Pengacara Rizieq Tidak Kenal Teroris di Condet yang Miliki Atribut FPI Atribut FPI saat gelar barang bukti penangkapan terhadap tersangka teroris berinisial HH (56) di Jalan Raya Condet Nomor 1, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Pengacara Rizieq Shihab, Azis Yanuar mengaku tidak mengenal dengan terduga teroris yang ditangkap oleh aparat kepolisian di Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3).

"Saya tidak tau, saya tidak kenal, saya tidak tau," ucap Azis di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Timur, pada Selasa (30/3).

Baca Juga

Reaksi Pengacara Rizieq Tahu Atribut FPI Ditemukan Saat Penangkapan Teroris

Sampai saat ini, kata Azis, eks anggota Front Pembela Islam (FPI) hingga kini belum mencari tahu siapa terduga teroris yang ditangkap di Condet menyimpan atribut FPI.

Lagi pula organisasi masyarakat (Ormas) yang menaungi Rizieq Shihab, sudah tidak diakui oleh negara atau sudah legal menjadi Ormas.

"FPI sudah bubar, tapi atributnya masih ada di mana-mana," urai Azis.

Buku FPI dan barang bukti penggeledahan di rumah terduga teroris di Bekasi dan Jaktim. Foto: MP/Kanu
Buku FPI dan barang bukti penggeledahan di rumah terduga teroris di Bekasi dan Jaktim. Foto: MP/Kanu

Meski demikian, lanjut Azis, mereka yang ditangkap polisi terkait terorisme ini harus diperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai dengan pasal 28 ayat 3 UU 2018 tentang terorisme.

Maka dari ini, sambung Azis, tak menuntut kemungkinan dirinya akan memberikan bantuan hukum kepada terduga teroris yang digerebek polisi.

"Artinya, mereka harus didampingi oleh kuasa hukum dan harus dihubungkan dengan keluarganya," ungkapnya.

Seperti diketahui, aparat kepolisian menggerebek dua orang pelaku terduga teroris di Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3). Dalam aksi itu polisi juga meledakan sejumlah bom yang masih aktif.

Saat penangkapan Polri menemukan beberapa barang bukti berupa buku 'Dialog Amar Maruf Nahi Munkar FPI' yang ditulis Rizieq Shihab, jaket warna hijau berlogo FPI, sejumlah CD tentang FPI, kalender berlambang 212.

Kemudian buku 'Fisika Modern', pakaian bergambar reuni 212, sejumlah pedang, parang, dan senjata tajam lain.

Penangkapan ini disinyalir berkaitan dengan insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar pada Minggu (28/3). (Asp)

Baca Juga

Densus 88 Temukan Buku FPI saat Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi dan Jaktim

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puluhan Pegawai Mundur, Internal KPK Dinilai Bermasalah
Indonesia
Puluhan Pegawai Mundur, Internal KPK Dinilai Bermasalah

Kinerja KPK juga tidak terlalu nampak dengan tidak adanya kasus strategis yang ditangani. Ditambah persoalan etik yang menimpa ketua KPK.

Dibanding Amandemen UUD, MPR Lebih Baik Fokus Sosialisasi 4 Pilar
Indonesia
Dibanding Amandemen UUD, MPR Lebih Baik Fokus Sosialisasi 4 Pilar

Adapun pilar-pilar yang disosialisasikan adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dewas Harap Putusan MK Soal Penyadapan Perkuat Kinerja Penindakan KPK
Indonesia
Dewas Harap Putusan MK Soal Penyadapan Perkuat Kinerja Penindakan KPK

"Dengan tidak adanya keharusan minta izin Dewas, semoga saja bisa meningkatkan kinerja penindakan KPK," kata Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris saat dikonfirmasi, Rabu (5/5).

KPK Siap Hadapi Banding Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Siap Hadapi Banding Edhy Prabowo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kesiapannya menghadapi banding yang diajukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

BKN Perpanjang Lagi Pendaftaran PPPK Guru di Papua dan Papua Barat
Indonesia
BKN Perpanjang Lagi Pendaftaran PPPK Guru di Papua dan Papua Barat

BKN kembali memperpanjang pendaftaran seleksi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Jokowi Minta Aparat Tak Bersikap Kasar Pada Pedagang
Indonesia
Jokowi Minta Aparat Tak Bersikap Kasar Pada Pedagang

Menurut Presiden, sejumlah peristiwa yang terjadi di daerah seperti pemukulan pemilik warung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak perlu terjadi

AHY Sebut Lingkaran Jokowi Terlibat Gerakan Kudeta di Partai Demokrat
Indonesia
AHY Sebut Lingkaran Jokowi Terlibat Gerakan Kudeta di Partai Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa disapa AHY mengungkapkan, adanya gerakan politik yang berupaya untuk mengambil alih kepemipinan partainya.

KPK Dalami 14 Perusahaan Terlibat Penyelundupan Benur
Indonesia
KPK Dalami 14 Perusahaan Terlibat Penyelundupan Benur

KPK mendalami 14 perusahaan yang diduga terlibat penyelundupan benih lobster atau benur dalam kurun waktu 15 September 2020.

Ratusan Orang Reaktif COVID-19 Saat Tes Antigen di Stasiun
Indonesia
Ratusan Orang Reaktif COVID-19 Saat Tes Antigen di Stasiun

Kementerian Perhubungan memberlakukan Test Rapid Antigen sebagai syarat melakukan perjalanan kereta api (KA) untuk periode 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Mengakselerasi Percepatan Vaksinasi
Indonesia
Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Mengakselerasi Percepatan Vaksinasi

Vaksinasi dosis ketiga sebagai booster kepada tenaga kesehatan juga telah dilakukan kepada 713.068 orang sedangkan vaksinasi anak usia 12-17 tahun telah dilakukan kepada 2,77 juta anak dengan dosis pertama dan 1,9 juta anak dosis kedua.