'Traveling' Sambil Bisnis, Ini Tips Memulai Usaha Jastip Bagi Pemula Kamu bisa cari uang sambil traveling (Foto: Pexels/freestocks.org)

PUNYA hobi traveling itu berfaedah banget. Mau di dalam atau di luar negeri. Kamu bisa traveling sambil menghasilkan pundi-pundi uang. Ya, kamu bisa berbisnis jasa titip alias jastip. Bisnis ini semakin ngetren. Terutama di kalangan traveler.

Nah, apakah kamu tertarik berbisnis jastip? Bagi kamu yang baru mau mulai usaha jastip. Tidak perlu khawatir, bisnis ini mudah untuk kamu geluti. Kamu bisa mengikuti beberapa tips yang disarankan laman Airpaz ini.

Baca juga:

Mengintip Keuntungan 'Jastip' Oleh-Oleh Saat Liburan

1. Banyak-banyak cari informasi

Cari informasi sebanyak mungkin (Foto: Pexels/Caio Resende)

Sebelum kamu memberikan penawaran ke calon pelanggan. Cari tahu dulu semua hal tentang destinasi traveling kamu. Ada barang-barang bagus apa saja yang bisa kamu jual kepada pelanggan.

Misalnya kalau kamu melancong ke Korea Selatan. Di negeri ginseng yang lagi hype semisal kosmetik ala K-Pop. Dengan mengetahui berbagai macam informasi. Kamu pun tidak perlu bingung lagi cari produk yang akan kamu jual ketika tiba di sana.

2. Kalkulasikan dengan teliti sebelum menentukan harga

Tarif untuk jastip jangan lebih dari 10% harga asli barang (Foto: Pexels/Breakingpic)

Jangan sampai salah menghitung barang yang ingin kamu jual. Cermatlah dalam menentukan harga jual barang kepada pelanggan. Jangan sampai kamu malah rugi nantinya. Bukannya untung tapi kamu malah buntung.

Baca juga:

Suka Beli Barang dari Luar Negeri tapi Tak Sempat Keluar? Coba Aplikasi Jastip Ini

Namun, kamu juga harus tahu diri untuk memasang harga. Jika terlalu mahal pelanggan kamu bisa kabur semua. Tarif untuk jastip biasanya sekitar 5%-10% dari harga asli barang. Jangan lebih dari itu. Ingat yang kamu jual ialah jasa kamu. Bukan barangnya.

3. Gunakan sistem pembayaran di muka

Kamu tidak akan rugi jika menggunakan sistem pembayaran di muka (Foto: Pexels/Artem Beliaikin)

Ada dua jenis sistem pembayaran yang bisa kamu gunakan. Bayar di muka atau bayar ketika barang diterima. Keduanya memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Sebagai pemula, lebih baik kamu gunakan sistem pembayaran di muka.

Dengan menggunakan sistem pembayaran di muka, kamu tidak akan rugi. Kamu bisa meminimalisir pembatalan pemesanan pelanggan. Selain itu, jika menggunakan sistem pembarayan di muka. Kamu tidak perlu menyediakan modal awal untuk berbelanja barang.

Jadi bagaimana sahabat Merah Putih, tertarik usaha jastip sambil traveling? (ikh)

Baca juga:

Empat Barang Kece Dari Jepang Ini Bisa Kamu Beli Melalui Jastip

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH