Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Solusi Yang Ditawarkan Pengusaha Tekan Polusi Udara

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Agustus 2023
Solusi Yang Ditawarkan Pengusaha Tekan Polusi Udara

Suasana Jakarta. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polusi udara tengah jadi sorotan publik. Bahkan, polusi udara Jakarta, sempat mencapai 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat atau terburuk di dunia.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan bahwa permasalahan polusi udara membutuhkan solusi berkelanjutan yang didasarkan pada seluruh aspek.

Baca Juga:

Pemprov DKI Larang ASN Bawa Kendaraan Tiap Hari Rabu Tekan Polusi Udara Jakarta

"Polusi udara membutuhkan upaya yang lebih sustainable untuk menyelesaikan permasalahan secara holistik," kata Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani.

Shinta menyampaikan Apindo mendorong pemerintah untuk menyusun kajian sumber utama polusi dengan menyertakan dampak ekonomi dan dampak regulasi.

Selain itu, juga merancang regulasi untuk menargetkan penurunan polusi berdasar kajian tersebut melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan penanganan polusi udara membutuhkan solusi jangka panjang, menengah dan pendek. Menurut dia, salah satu solusi jangka panjang untuk isu polusi adalah transisi energi berkeadilan, dengan memerhatikan pihak-pihak yang terdampak oleh proses transisi tersebut.

"Ini terkait implementasi transisi pemanfaatan energi fosil ke energi bersih dan terbarukan, termasuk akselerasi percepatan penggunaan teknologi dan infrastruktur bisnis yang dibutuhkan," ujarnya.

Shinta menyampaikan isu polusi udara berkaitan dengan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca global, maka transisi energi berkeadilan juga membutuhkan dukungan dari dunia internasional.

Adapun dukungan pemerintah dalam skala nasional adalah pembiayaan, mobilisasi investasi, hingga insentif fiskal. Sebagai contoh, terkait insentif tax holiday untuk pengembangan energi terbarukan tanpa mempertimbangkan nilai investasi.

Dengan demikian pengusaha lokal yang membangun pembangkit skala kecil dengan biaya di bawah batasan investasi juga berhak mendapatkan tax holiday.

Kemudian, solusi jangka pendek adalah melalui fokus atas penegakan regulasi pengendalian polusi yang sudah ada, misalnya kebijakan uji emisi, larangan pembakaran sampah, kebijakan insentif penggunaan kendaraan umum kendaraan listrik.

Tidak hanya itu, stimulus bagi pelaku usaha untuk mengurangi emisi melalui kebijakan insentif untuk mengganti mesin produksi agar menjadi lebih ramah lingkungan, juga kebijakan pasar karbon dan pajak karbon.

Sedangkan untuk solusi jangka menengah, Apindo turut mendukung program-program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas.

Seperti peningkatan pengadaan moda transportasi yang ramah lingkungan, di antaranya kendaraan listrik dan Mass Rapid Transport, dan dekarbonisasi rantai pasok.

"Apindo juga mendukung pengumpulan data akurat secara real time seperti alat sensor kualitas udara di banyak tempat sebagai solusi krusial demi meningkatkan kesadaran masyarakat perihal peningkatan polusi udara," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 yang mengatur mitigasi risiko dan adaptasi terhadap perubahan iklim perlu dilakukan dengan cara yang wajar dan berkeadilan.

Sehingga diperlukan implementasi dekarbonisasi secara makro maupun mikro yang dilakukan secara end-to-end atas rantai pasokan.

Apindo juga menilai agar kebijakan work from home tidak semata bersifat temporer dan reaktif, karena tidak semua semua sektor usaha dapat menerapkan WFH seperti pekerja pabrik yang harus melakukan kegiatan produksi.

"Kajian sumber utama polusi juga diperlukan dengan sejumlah pertimbangan," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Kader PDIP Minta Heru Budi Serius Tangani Polusi Udara, Jangan Hanya KTT ASEAN

#Dampak El Nino #Polusi Udara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ancaman El Nino Bisa Picu Krisis Listrik Nasional Sampai Januari 2027
BMKG peringatkan lonjakan beban listrik nasional akibat El Nino hingga Desember 2026. PLTA terancam kekurangan air, konsumsi energi meningkat karena penggunaan pendingin ruangan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Ancaman El Nino Bisa Picu Krisis Listrik Nasional Sampai Januari 2027
Indonesia
El Nino 2026 Menuju Level Sangat Kuat, DPR Ingatkan BMKG Segera Bersiap
Langkah tersebut penting agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat melakukan antisipasi sejak dini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
El Nino 2026 Menuju Level Sangat Kuat, DPR Ingatkan BMKG Segera Bersiap
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Indonesia
Rekor El Nino 2015 Pecah, Baru Juli BMKG Catat Sudah 5.019 Titik Karhutla di Indonesia
BMKG mencatat 5.019 titik panas karhutla hingga Juli 2026, lebih cepat dari El Nino 2015. Puncak risiko Agustus–September, kabut asap mulai terpantau di Kalimantan Barat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Rekor El Nino 2015 Pecah, Baru Juli BMKG Catat Sudah 5.019 Titik Karhutla di Indonesia
Indonesia
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Dinamika atmosfer sepekan ke depan diprediksi masih didominasi kondisi kering
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Lifestyle
BMKG: Hampir Separuh Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Terjadi Agustus-September 2026
BMKG menyebut hampir separuh wilayah Indonesia memasuki musim kemarau. Curah hujan diperkirakan terus menurun hingga puncak kemarau Agustus-September 2026, waspadai karhutla dan krisis air
ImanK - Senin, 13 Juli 2026
BMKG: Hampir Separuh Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Terjadi Agustus-September 2026
Indonesia
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Konsentrasi PM2.5 akibat kebakaran TPA Jatiwaringin mencapai 1.000 µg/m³, 18 kali lipat di atas ambang batas. KLH peringatkan risiko ISPA dan dampak kesehatan warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Indonesia
Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus
Puncak musim kemarau sebagian besar terjadi pada Agustus mendatang, meliputi 369 ZOM atau mencakup 48,84 persen luas daratan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus
Indonesia
Jakarta Juara Dunia Polusi! Udara Ibu Kota Paling Beracun dan Tidak Sehat Sejagad pada Kamis 2 Juli 2026
Paparan konstan polusi level ini berpotensi merusak tanaman hingga menurunkan nilai estetika lingkungan perkotaan secara drastis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta Juara Dunia Polusi! Udara Ibu Kota Paling Beracun dan Tidak Sehat Sejagad pada Kamis 2 Juli 2026
Indonesia
Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Democratic Repiblic of the Congo di angka 204.
Frengky Aruan - Kamis, 25 Juni 2026
Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia
Bagikan