Tutorial Jadi Dokter Cinta di Tongkrongan Padahal Enggak Pernah Pacaran Mudah menjadi penasihat percintaan. (Foto: Unsplash/Matt W Newman)

MENJADI orang yang selalu dicari untuk ditanyakan pendapat atau dicurhatin teman soal cinta, alias pakar cinta, memberikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri. Ya, rasanya seolah-olah kamu adalah sosok teman yang bijak banget, baik, dewasa, bisa dipercaya, dan berpengalaman dibandingkan teman-teman yang lain.

Apalagi jika saran yang kamu berikan ternyata benar-benar membuahkan hasil yang baik dan mampu menjadi jalan keluar bagi masalah percintaan temanmu.

Baca Juga:

Hidup Mewah Ala Putri Jasmine si Anak Sultan dengan Modal Gaji UMR

Well it's fun and stuff to be a Dr. love, sampai kamu sadar bahwa kamu tidak berpengalaman sama sekali dalam urusan cinta. Layaknya Otis Milburn yang menjadi 'ahli seks' gadungan di sekolah tanpa pernah bercinta, kini kamu sok ingin jadi pakar cinta padahal belum pernah pacaran.

Lantas, bagaimana bisa jadi dokter cinta tanpa pengalaman? Jangan takut, kami punya solusinya. Agar tetap bisa menjadi beneficial addition di tongkrongan, yuk ikuti tips jadi pakar cinta tanpa pengalaman versi merahputih.com.

1. Punya akun Tumblr

Salah satu quotes tumblr andalan ketika putus cinta. (Foto tumblr/moviequotiq)
Salah satu quotes tumblr andalan ketika putus cinta. (Foto tumblr/moviequotiq)

Di era kontemporer, celotehan quotes Tumblr rasanya lebih pas ketimbang ucapan para pujangga atau nasihat orangtua. Nah, jika kamu ingin mencari penyelesaian masalah dari kasus percintaan temen, bisa banget nih nyontek dari quotes-quotes Tumblr. Fix banget saranmu bakal dianggap keren, akurat, dan relatable abis oleh teman-teman.

2. Beli buku motivasi cinta

Mind Platter by Najwa Zebian. (Foto Goodreads)
Mind Platter by Najwa Zebian. (Foto Goodreads)

Jika quotes-quotes Tumblr terasa kurang, tidak masalah. Kamu bisa meluaskan wawasanmu sendiri mulai dari membaca dan mencari tahu tentang pengertian cinta versi dirimu sendiri, cara mencintai orang lain, maupun cara mencintai dirimu sendiri lewat buku-buku motivasi. Selain untuk kepentingan meraih kredibilitas sebagai seorang dokter cinta, membaca buku juga bisa membuka pikiran serta meluaskan wawasanmu dalam urusan cinta maupun kehidupan.

Kamu bisa mulai membaca buku-buku karya Najwa Zebian dan Paulo Coelho. Selain buku-bukunya memang bagus dan inspiratif, kedua author ini juga masuk alias relate banget ke dalam isu kehidupan maupun percintaan yang dialami generasi milenial maupun Z. Selain bisa selangkah lebih maju untuk menjadi dokter cinta, membaca juga beneficial banget untuk dirimu sendiri loh!

Baca Juga:
3 Cara Meraih Gelar 'Relationship Goals' ala Instagram

3. Praktik

pacaran
Coba pacaran, bisa jadi nasihat kamu ada yang salah. (Foto: Pexels/Luis Fernandes)

Jika merasa udah terbekali secara teori sebagai dokter cinta, kini saatnya kamu mencari pengalaman. Cobalah pacaran dan bandingkan teori dengan praktiknya. Benar enggak sih semua masalah percintaan itu bisa dipecahkan semudah itu dengan saran teman-temAn yang enggak berada di situasi atau posisi yang mereka benar-benar alami sekarang? Apa benar semua kasus percintaan itu bisa benar-benar dikupas secara teori dan dibedah bersama-sama dengan teman tongkrongan?

Setelah terjun langsung ke dunia percintaan, mungkin kita merasa menyesal jika pernah cuap-cuap soal kasus percintaan teman sendiri tanpa memikirkan jika kita berada di posisinya. Bahkan, mungkin dulu kita pernah membodoh-bodohi teman atas keputusan mereka yang kita anggap 'salah' atau buruk bagi mereka.

4. Mr. Know It All

pacaran
Sudah berpengalaman pun kadang masih sulit memahami cinta. (Foto: Pixabay/SnapwireSnaps)

Jika kamu suka mendapatkan predikat dokter cinta meski tidak memiliki pengalaman, usahakan untuk tidak terlalu sok tahu dalam hubungan teman. Pada dasarnya, hubungan percintaan itu merupakan suatu hal yang sangat intim dan hanya diketahui dan dipahami oleh mereka yang terlibat di dalamnya.

"Kalau dia selingkuh, udah tinggalin aja", "Ih kok lo mau sih digituin", "ih dia kok pelit banget, gak sayang kali", "udahlah cari yang baru aja", "udah kalo dia abusive, putusin langsung lah stupid banget sih". Nah, kalimat-kalimat ini mungkin ada benarnya, tapi omongan itu jauh lebih mudah daripada perbuatan.

Jika kamu terlalu sotoy dalam mengomentari urusan percintaan mereka, bisa-bisanya kamu di cap sebagai Mr. Know It All dan dijauhi teman-temanmu loh!

Menurut Diane Barth, L.C.S.W, psikoterapis, guru, dan penulis buku asal New York City, Mr. Know It All sering menganggap bahwa dirinya tidak bisa menemukan masalah yang tidak bisa ia pecahkan. Tidak perduli jika itu adalah masalahnya atau masalah orang lain, dirinya selalu tahu jalan keluarnya. Meski tidak pernah memiliki pengalaman atau tidak mengetahui apa-apa tentang masalah tersebut, dia pasti tahu cara memperbaikinya.

Mr. Know It All alis si sok tahu ini biasanya kurang disukai di tongkrongan, bahkan untuk ngobrol biasa aja rasanya malesss banget untuk meladeninya.

Nah, untuk menghindari dicap sok tahu, ada baiknya jika kamu mulai mencoba untuk mengumpulkan pengalaman terlebih dahulu sebelum mengkritik atau menjudge teman sendiri yang awalnya cuma minta didengarkan masalahnya.

Meski sudah terjun langsung sekalipun, rasanya sulit banget loh untuk mengerti apa itu yang namanya cinta. Tiap orang memiliki definisi cinta masing-masing, dan tidak semuanya sesuai dengan definisi cinta versi kamu.

Nah, untuk menjadi teman yang dicintai, dibutuhkan, atau disukai, kamu tidak harus pandai berceloteh tentang cinta kok. Jika ingin jadi beneficial addition di tongkrongan, gak selamanya kamu harus jadi Mr. Know It All sekalipun. Yang kamu butuhkan hanyalah menjadi dirimu sendiri, spread the positive vibes, dan selalu menghargai satu sama lain. Dan yang terpenting, jangan sotoy yaa! (shn)

Baca Juga:

Generasi Z Jangan Tiru! Step by Step Trik Tricky Nebeng Nonton Netflix

Kredit : shenna


shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH