Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Tes Saliva untuk Memprediksi Tipe Obesitas dan Cara Menanganinya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 30 Mei 2023
Tes Saliva untuk Memprediksi Tipe Obesitas dan Cara Menanganinya

Pengembangan tes saliva ini dinamakan "My Phenome Hungry Gut" untuk memprediksi respons GLP-1. (Foto: freepik/stefamerpik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADAKAH cara praktis untuk mengetahui jenis obesitas? Ternyata tes saliva bisa jadi jawabannya. Tes air liur ini, seperti diungkapkan para peneliti di Mayo Clinic dapat menentukan jenis obesitas yang dialami pada seseorang.

Selain itu, tes ini juga dapat membantu memprediksi siapa yang paling baik menanggapi obat anti-obesitas populer. Obat-obatan ini termasuk golongan obat yang disebut glucagon-like peptide receptor agonists (GLP-1s) seperti liraglutide (Saxenda, Victoza) dan semaglutide (Ozempic, Wegovy).

Baca Juga:

Ancaman Obesitas Sebagai Pemicu Komplikasi

“Kami tahu bahwa tidak semua orang di GLP-1 akan merespons. Kenyataannya, sekitar sepertiga pasien tidak cocok dengan GLP-1,” kata Andres Acosta, MD, PhD, asisten profesor kedokteran dan peneliti di Divisi Gastroenterologi dan Hepatologi di Mayo Clinic seperti diberitakan WebMD (23/5).

Pengembangan tes saliva ini dinamakan "My Phenome Hungry Gut" untuk memprediksi respons GLP-1. Orang-orang dalam kelompok Hungry Gut ini cenderung mengosongkan perutnya setelah makan lebih cepat dan lebih cenderung merasa lapar lagi beberapa saat kemudian.

Tujuan menciptakan jenis dan pengujian obesitas adalah untuk meningkatkan peluang kamu menurunkan berat badan. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Jenis-jenis obesitas

Sebuah studi percontohan untuk menguji seberapa baik hasil tes saliva dimulai pada bulan April di tiga praktik perawatan primer. Rencananya adalah untuk memperluas pengujian dunia nyata untuk jenis obesitas ini dan lainnya pada akhir tahun 2023.

Kategori obesitas lainnya adalah:

1) "Otak Lapar", yakni otak tidak mengenali sinyal bahwa perut sudah kenyang.

2) "Lapar Emosional", yakni keinginan untuk makan didorong oleh emosi, kecemasan, dan perasaan negatif.

3) "Slow Burn", yakni orang memiliki metabolisme lambat dan tingkat energi yang rendah.

Orang-orang dalam kategori ini lebih mungkin mendapat manfaat dari strategi manajemen obesitas lainnya, seperti perubahan pola makan atau penempatan balon intragastrik.

Meski memuji upaya mereka untuk lebih tepat dalam merawat penderita obesitas, tidak semua ahli yakin tes air liur ini akan menjadi jawabannya. Riset ini mungkin terlihat menjanjikan, tetapi diperlukan verifikasi agar hasilnya lebih terjamin.

“Bisakah kita mendapatkan hasil yang lebih baik dengan hal-hal seperti ini? Nah, itulah harapannya,” kata Jaime Almandoz, MD, direktur medis Weight Wellness di University of Texas Southwestern Medical Center.

"Kami masih belum memiliki uji coba acak di mana kami melihat fenotipe obesitas," kata Almandoz, yang juga juru bicara The Obesity Society.

Validasi penelitian apa pun penting karena industri obesitas telah dikenal dengan banyak strategi penurunan berat badan dengan cepat, beberapa dengan sedikit atau tanpa ilmu pengetahuan di belakangnya.

Baca Juga:

Yuk, Cegah Obesitas Anak Sejak Dini

Jika mengetahui jenis obesitas kamu akhirnya dapat membuat perbedaan, itu bisa mengubah percakapan orang dengan penyedia medis mereka. Tes itu juga bisa membantu menghilangkan beberapa stigma seputar obesitas.

Tidak semua ahli yakin, dan tes air liur ini akan membutuhkan riset uang lebih jauh. (Foto: Unsplash/Andres Ayrton)

Cara kerja tes

Mulai tahun 2015, Acosta dan rekannya mulai membandingkan tes pada orang dengan berat badan normal vs obesitas. Mereka menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan obesitas menjadi 11 jenis pada awalnya. Mereka menyadari banyak jenis obesitas ini tidak praktis untuk dokter dan penderita obesitas, jadi mereka menggabungkannya menjadi empat fenotipe.

“Pembelajaran mesin AI diikuti oleh, sebagaimana saya suka menyebutnya, H.I., atau kecerdasan manusia,” katanya.

Tes air liur memeriksa sekitar 6.000 SNP genetik yang relevan. SNP adalah "polimorfisme nukleotida tunggal", atau perubahan gen. Hasilnya diterjemahkan ke skor yang menghasilkan risiko rendah atau risiko tinggi untuk Hungry Gut atau jenis obesitas lainnya. “Anda dapat memiliki enam ribu mutasi genetik, atau Anda dapat memiliki nol,” kata Acosta. (aru)

Baca Juga:

Hati-Hati, Obesitas Bisa Menurun pada Anak

#Obesitas #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Ramalan shio besok Minggu, 14 Juni 2026 lengkap untuk 12 shio. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan serta 5 shio paling beruntung yang diprediksi banjir hoki
ImanK - Sabtu, 13 Juni 2026
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Bagikan