Seni

Takashi Murakami Sulap Ruangan CT Scan Jadi Lebih Berwarna

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 02 November 2020
Takashi Murakami Sulap Ruangan CT Scan Jadi Lebih Berwarna

Desain bunga khas Takashi Murakami hiasi ruangan CT Scan Children's National Hospital di Washington, DC. (Foto: RxART)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SENIMAN Takashi Murakami pilih tempat baru untuk pamerkan karyanya. Bukan di museum maupun galeri, melainkan sebuah rumah sakit anak di Washington DC.

Artis asal Jepang itu berharap upaya kreatifnya dapat berkontribusi pada kesejahteraan serta peningkatan pengalaman bagi pasien, pengguna layanan, dan staf. Demikian laporan laman Hypebeast.

Baca juga:

Takashi Murakami Ceritakan Kebangkrutannya di IGTV

"Karya bunga saya dipasang untuk membungkus pemindai CT/PET dan kertas dinding di Children's National Hospital di Washington, DC. Terima kasih kepada tim RxArt untuk pengaturannya," tulis Murakami dalam unggahan Instagram pribadinya.

Dalam beberapa foto yang dibagikan, terlihat sebuah ruangan rumah sakit penuh dengan gambar bunga khasnya Murakami. Mesin pemindai yang biasanya berwarna putih abu-abu, dihiasi warna dasar biru muda lengkap dengan gambar awan putih dan beberapa bunga warna-warni tersenyum.

Begitu pula dengan keempat sisi ruangan yang tampak sangat ramai dan mencolok karena penuh dengan motif bunga beraneka warna.

Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Takashi Murakami dengan Gagosian dan RxART. (Foto: RxART)

Proyek desain tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Takashi Murakami dengan Gagosian dan RxART. Gagosian adalah jaringan global galeri seni yang mengkhususkan diri pada seni modern dan kontemporer di delapan belas ruang pameran di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Sementara RxART ialah sebuah organisasi nonprofit yang mempunyai misi untuk membantu anak-anak sembuh melalui kekuatan seni visual. Mereka bekerjasama dengan seniman kontemporer untuk mengubah fasilitas perawatan kesehatan menjadi lingkungan menarik, serta menginspirasi yang penuh keindahan, humor, dan kenyamanan.

Mengutip laman resmi RxART, melalui proyek ini ruangan yang tadinya mengintimidasi dan menakutkan dapat berubah menjadi ruang yang lebih menyenangkan. Tujuannya untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan banyak pasien anak ketika sedang melakukan pemindaian.

Baca juga:

Takashi Murakami Berkolaborasi dengan Hello Kitty

Kabarnya, ada sekitar 220 produser PET dan 2.290 CT Scan yang dilakukan setiap tahunnya di Children's National. Pasien anak-anak mulai dari neonatus, balita, anak kecil, remaja, dan dewasa muda diperiksa di unit tersebut.

"Saya harap anda dapat melihat seberapa besar penambahan dari pekerjaan ini. CT Suite dapat menjadi lingkungan yang mengesankan dan keindahan serta kejenakaan ini sangat membantu," ungkap Dr. Dorothy Bulas, Kepala Radiologi Children's National Hospital.

Mereka berharap bukan anak yang perlu datang kesini. Tetapi ketika itu terjadi, pihak rumah sakit ingin meyakinkan mereka akan mendapatkan perawatan terbaik. "Keindahan proyek RxART ini semakin meyakinkan bahwa mereka (anak-anak) berada di tangan yang tepat," tambahnya.

Warna-warni cerah ini diharapkan dapat menenangkan anak ketika melakukan pemindaian. (Foto: RxART)

Hiasan ruangan pemindaian dengan karya bunga ala Murakami ini jelas sebuah langkah yang tepat. Sebab mengutip laman Sciencing, warna cerah dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku anak.

Dokter menyebutkan warna dapat memengaruhi emosi serta memiliki efek signifikan pada perkembangan anak. Misalnya, warna hangat seperti oranye dan kuning menghadirkan kebahagiaan dan kenyamanan.

Sedangkan warna biru dan hijau cenderung memberi efek menenangkan. Intinya, desain pola warna-warni khas Murakami itu dapat mengubah suasana menyeramkan di ruang CT Scan menjadi lebih ramah anak. (sam)

Baca juga:

Takashi Murakami Rilis Koleksi Spesial Dukung Gerakan 'Black Lives Matter'

#Seniman #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Samantha Samsuddin

Be the one who brings happiness

Berita Terkait

ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Fun
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Lawless Jakarta dan Magnumotion menggelar kompetisi seni Scream of The Sirens dengan total hadiah Rp50 juta, iPad Pro, dan peluang magang bagi peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
ShowBiz
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 menggandeng seniman visual Marishka Soerkarna untuk merumuskan konsep artistik festival melalui pendekatan visual yang sarat emosi dan refleksi sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Bagikan