Beda Kelemahan Vaksin Astra Zenica dan Vaksin Sinovac Bandung Uji Klinis Vaksin COVID-19. (Foto: Antara).

MerahPutih.com – Penghentian sementara uji klinis vaksin COVID-19 fase tiga atau akhir oleh Oxford University dan AstraZeneca membuat publik bertanya-tanya soal keamanan vaksin, termasuk vaksin yang tengah uji klinis di Indonesia, vaksin COVID-19 Sinovac Biotech seiring adanya relawan yang juga terkena COVID-19, setelah bepergian dari Bandung ke Semarang.

Peneliti utama uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr.,Sp.A(K).,MM, membeberkan perbedaan vaksin Astra Zenica di mana ada relawan uji klinisnya yang sakit setelah disuntik vaksin.

Kusnandi yakin, uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung, yang menggunakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dengan dengan vaksin yang diuji klinis Astra Zenica memiliki perbedaan mendasar.

Baca Juga:

Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprotan Hidung

Vaksin Astra Zenica terbuat dari dari virus dua jenis virus yang berbeda, yakni adenovirus yang disuntik virus corona. Sehingga ada 2 virus yang disuntikkan kepada sukarelawan uji klinis vaksin ini.

Menurut Kusnandi, vaksin dengan metode pembuatan yang dilakukan Astra Zaneca akan berbeda-beda pengaruhnya terhadap tubuh sukarelawan. Ada sukarelawan yang cocok dan ada juga yang mendapat efek sakit seperti yang terjadi dalam uji coba tahap akhir Astra Zaneca. Karena itu, saat ini Astra Zaneca menghentikan uji coba karena ada relawan yang sakit neurologis.

Berbeda dengan jenis vaksin yang diuji klinis di Bandung, kata Kusnandi, uji klinis ini, hasil kerja sama perusahaan vaksin Sinovac Biotech dengan PT Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad yang saat ini masuk ke tahap akhir atau tahap III, terbuat dari virus corona yang dimatikan atau non aktif.

“Dimatikan jadi tidak mungkin sebabkan sakit,” kata Kusnandi, dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-63 Unpad yang digelar luring dan daring, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung, Jumat (11/9).

Kustandi Rusmil, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19. (Dok Unpad)
Kustandi Rusmil, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19. (Foto: Unpad)

Namun membuat vaksin dengan metode mematikan virus bukannya tidak punya kelemahan. Kelemahan metode ini yaitu ada pada masalah imunegenik, yaitu pembangkitan sistem imun spesifik untuk melawan virus.

Untuk mengatasi masalah imonegenik tersebut maka peneliti di Bandung melakukan dua kali penyuntikan vaksin terhadap relawan.

“Jadi disuntikannya itu harus beberapa kali. Pada uji klinis di Indonesia (Bandung) kita lakukan 2 kali penyuntikan dengan jarak kurang lebih 14 hari,” kata Kusnandi.

Dalam penelitian ini, Kusnanti melibatkan ahli-ahli medis dari FK Unpad yang totalnya mencapai 102 orang. Penelitian dipimpin oleh dokter dari bidang ilmu kesehatan anak. “Kami telah melakukan itu semoga kami dapat berhasil untuk uji klinis ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kustandi Rusmil yang juga Ketua Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 mengangkat tema “Teknologi Vaksin dan Uji Klinis Covid-19”. (Iman Ha/Jawa Barat).

Baca Juga:

Anies Tegaskan PSBB di Jakarta Belum Pernah Dicabut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketumnya Mau Dikudeta, DPD Demokrat Jakarta Tegaskan Tunduk Pada AHY
Indonesia
Ketumnya Mau Dikudeta, DPD Demokrat Jakarta Tegaskan Tunduk Pada AHY

"Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan KLB," ujar AHY di Jakarta, Senin (1/2).

Kasus Penjualan Senpi Beserta Amunisinya Oleh Anggota Polri ke KKB Diharap Tak Perkeruh Suasana
Indonesia
Kasus Penjualan Senpi Beserta Amunisinya Oleh Anggota Polri ke KKB Diharap Tak Perkeruh Suasana

Langkah itu menurut dia agar dapat memberikan efek jera serta pembelajaran bagi aparat Kepolisian lainnya

Tidak Ada Anggaran, Gibran Pakai Mobil Dinas Bekas saat Jadi Wali Kota Solo
Indonesia
Tidak Ada Anggaran, Gibran Pakai Mobil Dinas Bekas saat Jadi Wali Kota Solo

Pemkot Solo memastikan tidak ada anggaran dari APBD 2021 untuk pengadaan mobil dinas baru bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa.

Kasus Corona DKI Jumat (4/9): 44.604 Positif, 33.260 Orang Sembuh
Indonesia
Kasus Corona DKI Jumat (4/9): 44.604 Positif, 33.260 Orang Sembuh

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyatakan hingga hari ini kasus corona di ibu kota mencapai 44.604 jiwa.

Anies Usulkan PLN Buat Panel Surya di Rumah-Rumah Warga
Indonesia
Anies Usulkan PLN Buat Panel Surya di Rumah-Rumah Warga

Konsumsi listrik Jakarta sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

Wagub DKI Tegaskan Pembukaan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap
Indonesia
Wagub DKI Tegaskan Pembukaan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap

nantinya dibuka bertahap diawali dengan perguruan tinggi dan dilanjutkan Sekolah Menengah Akhir (SMA).

[HOAKS atau FAKTA]: Ucapkan Kalimat Syahadat Dijamin Dapat Bensin Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ucapkan Kalimat Syahadat Dijamin Dapat Bensin Gratis

“[Khusus non muslim] GRATIS BBM dua liter setiap baca syahadat”

KPK Periksa Wagub Terkait Suap Gubernur Sulsel
Indonesia
KPK Periksa Wagub Terkait Suap Gubernur Sulsel

Selain Wagub Sulsel, tim penyidik KPK juga memanggil satu orang pihak swasta bernama Thiawudy Wikarso dalam kasus yang sama.

Otto Hasibuan Menang Gugatan Tunggakan Utang Fee Pengacara Djoko Tjandra
Indonesia
Otto Hasibuan Menang Gugatan Tunggakan Utang Fee Pengacara Djoko Tjandra

Selama ini ada pandangan bahwa advokat selalu merugikan kliennya

Polisi Kena 'Prank' Keluarga Youtuber 'Sampah' Ferdian Paleka?
Indonesia
Polisi Kena 'Prank' Keluarga Youtuber 'Sampah' Ferdian Paleka?

Bahkan, orang tua pelaku cenderung melindungi keberadaan anaknya