MerahPutih.com - Wacana mengubah sistem tarif KRL commuterline pada 2023 menuai reaksi.
Nantinya harga tiket akan dinaikkan berdasarkan kemampuan finansial. Skema tersebut saat ini masih dikaji oleh Kemenhub.
Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menilai, kenaikan tarif KRL commuterline saat ini belum diperlukan. Menurut Tigor, justru pemerintah harus tetap memberikan subsidi.
Baca Juga:
KAI Commuter Bantah Ada Kenaikan Tarif KRL
"Sehingga masyarakat yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan kereta api, sehingga kemacetan bisa berkurang," jelas Tigor di Jakarta, Senin (2/1).
Menurut dia, pemerintah sebaiknya juga fokus pada upaya memperbaiki pelayanan transportasi publik, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakannya.
Apalagi, ada semangat mengajak masyarakat menggunakan transportasi publik seperti KRL commuterline, utamanya orang-orang yang selama ini menggunakan mobil.
"Jadi menurut saya yang harus difokuskan saat ini adalah meningkatkan pelayanan angkutan umum massal dan juga aksesnya dengan tarif yang terjangkau,” kata Tigor.
Dia mengatakan, untuk mengajak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik, layanan atau kenyamanan yang didapatkan minimal sama seperti ketika menggunakan kendaraan pribadi.
Dengan perbedaan kartu untuk kelompok yang dianggap memiliki kemampuan finansial, dikhawatirkan kelompok masyarakat tersebut akan kembali menggunakan kendaraan pribadi lantaran menganggap pelayanannya merepotkan.
“Fokus pemerintah saat ini memperbaiki pelayanannya dan integrasinya yang menurut saya saat ini masih banyak yang harus dibenahi,” ujarnya.
Baca Juga:
Wapres Ma'ruf Tanggapi Polemik Tarif KRL untuk Orang Kaya dan Miskin
Tigor mencontohkan sistem yang dijalankan di Malaysia.
Di negara tersebut, seluruh warganya mendapatkan subsidi untuk menggunakan transportasi publik, termasuk juga wisatawan asing.
“Jadi tidak usah repot-repot mengatur perbedaan tarif, fokus saja di perbaikan layanan,” tegas Tigor.
Sekadar informasi, pemerintah berencana mengubah sistem tarif KRL commuterline tahun 2023.
Harga tiket KRL akan dinaikkan khusus untuk masyarakat yang ekonominya tergolong mampu agar pemberian subsidi untuk tarif KRL bisa tepat sasaran.
Tarif KRL nantinya akan diterapkan lewat skema subsidi terbatas.
Golongan mampu dan tidak mampu masih dibahas apakah akan diambil dari data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
Sebelumnya ramai diberitakan terkait rencana kenaikan tarif KRL tahun 2023 dari Rp 3 ribu menjadi Rp 5 ribu per 25 km.
Namun, kenaikan tersebut diganti dengan skenario subsidi tarif KRL 2023 yang membebankan orang mampu membayar lebih tinggi untuk mensubsidi golongan tak mampu. (Knu)
Baca Juga:
Seorang Anak Tewas Tertabrak KRL Parung Panjang-Tigaraksa