Tahapan Pengadaan dan Produksi Vaksin COVID-19 di Bio Farma Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Indonesia sedang berjuang untuk mendapatkan vaksin COVID-19 sebagai jalan meredakan pandemi. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memparkan, paling tidak ada dua pendekatan strategis yang dipilih dalam hal pembuatan vaksin, yaitu untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka panjang, Bio Farma mengembangkan vaksin Merah-Putih yang berkolaborasi dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman yang akan menggunakan strain virus asli Indonesia.

Vaksin Merah Putih, diharapkan akan diproduksi pada quarter 3 (Q3) dan Q4 pada 2022, bekerjasama dengan lembaga Eijkman yang berperan untuk penelitian awal sampai dengan pembuatan bibit vaksin.

Baca Juga:

Beda Kelemahan Vaksin Astra Zenica dan Vaksin Sinovac Bandung

Kemudian pada Q1 – Q2 pada 2021 akan dilanjutkan oleh Bio Farma dari mulai preclinical trial. Uji klinis tahap I, II dan III-nya kemudian untuk diregistrasikan ke Badan POM.

Sambil menunggu vaksin buatan asli Indonesia ini dibuat, Bio Farma untuk jangka pendeknya, perusahaan menggandeng pembuat vaksin aal Tiongkok, Sinovac, untuk penyediaan vaksin COVID-19 yang saat ini memasuki tahap uji klinis tahap III di Bandung, Jawa Barat.

Bio Farma menegaskan, alasan menggandeng Sinovac, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan penelitian vaksin untuk Covid-19 yang masuk daftar vaksin Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Sinovac bagi Bio Farma, bukan sekedar partner asing karena dalam perjalanannya kedua perusahaan ini sudah melakukan pengembangan produk bersama. Sinovac menjadi salah satu perusahaan vaksin yang sudah mendapatkan sertifikasi dari WHO.

Faktor lainnya pilihan pada vaksin COVID-19 Sinovak, adalah jenis vaksin inactivated atau vaksin yang sudah dimatikan, dan Bio Farma sudah menguasai metode pembuatan vaksin tersebut.

Lab Vaksin Bio Farma
Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: bumn.go.id)

Bio Farma sendiri sudah siap untuk menerima bahan baku vaksin dari Sinovac pada November 2020 mendatang sebanyak 10 juta dosis. Lalu berturut-turut akan dikirimkan 40 juta dosis dalam jangka waktu Desember 2020 – Maret 2021. Sehingga total bahan baku vaksin yang akan Bio Farma terima dari Sinovac sebanyak 50 juta dosis vaksin.

Kemudian perusahaan asal Tiongkok ini juga akan memprioritaskan bahan baku vaksin COVID-19 tersebut sebanyak 210 juta dosis hingga Desember 2021 sehingga total dari Sinovac ada 260 juta dosis.

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia tidak hanya mengandalkan Sinovac. Honesti, satu anggota holding BUMN Farmasi yaitu PT Kimia Farma, Tbk, sudah melakukan MoU dengan perusahaan farmasi dari Uni Emirate Arab, G42. MoU tersebut untuk mendapatkan 10 juta dosis vaksin dalam bentuk final product pada Desember 2020.

Selain 10 juta dosis pada tahun 2021, G42 komitmen untuk memberikan suplai sebanyak 50 juta dosis. Total vaksin yang akan didapat dari G42 sebanyak 60 juta dosis.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito mengatakan, pihaknya memantau proses pengadaan vaksin oleh Bio Farma. Vaksin COVID-19 sudah mulai masuk uji klinis tahap III, diharapkan mencapai hasil lebih maksimal dibandingkan uji klinis tahap I dan II sebelumnya.

“Badan POM juga sudah mendampingi ekspansi kapasitas produksi dari Bio Farma untuk nanti kita bisa melakukan tahapan pengembangan vaksin di Indonesia. Jadi, kedepannya kita tidak hanya membeli produk yang sudah jadi dari luar negeri, tetapi juga bisa memproduksi sendiri di di dalam negeri,” ujar Penny. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Luhut Minta Tambahan 20 Juta Vaksin COVID-19 Pada UEA

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sedang Mabuk, Ini Alasan Oknum Perwira TNI AL Nekat Habisi Nyawa Babinsa
Indonesia
Sedang Mabuk, Ini Alasan Oknum Perwira TNI AL Nekat Habisi Nyawa Babinsa

Kasus tersebut berawal saat tersangka datang ke Hotel Mercure dalam kondisi setengah mabuk setelah mengonsumsi minuman keras.

Pidato Lengkap Jengkelnya Jokowi Pada Menteri Saat Rapat Kabinet
Indonesia
Pidato Lengkap Jengkelnya Jokowi Pada Menteri Saat Rapat Kabinet

Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Lha kalau saya lihat bapak ibu dan sudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali.

Wagub DKI Larang Uang Bansos Digunakan Beli Miras
Indonesia
Wagub DKI Larang Uang Bansos Digunakan Beli Miras

"Masyarakat bisa membelanjakan keperluan masing masing yang penting tidak boleh rokok, miras yang tidak perlu," tegasnya.

Pakai Pengeras Suara Masjid, Gulkarmat Sosialisasikan Kewaspadaan Kebakaran
Indonesia
Pakai Pengeras Suara Masjid, Gulkarmat Sosialisasikan Kewaspadaan Kebakaran

Gulkarmat DKI mempunyai cara jitu melakukan mitigasi kebakaran dengan menyiarkan lewat pengeras suara di tempat ibadah.

DPR Minta Mendikbud Evaluasi PPDB
Indonesia
DPR Minta Mendikbud Evaluasi PPDB

Kemendikbud harus lebih mengatur detail dan memberi solusi

COVID-19 Tak Terkendali, Komnas HAM Minta Pilkada Ditunda
Indonesia
COVID-19 Tak Terkendali, Komnas HAM Minta Pilkada Ditunda

"Seluruh proses yang telah berjalan tetap dinyatakan sah dan berlaku untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi para peserta Pilkada," ujar Hairansyah.

Jokowi Soroti Berbagai Program Pemerintah yang Terhambat
Indonesia
Jokowi Soroti Berbagai Program Pemerintah yang Terhambat

Situasi krisis akibat pandemi COVID-19 ini, belanja pemerintah adalah mesin untuk mendorong permintaan dan konsumsi masyarakat.

[HOAKS atau FAKTA] Transmart Ditutup 10 Hari Gegara Pegawai Kena COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Transmart Ditutup 10 Hari Gegara Pegawai Kena COVID-19

Beredar melalui pesan berantai Whatsapp informasi yang menyebutkan belasan orang terpapar positif COVID-19 di Transmart.

Wagub DKI: Anies Minta Pembahasan Raperda COVID-19 Segera Ditetapkan
Indonesia
Wagub DKI: Anies Minta Pembahasan Raperda COVID-19 Segera Ditetapkan

Riza mengatakan, Anies mengharapkan agar pembahasan Raperda penanggulangan COVID-19 secepatnya dibahas dan diselesaikan.

UU Cipta Kerja Masukkan Amdal Bagian Izin Usaha
Indonesia
UU Cipta Kerja Masukkan Amdal Bagian Izin Usaha

BKPM memastikan semua perizinan juga terintegrasi lewat sistem layanan terpadu atau Online Single Submission (OSS) untuk mendorong adanya transparansi, efesiensi, dan mengurangi korupsi.