Rumah Lahir Bung Karno Jadi Aset Pemkot Surabaya Rumah tempat lahir Bung Karno yang ada di Jalan Pandean IV Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Ist

MerahPutih.com - Rumah tempat lahir Bung Karno di Jalan Pandean IV Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, kini berstatus aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Melalui beberapa tahapan, Pemkot Surabaya dan ahli waris bersepakat untuk melepas tanah dan bangunan seluas 78 meter persegi tersebut.

proses pelepasan Hak Atas Tanah dan Bangunan rumah kelahiran Bung Karno tersebut dimulai sejak tahun 2013. Tahapan ini pun melalui beberapa tahapan sebab sempat terkendala di awanya.

Baca juga:

Perwira Inggris Kaget Arek-arek Suroboyo Bertempur Tak Takut Mati Seperti Orang Mabuk

“Saat awal tahun 2013 lalu, pemilik rumah itu belum sepakat sebab ditawarkan dengan harga cukup tinggi dan pemkot belum bisa merealisasikan kegiatan pelaksanaan pengadaan bangunan dan tanah itu,” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu saat dikonfirmasi, Rabu (30/12).

Menurut Yayuk, sapaan akrabnya, balik nama sertifikat ini dilakukan sebab satu di antara empat pemegang sertifikat sudah meninggal dunia. Untuk itu, diperlukan balik nama sertifikat kepada para ahli warisnya. Sementara dalam proses balik nama itu, ahli warisnya ada 14 orang.

“Ya proses administrasinya itu memakan waktu sekitar 2 - 3 bulan,” terangnya.

Lalu, pada 23 Desember 2020, Pemkot Surabaya kembali menawarkan harga ganti untung kepada ahli waris senilai Rp 1.251.941.000. Dan akhirnya, pihak ahli waris menyetujui dan kemarin masuk proses penandatanganan perjanjian pelepasan ganti untung tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Pandean IV Nomor 40 Surabaya itu.

“Dan kini bangunan cagar budaya tersebut sudah menjadi aset milik Pemkot Surabaya. Selanjutnya akan kita fungsikan sesuai perencanaan yakni sebagai destinasi wisata, terutama sebagai tempat untuk belajar sejarah,” tegas Yayuk.

Proses Pelepasan Hak Atas Tanah dan Bangunan di Jalan Pandean IV Nomor 40 Surabaya itupun dilakukan pemkot bersama ahli waris serta didampingi tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di hadapan Notaris.

Baca juga:

Bung Tomo-Sulistina Cinta Bersemi di Pertempuran Surabaya

Nantinya sertifikat cagar budaya seluas 78 meter persegi itu akan dibalik nama menjadi Pemkot Surabaya.

“Usai ini tahapannya kami akan memberikan tanda di sana bahwa itu aset Pemkot Surabaya berupa papan aset. Lalu ñbalik nama sertifikat akan kita lakukan di Kantor Pertanahan II Surabaya,” tutur Yayuk. (Andika/Surabaya)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Enam Anak Buah Anies Terpapar Corona, Ketua DPRD: Buka Saja Ini Bukan Aib
Indonesia
Enam Anak Buah Anies Terpapar Corona, Ketua DPRD: Buka Saja Ini Bukan Aib

Enam pejabat tersebut sejauh ini yang diketahui terjangkit corona ialah, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati dan Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin.

Bareskrim Cecar Mantan Danjen Kopassus dengan 28 Pertanyaan
Indonesia
Bareskrim Cecar Mantan Danjen Kopassus dengan 28 Pertanyaan

Mantan danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko dicecar sebanyak 28 pertanyaan oleh penyidik dalam pemeriksaannya di kantor Bareskrim Polri.

 [HOAKS atau FAKTA]: MUI Perbolehkan Sholat Jumat dan Tarawih Berjamaah di Ketapang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: MUI Perbolehkan Sholat Jumat dan Tarawih Berjamaah di Ketapang

Agar lebih meyakinkan para pembaca, pesan tersebut juga turut mencatut nama Ketua MUI Kotawaringin Timur dan Ketua Komisi Fatwa MUI setempat.

Pelaku Pengambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dipastikan Reaktif COVID-19
Indonesia
Pelaku Pengambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dipastikan Reaktif COVID-19

"Setelah diperiksa rapid test akan diisolasi, namun proses pidananya tetap berjalan," katanya.

Hari Pertama PSBB Total, Satpol PP DKI Tutup 8 Pelaku Usaha Makanan
Indonesia
Hari Pertama PSBB Total, Satpol PP DKI Tutup 8 Pelaku Usaha Makanan

Mereka yang ditutup itu karena melanggar protokol kesehatan

Jiwa Korsa Jadi Alasan Oknum TNI Serang Polsek Ciracas
Indonesia
Jiwa Korsa Jadi Alasan Oknum TNI Serang Polsek Ciracas

Puspom TNI AD mendapati insiden tersebut dilatarbelakangi atas pemahaman jiwa korsa prajurit yang keliru melihat rekannya, Prada MI, diduga dikeroyok.

Panglima TNI: Jangan Biarkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Hilang karena Provokasi
Indonesia
Panglima TNI: Jangan Biarkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Hilang karena Provokasi

“Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas," ungkap Hadi

KPK Setor Sejumlah Uang ke Kas Negara dari Koruptor
Indonesia
KPK Setor Sejumlah Uang ke Kas Negara dari Koruptor

Ahmad Yani merupakan mantan Bupati Muara Enim

Kementerian Agama Batalkan Ujian Nasional MTs dan MA
Indonesia
Kementerian Agama Batalkan Ujian Nasional MTs dan MA

Kebijakan yang sama berlaku juga bagi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MA dan MTs

Surya Anta Bongkar Kondisi Rutan Salemba, Ini Respons Anak Buah Yasonna
Indonesia
Surya Anta Bongkar Kondisi Rutan Salemba, Ini Respons Anak Buah Yasonna

Surya Anta dalam cuitan di akun Twitter pribadinya membagikan pengalamannya selama mendekam di Rutan Salemba.