Sejarah Penemuan Fonograf "Nenek Moyang Alat Perekam Musik" Thomas Alva Edison Fonograf karya Thomas Alva Edison. (Foto: Britanica)

PUNYA lagu sendiri. Rekam pakai ponsel. Suara juga gambar. Unggah YouTube. Ulangi secara berkala hingga viral atau ada produser tertarik. Begitulah cara kebanyakan musisi di masa kini berproses. Mereka tentu melihat pendahulunya.

Baca juga: Sejarah Disko, Musik Perlawanan Idola Muda-Mudi Jakarta!

Sebut saja Raisa, Isyana Sarasvati, hingga Stephanie Poetri muncul dari kegiatan merekam karya maupun menyanyikan lagu orang lain di rumah. Mudah, sederhana, tapi seluruh mata sedunia bisa mencerna.

Bagaimana musisi di masa lalu memperdengarkan karyanya kepada para penggermarnya saat alat perekam belum ada?

Mundur sebelum abad-17, penggemar musik hanya bisa menikmati alunan maupun benturan nada-nada dari pertunjukan secara langsung. Kalangan bangsawan tentu menikmatinya di gedung opera. Sementara, rakyat biasa pada perayaan-perayaan tertentu saja, semisal ritual.

Fonograf
Ilustrasi merekam musik di rumah. (Foto; Pexel-Pixabay)

Karya musik didokumentasikan melalui catatan notasi, pewarisan ingatan, dan bukan hasil rekaman. Tak ada alat perekam.

Gagasan tentang suara bisa ditangkap sesungguhnya telah dikenal sejak lama pada karya literatur Perancis. Francois Rabelais (meninggal 9 April 1553), sastrawan Perancis, pada Gargantua dan Pantagrue telah memberi gambaran tentang suara pertempuran sengit membeku pada dinding es di awal musim dingin, lalu setelah mencair suara tersebut kembali terdengar.

Namun, realitas sastra lantas mewujud saat Charles Cros, penulis drama nan pernah belajar ilmu kedokteran tertarik pada teknologi gelombang suara.

Cros lantas menuliskan idenya di secarik kertas, setelah itu dimasukan amplop bersegel, kemudian di simpan di Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis pada April 1877.

Selang seminggu, kabar penemuan alat perekam suara tiba di telinga Cros. Pembuatnya, orang berkebangsaan Amerika, Thomas Alva Edison. Ia pun meminta pihak Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis membuka segel amplopnya agar sesegera mungkin mematenkan gagasannya.

Fonograf
Tulisan tangan Charles Cros. (Foto: Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis)

Di seberang sisi, Edison lebih siap mendemonstrasikan hasil temuannya. Ia memang tak sedari awal berniat membuat riset dan percobaan secara khusus untuk alat perekam.

Baca juga: Menengok Sejarah dan Kebangkitan Hip-hop Indonesia di Hari Musik Nasional

Saat sedang melakukan pekerjaan di bidang telegrafi, khususnya pada upaya memberikan transmisi berulang dari satu pesan telegrafi, dikutip History, Edison secara tak sengaja menemukan metode penangkap kode Morse sebagai urutan lekukan pada gulungan kertas.

Edison kemudian merancang sistem untuk mengirim getaran diafragma ke titik timbul dan kemudian secara mekanik ke media paling bisa dipengaruhi seperti kertas parafin, lalu suara berputar di silinder berbungkus timah atau foil.

Fonograf
Sketsa bentuk Fonograf Thomas Alva Edison. (Foto; Britanica)

Bersama mekaniknya, John Kreusi, Edison semakin fokus menyempurnakan temuannya hingga musim gugur 1877. Ia mengumumkan secara resmi penemuannya berupa mesin nan bisa menyimpan suara dan musik pada 21 November 1877.

Mesin Fonograf tersebut bisa mengeluarkan lagu singkat berjudul Mary Had a Little Lamb. Bersandar pada penemuannya di labnya Menlo Park, New Jersey, Edison kemudian diberi julukan Wizard of Menlo Park.

Bulan Desember 1877, Edison, seturut laporan Scientific American edisi 22 Desember 1877, Edison datang ke kantornya meletakan mesin kecil di atas meja. Ia memutar engkol, lalu mesin tersebut mengeluarkan suara, menanyakan kesehatan, menanyakan alasan mengapa menyukai fotografi, dan mengucapkan "Selamat malam". (*)

Baca juga: Melek Sejarah Lagu Begadang Rhoma Irama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aplikasi 'Kepoin' Pacar Ini Bisa Juga Melacak Pandemi Corona
Fun
Aplikasi 'Kepoin' Pacar Ini Bisa Juga Melacak Pandemi Corona

Aplikasi 'pelacak' ini memiliki banyak fitur seperti chatting, mengirim stiker, melihat lokasi, bahkan sampai tahu baterai ponsel temanmu.

Nevada Menerapkan Protokol Ketat di Meja Permainan Kasino
Travel
Nevada Menerapkan Protokol Ketat di Meja Permainan Kasino

Mewajibkan tamu untuk mengenakan masker wajah di meja permainan tanpa pembatas.

Bill Gates Sumbang Dana Rp10,5 Triliun untuk Pembuatan Vaksin Corona Oxford
Hiburan & Gaya Hidup
Bill Gates Sumbang Dana Rp10,5 Triliun untuk Pembuatan Vaksin Corona Oxford

Bill Gates Sumbang Dana Rp10,5 Triliun Untuk Pembuatan Vaksin Corona Oxford

5 Zodiak Paling Woles dan Cinta Damai
Fun
5 Zodiak Paling Woles dan Cinta Damai

Orang-orang dengan karakter tenang tidak membutuhkan drama untuk bertahan hidup.

Jadwal BTS Festa 2020 Resmi Dirilis oleh Big Hit Entertainment
ShowBiz
Anjing Bisa Mendeteksi COVID-19 Lewat Liur Manusia?
Fun
Anjing Bisa Mendeteksi COVID-19 Lewat Liur Manusia?

Penelitian ini dilakukan oleh University of Veterinary Medicine Hannover di Jerman

Malas Masak di Hari Idul Adha? Pesan Makanan Daring Saja
Fun
Malas Masak di Hari Idul Adha? Pesan Makanan Daring Saja

Makanan langsung di antar ke depan pintu rumahmu.

Eropa Berencana Membuka Perbatasan Menjelang Liburan Musim Panas
Fun
Eropa Berencana Membuka Perbatasan Menjelang Liburan Musim Panas

Negara-negara Eropa berharap segera membuka perjalanan wisata.

Kamera Terbaru Vivo VX50 Terinspirasi dari Mata Bunglon
Fun
Kamera Terbaru Vivo VX50 Terinspirasi dari Mata Bunglon

Vivo ini hadirkan kamera modern yang kece nan stabil.

5 Makanan ini Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Fun
5 Makanan ini Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Meningkatkan daya tahan tubuh dirasa penting belakangan ini, mengingat virus Corona bukan hanya sekedar isu belaka.