Temui Jokowi Bahas Kematian Laskar FPI, Amien Rais Cs Dinilai Kehilangan Akal Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. (Antaranews)

MerahPutih.com - Pertemuan antara Amien Rais dengan Presiden Joko Widodo membahas soal kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) menuai sorotan.

Praktisi hukum Petrus Selestinus menilai, Amien bersama Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI itu seperti kehilangan akal sehat.

"Nampak seperti kehilangan akal sehat karena kasus penembakan itu sejak awal terjadi sudah dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh polisi," kata Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (11/3).

Baca Juga:

MUI Apresiasi Pertemuan Amien Rais dengan Presiden Jokowi

Petrus melanjutkan, oknum polisi yang diduga melakukan penembakan sudah dihukum. Apalagi, Komnas HAM sudah turun tangan melakukan pemeriksaan dan mengeluarkan rekomendasi berupa kejahatan biasa.

"Dengan proses hukum yang berjalan, kalau tak puas ya ajukan praperadilan. Ini (Amien) seperti memaksakan dan menggiring presiden bahwa ada pelanggaran," jelas Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.

Petrus berujar, polisi dalam melakukan tugasnya juga bertindak tegas lantaran adanya perlawanan dari pihak FPI.

Ia juga tak setuju disebut sebagai upaya pelanggaran HAM berat.

"Ini sangat terbuka dan jelas. Jangan digiring menjadi pelanggaran HAM berat. Bukan peristiwa genosida dan pelanggaran kemanusiaan," sebut dia.

residen Jokowi menerima kedatangan tujuh orang anggota TP3 Enam Laskar FPI, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (09/03/2021). (Foto: Biro Pers Setpres/Rusman)
residen Jokowi menerima kedatangan tujuh orang anggota TP3 Enam Laskar FPI, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (09/03/2021). (Foto: Biro Pers Setpres/Rusman)

Petrus juga meminta agar rekomendasi Amien tak perlu ditanggapi oleh presiden mengingat adanya dugaan melakukan penggiringan opini.

"Polri, Komnas HAM harus konsisten dan jelaskan ke publik agar transparan. Tak perlu digiring ke arah negatif dan menyudutkan pemerintah," terang Petrus.

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan menyerahkan bukti dugaan pelanggaran HAM berat kasus penembakan enam laskar FPI ke Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

Baca Juga:

Amien Rais Temui Jokowi di Istana, Kuasa Hukum Rizieq: Nyalinya Masih Besar

Sejumlah bukti itu akan diserahkan dalam bentuk dokumen bertajuk "buku putih" yang tengah disusun oleh TP3.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta bukti dugaan pelanggaran HAM terkait kasus kematian laskar FPI.

Jokowi tidak ingin kasus kematian tersebut hanya berdasarkan keyakinan, bukan bukti.

Pernyataan Mahfud disampaikan usai Presiden Joko Widodo bertemu tujuh anggota TP3. (Knu)

Baca Juga:

Di Hadapan Jokowi, Amien Rais Minta Kematian Laskar FPI Dibawa ke Pengadilan HAM

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Ini Wapres Ma'ruf Amin Kunjungan Kerja ke Tasikmalaya
Indonesia
Hari Ini Wapres Ma'ruf Amin Kunjungan Kerja ke Tasikmalaya

Wapres lepas landas pukul 07.20 WIB dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma Jakarta.

Hari Ini, Program Mudik Gratis Polda Metro Jaya Berangkatkan 540 Pemudik
Indonesia
Hari Ini, Program Mudik Gratis Polda Metro Jaya Berangkatkan 540 Pemudik

program Mudik Gratis Polri 2022 ini bisa membantu masyarakat yang sudah dua tahun tidak bisa mudik lebaran akibat Pandemi COVID-19.

Gaji Lebih Kecil Dibanding Guru PPPK, Pemprov Sulsel Bolehkan Kepsek Rekrut Honorer
Indonesia
Gaji Lebih Kecil Dibanding Guru PPPK, Pemprov Sulsel Bolehkan Kepsek Rekrut Honorer

Selisih menggaji honorer jauh lebih kecil, yakni hanya Rp 1,5 juta per bulan. Sementara guru dengan status PPPK standarnya sebesar Rp 2,9 juta.

Hasto Bicara Capres PDIP di Pilpres 2024
Indonesia
Hasto Bicara Capres PDIP di Pilpres 2024

PDI Perjuangan (PDIP) enggan terburu-buru dalam menentukan calon presiden pada Pemilu 2024.

164 Juta Lebih Warga Indonesia Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Lengkap
Indonesia
164 Juta Lebih Warga Indonesia Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Lengkap

Jumlah warga negara Indonesia yang telah menerima vaksin dosis lengkap mencapai 164 juta jiwa lebih hingga Selasa (26/4), pukul 12.00 WIB.

KPK Ajukan Banding Atas Putusan 4 Tahun Penjara RJ Lino
Indonesia
KPK Ajukan Banding Atas Putusan 4 Tahun Penjara RJ Lino

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terhadap mantan Dirut PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino.

35 Titik Pembatasan Mobilitas Bakal Diberlakukan di Luar Jakarta
Indonesia
35 Titik Pembatasan Mobilitas Bakal Diberlakukan di Luar Jakarta

Polda Metro Jaya melakukan pembatasan mobilitas masyarakat di 35 titik di wilayah hukumnya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Warga DKI Diminta Waspadai Potensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang Pada Sore Hari
Indonesia
Warga DKI Diminta Waspadai Potensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang Pada Sore Hari

Pada malam hari, cuaca di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan ringan

Seorang Anggota TNI Ditemukan Tak Bernyawa di Lahan Kosong di Depok
Indonesia
Seorang Anggota TNI Ditemukan Tak Bernyawa di Lahan Kosong di Depok

Saat ini, terduga pelaku juga berhasil ditangkap

Tumbangkan Antonsen, Sinisuka Ginting Tembus Semifinal Olimpiade Tokyo
Indonesia
Tumbangkan Antonsen, Sinisuka Ginting Tembus Semifinal Olimpiade Tokyo

Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting belum terhenti di Olimpiade Tokyo 2020.