Selalu Dikaitkan dengan Kelompok Teroris, Eks FPI Heran Buku FPI dan barang bukti penggeledahan di rumah terduga teroris di Bekasi dan Jaktim. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Tim kuasa eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Aziz Yanuar turut berkomentar tentang pengakuan terduga teroris yang disebut-sebut sebagai anggota FPI.

"Mengenai ada klaim dari eks anggota FPI yang pernah gabung FPI dahulu, dan saat ini menjadi terduga pelaku teror, maka itulah namanya framing jahat," ujarnya pada wartawan, Senin (5/4).

Menurutnya, FPI yang dikaitkan dengan aksi teror saat ini tidak mungkin lantaran organisasi itu sudah bubar.

Baca Juga:

Terduga Teroris Serangan Katedral Makassar Berhubungan dengan FPI

Maka itu, aneh bila sampai ada yang meminta pertanggungjawaban ke pihak yang sudah tidak eksis lagi sebagai sebuah entitas.

"Secara hukum, entitas yang sudah tidak ada alias almarhum, maka tidak bisa diminta pertanggungjawaban," tuturnya.

Dia menegaskan, saat FPI masih eksis secara entitas dahulu, orang-orang yang sok radikal dan mengotot dengan kemauannya sendiri pasti sudah dikeluarkan dari organisasi.

Bahkan, orang-orang tersebut tidak diterima di tubuh FPI yang wasathiah (moderat).

Ia mempertanyakan adanya institusi yang masih eksis dan anggotanya jadi anggota ISIS, tapi tak dikaitkan dengan terorisme dan separatisme.

"Tapi jika FPI yang nyata sudah bubar masih juga dikaitkan? Itulah namanya framing dan upaya pembusukan pada FPI yang sudah bubar," pungkasnya.

Atribut FPI saat gelar barang bukti penangkapan terhadap tersangka teroris berinisial HH (56) di Jalan Raya Condet Nomor 1, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Atribut FPI saat gelar barang bukti penangkapan terhadap tersangka teroris berinisial HH (56) di Jalan Raya Condet Nomor 1, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Sekadar informasi, Ahmad Juniaidi alias AJ (47), terduga teroris yang diringkus pada Densus 88 Antiteror pada Senin (29/3) lalu, mengakui sebagai simpatisan FPI.

Pengakuan itu diungkapkan Ahmad melalui sebuah video berdurasi 1 menit 52 detik.

Ahmad mengakui menjadi simpatisan FPI sejak sang imam besar, Rizieq kembali ke tanah air.

Tak hanya itu, dia juga mengakui tergabung dalam jemaah pengajian Yasin Waratib di bawah pimpinan Husein Al Hasni, terduga teroris lainnya di Condet, Jakarta Timur.

"Saya atas nama Ahmad Junaidi. Salah satu anggota simpatisan FPI semenjak Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia dan saya juga tergabung dalam jemaah pengajian Yasin Waratib d bawah pimpinan Habib Husein Al Hasni Condet yang diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota jemaah pengajian," demikian pengakuan Ahmad.

Baca Juga:

Pengacara Rizieq Tidak Kenal Teroris di Condet yang Miliki Atribut FPI

Dia ditangkap saat sedang tidur di kontrakannya. Diperkirakan ada 20-30 lebih polisi yang melakukan penangkapan tersebut.

Saat diamankan, Ahmad diketahui memakai celana merah dan memakai kaos putih bergambar Rizieq. Sedangkan kedua tangannya diikat dari belakang.

Penangkapan Ahmad itu diketahui berbarengan dengan sejumlah terduga teroris lainnya di Condet dan Bekasi, Senin (29/3). (Knu)

Baca Juga:

Reaksi Pengacara Rizieq Tahu Atribut FPI Ditemukan Saat Penangkapan Teroris

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Terus Bertambah
Indonesia
Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Terus Bertambah

Berdasarkan data di situs Satgas Penanganan COVID-19, pada Jumat (31/7), total kasus di Indonesia ada sebanyak 108.376.

Kereta Rel Listrik akan Bersaing dengan Jalan Tol Solo-Yogyakarta
Indonesia
Kereta Rel Listrik akan Bersaing dengan Jalan Tol Solo-Yogyakarta

Keberadaan KRL tersebut akan bersaing dengan jalan tol Solo-Yogyakarta yang rencananya selesai dibangun pada 2022.

KPK-Kemensetneg Tertibkan Aset GBK, Kemayoran dan TMII Senilai Rp571,5 Triliun
Indonesia
KPK-Kemensetneg Tertibkan Aset GBK, Kemayoran dan TMII Senilai Rp571,5 Triliun

KPK berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara terkait kerja sama penertiban dan pemulihan Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp571,5 triliun.

Mabes Polri Masih Cek Identitas Pelaku Serangan Teror
Indonesia
Mabes Polri Masih Cek Identitas Pelaku Serangan Teror

Berdasarkan video yang diterima, Rabu (31/3), perempuan tersebut mengenakan baju hitam.

Enggak Sembarangan! Ini 'Aturan Main' Jika Ingin Donorkan Darah ke Pasien COVID-19
Indonesia
Enggak Sembarangan! Ini 'Aturan Main' Jika Ingin Donorkan Darah ke Pasien COVID-19

Saat ini, belum ada pilihan obat maupun vaksin untuk pasien COVID-19

17 Ribu Pasien Corona Berhasil Sembuh Setelah Dirawat di Wisma Atlet
Indonesia
17 Ribu Pasien Corona Berhasil Sembuh Setelah Dirawat di Wisma Atlet

Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet telah memulangkan 17.766 pasien terkait virus corona.

Anies Perpanjang PSBB Transisi DKI Jakarta
Indonesia
Anies Perpanjang PSBB Transisi DKI Jakarta

Perpanjangan PSBB terhitung mulai Senin (23/11) sampai dengan Minggu (6/11) sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus COVID-19.

[HOAKS Atau FAKTA]: Pilkada Jalan Terus, Pilpres Bakal Ditunda 7 Tahun Lagi
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Pilkada Jalan Terus, Pilpres Bakal Ditunda 7 Tahun Lagi

Ketentuan tentang pilpres masih diatur dalam UU Pemilu yang menyebut bahwa pemilihan dilaksanakan lima tahun sekali.

Prof Muhammad: DKPP, KPU dan Bawaslu Masih Satu Garis Perjuangan
Indonesia
Prof Muhammad: DKPP, KPU dan Bawaslu Masih Satu Garis Perjuangan

Prof Muhammad menegaskan bahwa DKPP, KPU, dan Bawaslu masih dalam satu koridor yang sama dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia.

Ini Protokol Kesehatan Salat Berjemaah di Masjid saat New Normal
Indonesia
Ini Protokol Kesehatan Salat Berjemaah di Masjid saat New Normal

Salat perlu disesuaikan dengan cara baru demi mencegah penularan COVID-19.