Tarsok Sampai Pakaian Numpuk Ternyata Enggak Baik Bagi Kesehatan Menunda mencuci pakaian hingga baju kotor menumpuk ternyata berdampak buruk. (Unsplash-Annie Spratt)

KADANG malas banget mau cuci baju. Apalagi kalau pakaian kotor belum terlalu banyak. Entar besok (tarsok) aja mendingan nunggu pakaian kotor sudah penuh baru cuci semua. Kan enak bisa sekaligus.

Baca Juga:

Ngapain Harus Ditunda, Ayo Workout Demi Tubuh Lebih Sehat di Tahun 2022

Kenyataannya, seharian di rumah enggak ngapa-ngapain alias sedang menerapkan kebiasaan umum di kala pandemi, rebahan. Dari pagi buka medsos, liat Tiktok, pindah buka Youtube, udah bosen terus Netflix-an sampai enggak terasa mentari udah pulang. Begitu terus tiap hari hingga laundry bag tiba-tiba penuh pakaian kotor.

Terus, apakah lihat pakaian kotor numpuk jadi ingin segera cuci? Tentu enggak karena pasti nanti capek banget. Belum lagi enggak mau banget ketinggalan series terbaru tentang perselingkuhan itu kan.

pakaian kotor
Mencuci secara rutin akan meringankan beban. (Unsplash-Engin-Akyurt)

Pakaian kotor bertumpuk, dikutip Insider, bisa memicu berbagai resiko, seperti menimbulkan aroma tidak sedap, lebih sulit menghilangkan noda, hingga menimbulkan banyak nyamuk. Nyamuk sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh karena dapat menyebabkan penyakit DBD atau Demam Berdarah.

Baca Juga:

Mengapa Harus Nunda Punya Momongan?

Pakaian kotor memang bukan penyebab langsung demam berdarah, tapi kondisi pakaian lembab dan aroma badan menempel pada pakaian membuat nyamuk menjadikannya tempat nyaman. Belum lagi jamur nan tumbuh pada pakaian kotor menumpuk dapat menyebabkan kulit gatal, ruam, dan semacamnya.

Meski begitu, selalu ada alasan untuk menunda-nunda mencuci pakaian.

baju kotor
Ada baiknya mencicil mencuci agar pakaian kotor tak menumpuk. (Unsplash-Dan Gold)

Mager atau malas gerak memang menjadi salah satu kebiasaan sejumlah orang. Terlebih setelah berkegiatan, tak ada lagi aktifitas di dalam rumah selain rebahan. Tak peduli seberapa tinggi pakaian kotor menggunung.

Selanjutnya, banyak juga orang menunda menuci pakaian karena alasan irit listrik. Mereka menunda mencuci pakaiannya hingga banyak dengan alih-alih agar irit listrik padahal memang malas gerak. Terlebih di masa pandemi seperti ini sejumlah orang mengalami penurunan ekonomi karena berhenti bekerja, alasan agar irit listrik lantas menunggu pakaian menumpuk seolah masuk akal.

Di sisi lain tidak ada matahari juga cukup mendominasi sebagaian orang untuk menunda mencuci pakaian. Musim hujan atau karena tidak ada matahari jadi alasan sehingga mereka mengabaikan pakaian kotor menumpuk meski dapat menimbulkan penyakit.

jemuran
Alasan tidak ada matahari kadang digunakan untuk menunda mencuci pakaian. (Unsplash-Adriel Prastyanto)

Terkadang, alibi masih ada stock baju bisa juga jadi alasan agar menunda mencuci pakaian. Tentunya mempunyai banyak baju merupakan alasan paling umum ketika malas untuk mencuci pakaian.

Sejumlah orang menganggap mencuci pakaian merupakan hal sepele, apalagi kalau melihat pakaian kotor belum begitu banyak. Padahal jika kamu melakukanya secara rutin akan banyak mendapatkan manfaat, seperti rumah terasa nyaman, bersih, dan terhindar dari penyakit. (dea)

Baca Juga:

Jangan Kebanyakan 'Tarsok', Segera Lamar Pekerjaan di Tahun 2022

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
NGILMU DI NEGERI AING
Hiburan & Gaya Hidup
NGILMU DI NEGERI AING

Apakah dunia pendidikan Negeri Aing akan berevolusi di masa pandemi?

Tiongkok akan Luncurkan Platform untuk Permalukan Perusahaan Pencemar Lingkungan
Fun
Tiongkok akan Luncurkan Platform untuk Permalukan Perusahaan Pencemar Lingkungan

ongkok dikabarkan tengah mencoba strategi baru, untuk menangani perusahaan yang melanggar aturan polusi, yakni dengan menggunakan data masyarakat melalui platform

Noah dan BCL akan Ramaikan Danamon New Live Experience Vol.2
ShowBiz
1.000 UMKM Dapat Pembebasan Biaya Senilai Rp1 Miliar
Fun
1.000 UMKM Dapat Pembebasan Biaya Senilai Rp1 Miliar

Program pembebasan biaya ini bertujuan untuk menyejahterakan UMKM terdampak pandemi.

Belum Berpengalaman dengan Anak Kecil? Ini 3 Cara agar Disukai Mereka
Fun
Belum Berpengalaman dengan Anak Kecil? Ini 3 Cara agar Disukai Mereka

Membawa hewan peliharaan menjadi salah satu caranya

Bayi Penyu Diamondback Terrapin Langka Ini Punya 2 Kepala dan 6 Kaki
Fun
Bayi Penyu Diamondback Terrapin Langka Ini Punya 2 Kepala dan 6 Kaki

Bayi penyu ini menetas dengan dua kepala dan enam kaki, membuat reptil dari spesies yang sudah tergolong terancam keberadaannya itu menjadi jauh lebih langka.

Perempuan di Masa Pandemi Harus Teladani Kartini
Fun
Perempuan di Masa Pandemi Harus Teladani Kartini

Kartini ini mengajarkan sosok perempuan yang shalihah, berilmu, dan sosial.

Berbekal Ilmu dari Hawaii, Ariel Christina Ramaikan Bisnis Kopi di Indonesia
Hiburan & Gaya Hidup
Dua Tahun Ramadan saat  Pandemi, Transaksi E-Commerce Tetap Meningkat
Fun
Dua Tahun Ramadan saat Pandemi, Transaksi E-Commerce Tetap Meningkat

Tercatat total jumlah transaksi selama Ramadan tahun ini meningkat.

Pekerja Facebook, Uber, dan Microsoft Mulai Ngantor
Fun
Pekerja Facebook, Uber, dan Microsoft Mulai Ngantor

Tiga perusahaan teknologi akan kembali memberlakukan kerja offline dengan protokol kesehatan sangat ketat,