Radio Analog Vs Radio Digital Vs Radio Daring, Apa Sih Bedanya? Radio ikut berkembang sesuai dengan zaman. (Foto: Pixabay/AlexLoban)

DI zaman yang serba terhubung internet sepertinya orang sudah jarang mendengarkan radio. Kalau pun iya biasanya hanya radio di dalam mobil yang menyiarkan musik dengan sesekali obrolan penyiarnya. Padahal radio sempat jadi media komunikasi utama untuk mencari informasi.

Meskipun demikian bukan berarti kematian bagi radio. Radio seperti media-media komunikasi yang lain ikut berkembang mengikuti zaman. Radio yang dulu banyak orang pakai adalah radio analog yang menggunakan sinyal gelombang suara yang nantinya ditangkap dan diproses.

Baca Juga:

Podcast Serupa dengan Radio

Teknologi Digital Radio
Radio analog yang memiliki banyak kendala. (Foto: Pexels/Skitterphoto)

Sinyal gelombang radio terbagi jadi dua yaitu FM dan AM, tergantung dari jenis sinyalnya. Sinyal tersebut berbeda tergantung hak siar yang dimiliki stasiun radio. Hal ini karena gelombang pembawa (carrier) stasiun radio harus unik agar tidak bertabrakan dengan radio lain.

Sayangnya, sinyal radio analog rentan terhadap gangguan, bunyi kresek kresek kresek. Entah itu karena cuaca atau tembok. Cuaca yang buruk atau pantulan tembok membuat gelombang dalam sinyal radio berubah. Alhasil suara yang dikeluarkan radio pun berubah. Biasanya gangguan-gangguan tersebut menyebabkan radio mengeluarkan suara-suara statis.

Teknologi digital di radio

Teknologi Digital Radio
Radio digital dapat menunjukkan informasi berupa teks juga. (Foto: Appliancesonline.com.au)

Seiring perkembangan jaman, teknologi digital pun muncul. Teknologi digital membantu mengatasi masalah berbagai teknologi analog, termasuk juga radio. Contohnya dalam hal radio, sinyal gelombang tidak dibaca mentah-mentah, tapi dibentuk jadi kumpulan dari angka 0 dan 1.


Angka 0 dan 1 ini seperti menggambarkan iya dan tidak. Dan nantinya kumpulan angka tersebut adalah yang sering kita sebut sebagai file. Tak seperti sinyal gelombang, sinyal file ini tahan terhadap gangguan. Alhasil suara yang dihasilkan oleh radio digital pun lebih bersih.

Radio digital pun memiliki banyak kelebihan lain. Sinyal file dapat membawa pesan teks yang dapat muncul di radio digital yang mendukung teks. Jadi stasiun radio tak hanya dapat mengirim audio saja, tapi teks singkat seperti mungkin judul lagu, nomor telepon stasiun radio atau judul acara radio.

Baca Juga:

Brilian! Insinyur Tunanetra ini Ciptakan Tongkat Berbasis Google Maps


Era daring

Teknologi Radio
Radio online dapat didengarkan lewat perangkat-perangkat yang terhubung internet. (Foto Online Marketing Institute)


Setelah era digital, datanglah era daring. Hampir semua barang teknologi terhubung dengan internet. Begitu pula dengan radio. Kualitas siaran radio online tentunya sebagus siaran radio digital. Kelebihan yang dibawa oleh radio online yaitu jarak jangkaunnya yang sangat luas.

Radio daring juga membawa perubahan baru ke dalam bentuk produknya. Produk radio daring bisa dibagi menjadi dua. Radio streaming dan podcast. Radio streaming mirip dengan produk yang dihasilkan dengan radio analog dan digital. Yaitu siaran radio dilakukan secara langsung (live).

Berbeda dengan podcast yang bisa diakses kapan saja sesuka pengguna radio daring. Podcast bisa dibilang juga sebagai radio-on-demand (radio sesuai permintaan). Hal ini yang membuatnya kadang tak dianggap sebagai produk radio. Namun banyak sekali kemiripan di antara produk radio biasa dan podcast. (sep)


Baca Juga:

Dari Depan Mikrofon ke Kamera, Penyiar ini Sukses Jadi Bintang Layar Kaca


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH