Resolusi Tahun Baru yang Rusak, Masih dapat Diperbaiki Resolusi Tahun baru yang rusak masih bisa diperbaiki.(Foto: Pexels/Breakingpic)

MASUK tahun yang baru tentunya setiap orang memiliki targetnya masing-masing atau yang kita kenal dengan resolusi. Ada yang ingin hidup lebih sehat, bekerja lebih giat, membuka bisnis, dan masih banyak lagi. Tak jarang, baru beberapa minggu pertama memasuki tahun yang baru, kita sudah gagal menjalankan resolusi yang kita ciptakan di tahun sebelumnya.

Melansir Psychologytoday, Rabu (5/1), umumnya membuat resolusi Tahun Baru dan tak sedikit yang kemudian malah melanggarnya sendiri. Jadi jangan merasa sedih jika kamu mengalami kegagalan menjalankan resolusi, banyak orang yang juga mengalaminya.

Manusia tidak sempurna. Oleh karena itu sangat mungkin bahwa kamu akan mengalami kegagalan dalam perjalananmu untuk mencapai tujuan tersebut. Tapi yang penting adalah bagaimana kamu menyikapi kegagalan ini, karena kegagalan tersebut bisa menjadi berharga dan dapat membantumu untuk memperbaiki resolusimu. Ada empat langkah untuk memperbaiki resolusi yang rusak.

Baca Juga:

Mengapa Harus Nunda Punya Momongan?

Buat kegagalan menjadi tujuan baru

resolusi
Jadikan sebuah kegagalan sebagai bahan untuk membuat tujuan baru. (Foto: Unsplash/Adult)

Tujuan resolusi yang sehat seharusnya tidak akan membuat kamu merasa gagal menjalankannya. Misalnya, seseorang memutuskan untuk tidak pernah lagi memeriksa email kantor mereka setelah makan malam. Mereka mungkin dapat mempertahankan ini selama seminggu, sebulan, atau periode waktu lainnya.

Tapi ada kemungkinan bahwa di beberapa titik mereka akan melanggarnya. Setelah itu, mereka menganggap bahwa resolusi mereka telah "rusak" dan motivasi mereka untuk melanjutkan upaya mereka mungkin berkurang secara signifikan.

Dari kegagalan tersebut sebaiknya mereka dapat menciptakan resolusi baru, seperti "Saya akan mengurangi memeriksa email kantor saya setelah makan malam”. Tujuan baru tersebut akan lebih efektif, sebab mereka dapat mencapai tujuannya tersebut secara bertahap, dari memeriksa email kantor enam malam per minggu menjadi tidak lebih dari dua malam per minggu.

Ini akan mengantisipasi dari rasa kegagalan yang akan terjadi, karena jika suatu ketika mereka harus memeriksa email kantor setelah jam makan malam maka hal tersebut bukanlah sesuatu yang merusak tujuan mereka yang ingin mengurangi dibandingkan tujuan sebelumnya yang ingin menghentikan.

Lakukan

resolusi
Bayangkan apa yang akan kamu lakukan dan apa yang tidak kamu lakukan. (Foto: Pexels/Startup Stock Photos)

Saat memperbaiki resolusimu cobalah kamu bayangkan apa yang akan kamu lakukan dan apa yang tidak kamu lakukan. Seperti pada contoh sebelumnya, seseorang pegiat kerja akan melakukan pengurangan waktu kerjanya setelah jam makan malam.

Di tahun sebelumnya, mungkin orang tersebut tetap bekerja setelah jam makan malam dan melupakan waktu untuk dirinya sendiri atau keluarganya. Jadikan apa yang tidak kamu lakukan tersebut sebagai tujuan lainnya yang dapat mendukung tujuan yang akan kamu lakukan.

Sehingga seorang pegiat kerja akan melakukan pengurangan jam kerja seusai makan malam. Karena sebelumnya ia tidak memiliki waktu untuk dirinya atau keluarganya. Pada resolusi barunya ia akan mengurangi jam kerja seusai makan malam dan mengisi waktu untuk dirinya atau keluarganya.

Baca Juga:

5 Hal untuk Memulai Hari Jadi Lebih Bahagia

Tanggung jawab

resolusi
Dukungan secara sosial akan membantumu. (Foto: Pexels/Helena Lopes)

Meskipun tidak ada penelitian yang ekstensif tentang resolusi Tahun Baru secara khusus, Oscarsson et al. (2020) menemukan bahwa dukungan secara sosial bisa menjadi sesuatu yang efektif dalam meningkatkan keberhasilan seseorang mencapai resolusinya. Sehingga kamu dapat meminta teman atau orang terdekat mu sebagai seseorang yang akan mendukung resolusimu, dan kamu akan bertanggung jawab terhadap resolusi-resolusimu.

Memang benar bahwa umumnya kita ingin menghindari rasa malu ketika mengakui kekurangan kita kepada orang lain. Dengan menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab termasuk pada resolusimu, maka kecil kemungkinan kamu harus mengakui kegagalanmu kepada orang lain.

Harus berubah

resolusi
Sudah siap, mau, dan mampu berubah dari pola perilaku mereka sebelumnya. (Foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Norcross dkk. (2002) menemukan bahwa seseorang yang berhasil menjalankan resolusinya memiliki keterampilan untuk berubah, kesiapan untuk berubah, dan kepercayaan diri untuk menjalankannya. Singkatnya, resolver sudah siap, mau, dan mampu berubah dari pola perilaku mereka sebelumnya.

Bagi banyak dari kita, resolusi kita tidak begitu menantang tetapi mekanisme psikologis dasarnya sama. Kita harus membayangkan hidup kita dengan perubahan yang kita bayangkan dan bertanya pada diri sendiri apakah kita siap untuk membuat pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.

Atur ulang dan lanjutkan

resolusi
Orang cenderung tidak mengubah perilaku mereka dengan cepat. (Foto: Pexels/Brett Jordan)

Orang cenderung tidak mengubah perilaku mereka dengan cepat. Berharap untuk mengubah perilaku secara cepat, mungkin hanya mengarahkan diri kita pada kekecewaan. Jika kamu melanggar resolusimu, semuanya tidak hilang begitu saja.

Pertama, gunakan pelanggaran atau kegagalan itu sebagai kesempatan untuk introspeksi tentang apakah kemu siap untuk perubahan dan jika kamu siap, adakah sumber daya tambahan yang mungkin kamu perlukan untuk mengurangi pelanggaran lainnya di masa mendatang.

Atur ulang resolusimu dengan membangun ketidaksempurnaan di dalamnya dan tambahkan apa saja hal yang sebelumnya tidak kamu lakukan sebagai hal pendukung. Kemudian carilah teman atau keluarga yang dapat memberikanmu dukungan moral dalam mencapai tujuanmu. (kna)

Baca Juga:

Ada Masalah Psikologis di Balik Fenomena Boneka Arwah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengobati Rindu Masa Kecil Bermain Tamiya Nan Kini Kembali Populer
Hiburan & Gaya Hidup
Mengobati Rindu Masa Kecil Bermain Tamiya Nan Kini Kembali Populer

Tamiya punya sejuta kenangan untuk diceritakan.

Tips Padu Padan Outfit untuk Tampil Stylish saat Lebaran
Fashion
Tips Padu Padan Outfit untuk Tampil Stylish saat Lebaran

Tampil stylish dan trendy sekaligus tetap segar di Hari Raya Idul Fitri.

Jerry Hermawan Lo Bagikan Tips Sukses Menjual 28 Unit Jeep dalam 1 Jam
Fun
Jerry Hermawan Lo Bagikan Tips Sukses Menjual 28 Unit Jeep dalam 1 Jam

Jerry Hermawan Lo Bagikan Tips Sukses Menjual 28 Unit Jeep dalam 1 Jam

Tips dari Dokter Kulit untuk Kulit Wajah Lebih Sehat di 2022
Fun
Tips dari Dokter Kulit untuk Kulit Wajah Lebih Sehat di 2022

Jadikan kulit wajah sehat sebagai resolusimu di 2022.

Camilan Enak Pengusir Kebosanan
Kuliner
Camilan Enak Pengusir Kebosanan

Cita rasa tradisional yang favorit banget.

Formule E vs Formula 1, Begini Bedanya
Fun
Formule E vs Formula 1, Begini Bedanya

Mesin F1 semburkan tenaga lebih besar.

Aktris dan Sutradara Perempuan Raih Penghargaan Festival Film Sebastian
ShowBiz
Aktris dan Sutradara Perempuan Raih Penghargaan Festival Film Sebastian

Festival Film Sebastian didominasi oleh para perempuan.

Al Quran Beraksara Jawa, Bukti Syiar Mataram Islam di Mangkunegaran Surakarta
Fun
Al Quran Beraksara Jawa, Bukti Syiar Mataram Islam di Mangkunegaran Surakarta

Al Quran beraksara Jawa berusia ratusan tahun ini ditulis tangan.

Potensi Kehidupan di Planet yang Mengorbit di Bintang White Dwarf
Fun
Potensi Kehidupan di Planet yang Mengorbit di Bintang White Dwarf

Peneliti menemukan potensi kehidupan di planet 'layak huni'.

Bagaimana Cara Mewujudkan Ide Jadi Produksi Film?
Fun
Bagaimana Cara Mewujudkan Ide Jadi Produksi Film?

Film adalah sebuah media yang universal dan mampu berbicara.