Setelah 40 Tahun, Restoran Rindu Alam Puncak Akhirnya Ditutup Restoran Rindu Alam resmi ditutup (Foto: tripadvisor/niahans)

SEJAK dulu, Bogor dikenal memiliki keindahan wisata alam yang menjadi daya tarik bagi orang-orang dari berbagai daerah. Untuk sekedar menghilangkan penat dan menenangkan jiwa dari hiruk pikuk di ibu kota. Terkenal sebagai kota hujan, Bogor memiliki suhu relatif dingin dibanding kota lainnya dan membuat salah satu tempat wisatanya, yaitu Puncak, tak pernah sepi dari pengunjung.

Baca juga:

5 Tempat Kuliner Legendaris di Malang, Wajib Mampir!

Kini Puncak telah menjadi ‘sarangnya’ anak muda untuk berkumpul bersama teman-temannya sambil berbagi canda tawa. Tak hanya anak muda, puncak juga menjadi pilihan keluarga untuk menikmati hari pekan.

Jalannya yang cenderung berkelok-kelok dan kabutnya yang tebal tentunya membuat pengendara akan merasa kelelahan sehingga membuat pengendara akan memilih untuk beristirahat sejenak di salah satu restoran yang menjadi ikon puncak, Restoran Rindu Alam.

Setelah 40 Tahun, Restoran Rindu Alam Puncak Akhirnya Ditutup
Penampakan dalam restoran rindu alam (Foto: tripadvisor/wiramahiswara)

Restoran Rindu Alam berdiri diketinggian 1.443 meter di atas permukaan laut. Telah berdiri sejak 1980, Restoran Rindu Alam tak hanya menyediakan makanan yang dapat menggugah selera dan membuat pengunjung menjadi ketagihan. Kenangan yang mungkin paling diingat ketika mampir ke restoran ini adalah saat parkir mobil, mobil yang kamu tumpangi biasanya akan diserbu oleh para pedagang. Mulai dari mainan, jagung bakar, hingga gemblong khas Cipanas.

Di dalam restoran Rindu Alam, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam Bogor yang sangat indah dan semilir angin sejuk dimana pengunjung bisa menikmati panorama tersebut melalui kaca-kaca bening dalam restoran.

Baca juga:

Jajanan Kaki Lima Kekinian Khas Yogyakarta, Murah dan Lezat!

Setelah 40 tahun berdiri, restoran yang dibangun oleh Jenderal TNI, Ibrahim Adjie resmi ditutup pada Kamis, 20 Februari 2020 karena masa kontraknya yang telah habis.

Kepala DKSHE Fahutan IPB Dr Nyoto Santoso mengatakan "akhirnya restoran Rindu Alam digusur juga," kepada laman antaranews November 2019 silam. "Daerah tersebut merupakan tempat resapan air. seharusnya tidak ada bangunan apapun, harus dilindungi dan dijaga," tambahnya.

Mulai dibangun sejak 1979, restoran ini terkenal dengan makanannya yang mampu membawa pengunjung kembali ke masa lalu karena konsep menu yang tak banyak berubah dari awal berdirinya restoran tersebut.

Setelah 40 Tahun, Restoran Rindu Alam Puncak Akhirnya Ditutup
Restoran Resto Alam pada zaman dulu (Foto: instagram/@brauacisaruapuncak)

Bukan hanya makanannya saja yang tak memiliki banyak perubahan, melainkan juga bangunannya. Meski udaranya yang cukup dingin dan angin bertiup begitu kencang sehingga membuat atapnya berserakan, Restoran Rindu Alam tidak melakukan banyak perubahan untuk mempertahankan keaslian dari bangunan restoran ini.

Telah melegenda, restoran tidak hanya sering dikunjungi oleh pengunjung biasa, tetapi juga kerap dikunjungi sejumlah tokoh ternama di Indonesia, seperti mantan Presiden RI Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono serta beberapa pesohor Tanah Air lainnya. (Bel)

Baca juga:

Tak Selalu Pedas, Minangkabau Juga Punya Kuliner Khas yang Manis



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH