Mengapa Harus Nunda Punya Momongan? Ada yang ingin beradaptasi sebelum memiliki anak. (Foto: Unsplash/Travis Grossen)

ADRIANSYAH dan Andarini bersepakat mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Padahal, usia pernikahan mereka belum genap setahun. Pasangan muda tersebut memutuskan menunda punya anak melalui skema menggunakan alat kontrasepsi dan senggama terputus.

"Ya, bukannya enggak mau punya anak, tapi masih matengin plan dulu. Kan kalau sudah siap semuanya kan enak," kata lelaki biasa disapa Adri kepada merahputih.com.

Adri nan sehari-hari berkutat di dunia kreatif sebagai desain grafis di salah satu perusahaan advertising tersebut tak menampik alasan menunda punya momongan demi mematangkan segala rencana, termasuk soal finansial. Ia mengaku masih ingin bersama istrinya kembali mengisi penuh tabungannya setelah terkuras untuk biaya resepsi pernikahan.

Baca Juga:

Alasan Warga +62 Menunda Belanja Barang Incaran

Di samping itu, Rini sapaan akrab Andarini memilih menunda kehamilan lantaran baru beroleh tantangan baru di tempat kerja. Rini ingin beradaptasi dengan pekerjaannya agar lebih fokus. "Jadi biar enggak ke pecah fokusnya gitu. Kan perlu siap mental juga ketika hamil dan punya anak nantinya. Dan, biaya melahirkan itu sekarang enggak murah meski ada BPJS tetap saja butuh dana lebih buat hal-hal lain," kata Rini.

Perkara finansial ternyata acap jadi problema serius di dalam pernikahan, apalagi bila telah beroleh momongan. Hasil Jakpat Survey Report tentang Apa Resolusimu di Tahun 2022, mencatat sebanyak 40 persen milenial +62 berumur antara 30-44 memiliki resolusi melunasi hutang pada 2022.

Menunda momongan sampai memiliki keadaan finansial memadai. (Foto: Unsplash/Omar Lopez)

Rizki Marman Saputra, perencana keuangan dan Manajer di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mengatakan memang sedang terjadi perubahan terhadap pasangan muda terhadap literasi keuangan. Mereka, seturut Rizki, selangkah lebih jauh dalam merencanakan keuangan apalagi menyangkut ketahanan keuangan pada anak kelak.

"Sudah mulai banyak Milenial khusus Gen Z beralih ke joint income antara suami dan istri. Jadi, enggak lagi semata-mata segala kebutuhan harus disokong suami sepenuhnya", kata perencana keuangan pemegang sertifikasi Certified Financial Planner (CFP), Qualified Wealth Planner (QWP), Associate Estate Planning Practitioner (AEPP), dan Certified Personal Finance (CPF).

Baca Juga:

+62 Bicara Yang Tertunda

Pasangan muda, lanjutnya, bisa saja menaruh dana untuk persiapan lahiran di deposito bila memang berencana dalam satu atau dua tahun kelak punya momongan. "Tapi tergantung profil risikonya. Bisa saja bila sudah matang secara finansial apalagi masih di atas tiga tahun baru ingin punya anak, dana tersebut bisa diinvestasikan," kata Rizki.

Rizki Marman Saputra, perencana keuangan dan Manajer di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: Istimewa)

Setiap pasangan tentunya memiliki strategi untuk tetap membuat rumah tangganya harmonis, termasuk menunda punya anak. Beberapa pasangan muda memutuskan menunda punya momongan karena ingin menikmati momen berdua secara berkualitas. Mungkin saja memang nikah dengan jalan pacaran singkat, maka setelah sah sebagai suami-istri masih ingin berdua.

Ada pula saat memilih untuk fokus pada karier. Bukan berarti mereka tidak peduli dengan kehadiran anak tetapi justru ingin lebih mementingkan kematangan dari segala hal termasuk finansial. Terlebih saat ini biaya kebutuhan hidup juga semakin tinggi.

Beberapa pasangan menunda punya anak karena ingin memiliki tempat tinggal milik sendiri. Tak sedikit pasangan muda menumpang tinggal di rumah mertua kemudian justru timbul terjadi permasalahan berkait ketidakcocokan kebiasaan. Tak heran beberapa pasangan ingin mandiri, paling tidak agar tak lagi merepotkan orang tua.

Alasan selanjutnya kesiapan mental. Tak sedikit orang tua muda memiliki ketakutan cukup tinggi entah untuk dirinya sendiri, pasangan, orang di sekitarnya terhadap anaknya kelak. Banyak dari mereka menunda memiliki anak karena takut merasa tidak bisa menjadi orang tua sempurna.

Hal tersebut muncul karena ada pemahaman mendidik seorang anak bukanlah hal mudah. Memiliki anak tentunya akan membuat seseorang mengalami perubahan dan tidak semua orang siap akan hal itu. Jadi, tak heran kemudian para orang tua muda menunda punya anak demi menyiapkan kematangan mentalnya dalam mengurus anak. (pid)

Baca Juga:

Alasan Warga +62 Menunda Check Out Barang Impian di Marketplace

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ajarkan Menulis Sejak Dini dan Rasakan Manfaatnya pada Anak
Fun
Ajarkan Menulis Sejak Dini dan Rasakan Manfaatnya pada Anak

Menulis adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dikuasai oleh siapa saja tanpa terkecuali.

Ravi Andika Sajikan Visual Kocak dalam Video Musik 'Tuan Muda Jenaka'
ShowBiz
Daftar Pemenang Hajatan Billboard Music Awards 2022
ShowBiz
Daftar Pemenang Hajatan Billboard Music Awards 2022

Billboard Music Awards 2022 digelar di MGM Grand Garden Arena.

Uta Bernyanyi Kembali di Anime 'One Piece Christmas Special'
Fun
Uta Bernyanyi Kembali di Anime 'One Piece Christmas Special'

Anime berdurasi singkat ini menampilkan lagu terbaru Uta untuk rayakan hari spesial dengan suaranya yang merdu.

Ekspedisi Cornelis de Houtman Awali Penjajahan Hindia-Belanda
Fun
Ekspedisi Cornelis de Houtman Awali Penjajahan Hindia-Belanda

Empat kapal pedagang yang dipimpin De Houtman pergi menuju Hindia.

AIMI BerAKSI bersama Pawai Payung Menyusui
Fun
AIMI BerAKSI bersama Pawai Payung Menyusui

Kampanye untuk merayakan pekan menyusui dunia.

Data Ponsel Pintar dapat Prediksi Berapa Lama Usiamu
Fun
Data Ponsel Pintar dapat Prediksi Berapa Lama Usiamu

Peneliti dari University of Illinois meletakkan dasar untuk kemungkinan itu dalam sebuah penelitian

Migrain Muncul Setelah Mengonsumsi Karbohidrat dan Gula?
Fun
Migrain Muncul Setelah Mengonsumsi Karbohidrat dan Gula?

Banyak orang merasa migrain setelah mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat.

Saatnya Nonton, Film Horor Terbaik Netflix di 2022
ShowBiz
Saatnya Nonton, Film Horor Terbaik Netflix di 2022

Bisa jadi referensi untuk nonton bersama keluarga, teman, atau pasangan.

Tips 'Makeup' pada Kulit Lansia
Fun
Tips 'Makeup' pada Kulit Lansia

Makeup tak hanya untuk anak muda, tetapi juga hak para lansia.