'demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa'," ucapnya.

Kelompok buruh juga meminta agar hakim MK tidak sekedar mengandalkan bukti-bukti yang diajukan oleh para Pemohon, tetapi juga diharapkan inisiatif, dan secara aktif dapat menggali sendiri kebenaran materiil dari Undang-Undang Cipta Kerja yang kelak akan diuji.

Sebab menurutnya MK merupakan peradilan konstitusional tingkat pertama dan terakhir yang putusan yang bersifat tetap dan mengikat.

"Dalam konteks ini kaum buruh Indonesia mengharapkan Mahkamah Konstitusi dapat mengambil peran yang maksimal sebagai ‘judex factie’," ujarnya.

Baca Juga:

Tuntut Pembahasan RUU Ciptaker Dihentikan, Buruh Geruduk Gedung DPR/MPR

Selain itu, Said mengimbau, agar hakim MK sungguh-sungguh memperhatikan aspirasi yang telah disuarakan oleh buruh.

Menurutnya, suara kaum Buruh Indonesia bersama masyarakat yang turun ke jalan sudah sewajarnya diperhatikan dan dipertimbangkan oleh Mahkamah Konstitusi, serta dipandang sebagai nilai-nilai moral dan politik yang hidup di tengah masyarakat.

"Nilai-nilai yang disebut sebagai 'konstitusi yang tidak tertulis' itu, tempatnya diatas, atau setidaknya disamping konstitusi tertulis," tuturnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemacetan Terjadi Saat PPKM Darurat Hari Kerja
Indonesia
Kemacetan Terjadi Saat PPKM Darurat Hari Kerja

Jika warga tetap ngeyel dan terus melanggar ketentuan PPKM Darurat maka petugas akan mengambil tindakan tegas sesuai yang diatur undang-undang.

Februari 2021 Terbentuk, BSI Sudah Diberi Penghargaan Bank Terbaik di Dunia
Indonesia
Februari 2021 Terbentuk, BSI Sudah Diberi Penghargaan Bank Terbaik di Dunia

hingga akhir Maret 2021 pembiayaan yang disalurkan BSI telah mencapai Rp159 triliun atau naik 14,47 persen (yoy) dengan diikuti terjaganya kualitas pembiayaan yang disalurkan BSI.

Muhammad Kece Dijebloskan ke Penjara, Puluhan Videonya Dalam Proses Takedown
Indonesia
Muhammad Kece Dijebloskan ke Penjara, Puluhan Videonya Dalam Proses Takedown

Sementara itu ada puluhan video yang diproduksi oleh Muhammad Kece dengan pembahasan serupa

Stasiun Tugu dan Malioboro Jadi Kawasan Wajib Bermasker dan Vaksinasi
Indonesia
Stasiun Tugu dan Malioboro Jadi Kawasan Wajib Bermasker dan Vaksinasi

Stasiun Tugu dan Malioboro dicanangkan menjadi kawasan wajib vaksinasi COVID-19.

11.281 Personel Gabungan Jaga Ketat Salat Idul Fitri di Jakarta
Indonesia
11.281 Personel Gabungan Jaga Ketat Salat Idul Fitri di Jakarta

Sebanyak 11.281 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Pemda bakal menjaga masjid dan lapangan terbuka yang mengadakan salat Idul Fitri, Kamis (13/5).

Polri Siapkan Langkah Antisipasi Pengamanan Aksi Reuni 212
Indonesia
Polri Siapkan Langkah Antisipasi Pengamanan Aksi Reuni 212

"Sudah disiapkan langkah-langkah antisipasinya oleh Polda Metro Jaya," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/11).

500 Ribu Nakes Sudah Divaksinasi, Terbanyak di Jawa Tengah
Indonesia
500 Ribu Nakes Sudah Divaksinasi, Terbanyak di Jawa Tengah

Vaksinasi COVID-19 dibagi menjadi dua tahapan

'Orang Dalam' Terlibat dalam Pembobolan dan Pemalsuan Sertifikat Vaksin COVID-19 di PeduliLindungi
Indonesia
'Orang Dalam' Terlibat dalam Pembobolan dan Pemalsuan Sertifikat Vaksin COVID-19 di PeduliLindungi

HH bekerja sama dengan FH yang merupakan karyawan swasta lulusan SLTA

ICW Desak KPK Tuntut Maksimal Juliari Batubara
Indonesia
ICW Desak KPK Tuntut Maksimal Juliari Batubara

Kurnia mengungkapkan empat alasan ICW mendesak JPU KPK

Kesaksian Pengunjung Cafe Ketakutan saat Oknum Polisi Tembak Mati Prajurit TNI
Indonesia
Kesaksian Pengunjung Cafe Ketakutan saat Oknum Polisi Tembak Mati Prajurit TNI

Aksi penembakan oleh oknum anggota polisi terhadap beberapa pegawai cafe dan anggota TNI di cafe RM, Cengkareng membuat pengunjung ketakutan.