Luhut Minta Tambahan 20 Juta Vaksin COVID-19 Pada UEA Lab Vaksin COVID-19 (Foto: bumn.go.id))

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia bakal melakukan pendekatan pada pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk meminta tambahan 20 juta dosis vaksin COVID-19 tahun ini. Indonesia sudah punya komitmen mendapatkan 30 juta dosis vaksin COVID-19 pada kuartal IV tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mendorong agar jumlahnya vaksin COVID-19 bisa mencapai 50 juta dosis dengan tambahan dari UEA.

"Nanti mungkin dari G42 dari Abu Dhabi. Saya bicara sama Menteri Suhail (Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei) mau minta tambahan 20 juta lagi masuk sini," katanya.

Baca Juga:

Diplomasi Vaksin COVID-19 Ala Indonesia

Ia menegaskan, tiga bulan ke depan menjadi waktu yang krusial bagi Indonesia untuk mengendalikan COVID19. Presiden Jokowi telah memerintahkanya untuk fokus dalam penanganan COVID-19 di delapan provinsi yang berkontribusi hingga 75 persen dari kasus nasional.

"Jadi kalau kita pakai strategi mengatasi itu, the rest (sisanya) menurut saya sih sangat terkendali sampai nanti kita dapat vaksin," katanya.

Luhut menjelaskan, berdasarkan data terbaru, tingkat kesembuhan (recovery rate) di Indonesia telah mencapai 71,5 persen. Ia juga mengakui, di awal-awal merebaknya pandemi di Indonesia, yakni sekitar Maret-April, penanganan tidak maksimal karena kondisi yang baru pertama kali terjadi.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.(Foto: Kemenko Kemaritiman dan Investasi)
Caption

"Tapi sekarang dengan berjalannya waktu kita sudah makin paham bagaimana kira-kira kita bereaksi terhadap ini. Saya juga minta saudara-saudara sekalian, tidak ada satu negara pun yang berani mengklaim mereka bisa mengendalikan ini dengan baik, pasti ada up and down-nya sama dengan kita," katanya.

Saat ini, Indonesia punya komitmen unuk mendapatkan pasokan vaksin dari UEA da Tiongkok. Selain itu, Indonesia tegah kembangkan vaksin merah putih. Paling tidak, pemerintah sendiri menargetkan agar Indonesia mendapat akses antara 250 juta hingga 300 juta dosis vaksin COVID-19 hingga tahun depan.

Target itu akan dicapai melalui 10 sumber yakni Sinovac, G-42/Wuhan Institute Biological Products/Sinopharm, Astra Zaneca, GAVI/CEPI, dan CanSino Biological Inc./Beijing Institute Technology. Kemudian juga dari BioNTech /Fosun Pharma/Pfizer, Modena/NIAID (National Institute of Allergy and Infrctious Diseases, Acturus Therapeutics/Duke-NUS, Genexine.

Baca Juga:

Beda Kelemahan Vaksin Astra Zenica dan Vaksin Sinovac Bandung



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH