Studi Neurologi: Tidur Bisa Membantu Proses Emosi Otak membantu memperkuat emosi positif dan melemahkan emosi negatif atau traumatis yang kuat selama tidur. (Foto: Unsplash/Zohre Nemati)

KUALITAS tidur seringkali dikaitkan dengan tingkat emosi seseorang. Namun, seberapa besar pengaruhnya satu sama lain hingga saat ini masih diteliti lebih lanjut. Seperti yang dilakukan para peneliti di Departemen Neurologi Universitas Bern dan Rumah Sakit Universitas Bern, yang mengidentifikasi bagaimana otak mengatur emosi selama bermimpi saat tidur untuk mengkonsolidasikan penyimpanan emosi positif sambil meredam konsolidasi emosi negatif.

Studi ini mempelajari pentingnya tidur dalam kesehatan mental dan menawarkan cara untuk strategi terapi baru seperti dikutip dari jurnal Neuroscience pada Selasa (18/5).

Gerakan mata cepat saat tidur (REM atau paradoksikal) adalah keadaan tidur yang unik dan misterius di mana sebagian besar mimpi terjadi bersamaan dengan isi emosional yang intens. Namun, bagaimana dan mengapa emosi ini diaktifkan kembali belum diketahui dengan jelas.

Korteks prefrontal mengintegrasikan banyak emosi ini selama terjaga tetapi muncul secara paradoks diam selama tidur REM.

“Tujuan kami adalah untuk memahami mekanisme yang mendasari dan fungsi dari fenomena yang begitu mengejutkan,” kata Prof. Antoine Adamantidis dari Departemen Penelitian Biomedis (DBMR) di Universitas Bern dan Departemen Neurologi di Inselspital, Rumah Sakit Universitas Bern.

Baca juga:

Hubungan Tidur Cukup dengan Kesehatan Tubuh

Studi Neurologi: Tidur Bisa Membantu Proses Emosi
Saat REM sebagian besar mimpi terjadi bersamaan dengan isi emosional yang intens. (Foto: Pexels/Pixabay)

Memproses emosi, khususnya membedakan antara bahaya dan keamanan, sangat penting untuk kelangsungan hidup hewan. Pada manusia, emosi negatif yang berlebihan, seperti reaksi ketakutan dan kecemasan, menyebabkan kondisi patologis seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Di Eropa, sekitar 15 persen populasi dipengaruhi oleh kecemasan yang terus-menerus dan penyakit mental yang parah. Kelompok penelitian yang dipimpin oleh Antoine Adamantidis, memberikan wawasan tentang bagaimana otak membantu memperkuat emosi positif dan melemahkan emosi negatif atau traumatis yang kuat selama tidur REM. Studi ini dipublikasikan di jurnal Science.

Mekanisme ganda

Studi Neurologi: Tidur Bisa Membantu Proses Emosi
Tidur juga memengaruhi kesehatan metal. (Foto: Unsplash/Mert Kahveci)

Para peneliti pertama-tama mengkondisikan tikus untuk mengenali rangsangan pendengaran yang terkait dengan keamanan dan lainnya yang terkait dengan bahaya (rangsangan permusuhan). Aktivitas neuron di otak tikus kemudian direkam selama siklus tidur-bangun.

Dengan cara ini, para peneliti dapat memetakan berbagai area sel dan menentukan bagaimana ingatan emosional diubah selama tidur REM.

Neuron terdiri dari badan sel (soma) yang mengintegrasikan informasi yang berasal dari dendrit (input) dan mengirimkan sinyal ke neuron lain melalui aksonnya (output). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa soma sel tetap diam sementara dendritnya diaktifkan.

“Ini berarti pemisahan dua kompartemen seluler, dengan kata lain soma tertidur lelap dan dendrit terjaga,” jelas Adamantidis.

Pemisahan ini penting karena aktivitas dendrit yang kuat memungkinkan penyandian emosi bahaya dan keamanan, sementara penghambatan soma sepenuhnya memblokir output sirkuit selama tidur REM. Dengan kata lain, otak mendukung diskriminasi keamanan versus bahaya di dendrit, tetapi menghalangi reaksi berlebihan terhadap emosi, khususnya bahaya.

Baca juga:

Kamu Bisa Lebih Sehat Jika Tidur Sendiri, Tanpa Pasangan

Menurut para peneliti, koeksistensi kedua mekanisme bermanfaat bagi stabilitas dan kelangsungan hidup organisme. “Mekanisme dua arah ini penting untuk mengoptimalkan pembedaan antara sinyal berbahaya dan aman,” kata Mattia Aime dari DBMR, penulis pertama studi tersebut.

Jika diskriminasi ini hilang pada manusia dan reaksi ketakutan yang berlebihan dihasilkan, ini dapat menyebabkan gangguan kecemasan.

Temuan ini sangat relevan dengan kondisi patologis seperti gangguan stres pasca-trauma, di mana trauma terlalu terkonsolidasi di korteks prefrontal, hari demi hari selama tidur.

Temuan ini membuka jalan menuju pemahaman yang lebih baik tentang pemrosesan emosi selama tidur pada manusia, sekaligus membuka perspektif baru untuk target terapeutik untuk mengobati pemrosesan memori traumatis yang maladaptif, seperti gangguan stres PTSD dan konsolidasi awal yang bergantung pada tidur.

Penelitian tidur dan obat tidur telah lama menjadi fokus penelitian Universitas Bern dan Inselspital, Rumah Sakit Universitas Bern. “Kami berharap temuan kami tidak hanya menarik bagi pasien, tetapi juga masyarakat luas,” demikian jelas Adamantidis. (*)

Baca juga:

Selain Makan dan Olahraga, Tidur juga Menentukan Keberhasilan Diet

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Apple Buat  Fitur Dark Mode untuk Safari Web
Fun
Apple Buat Fitur Dark Mode untuk Safari Web

Fitur baru ini akan berfungsi pada situs web individu dan mengikuti referensi ...

Peta Bintang Tertua Berumur 3.600 Tahun akan Dipajang di British Museum
Fun
Peta Bintang Tertua Berumur 3.600 Tahun akan Dipajang di British Museum

Ahli sejarah percaya bahwa kepingan itu berasal dari 1.600 SM.

Mengenal Teknologi Kamera Ponsel Canggih pada Huawei P50 Pro
Fun
Mengenal Teknologi Kamera Ponsel Canggih pada Huawei P50 Pro

Huawei P50 Pro memperkenalkan sistem kamera dual-matrix pertama

Museum Comic-Con Hadir untuk Pencinta Budaya Pop Dunia
Fun
Museum Comic-Con Hadir untuk Pencinta Budaya Pop Dunia

Comic-Con bermula dari pertemuan kecil, konvensi, hingga kini memiliki museum sendiri.

Kenali Makna di Balik Festival Kue Bulan
Fun
Kenali Makna di Balik Festival Kue Bulan

Festival kue bulan dirayakan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Strawberry Lemonade untuk Menyegarkan Harimu
Fun
Strawberry Lemonade untuk Menyegarkan Harimu

Strawberry Lemonade mudah dibuat di rumah.

5 Dekorasi Imlek Dipercaya dapat Membawa Keberuntungan
Fun
5 Dekorasi Imlek Dipercaya dapat Membawa Keberuntungan

Mulai dekorasi rumah untuk menyambut Tahun Baru Imlek.

COVID-19 Resmi Jadi Pandemi Paling Parah dalam Sejarah AS
Hiburan & Gaya Hidup
COVID-19 Resmi Jadi Pandemi Paling Parah dalam Sejarah AS

Jumlah kematian harian di AS tidak pernah di bawah angka 144.

Adu Cepat Internet Negara ASEAN, Indonesia Peringkat Berapa?
Fun
Adu Cepat Internet Negara ASEAN, Indonesia Peringkat Berapa?

Melihat kecepatan internet negara-negara ASEAN.

Pakaian dengan UPF, Berikan Perlindungan Ekstra dari Sinar Matahari
Fashion
Pakaian dengan UPF, Berikan Perlindungan Ekstra dari Sinar Matahari

Pakaian pelindung matahari bertindak sebagai penghalang antara kamu dan sinar matahari.