Pahlawan Nasional
Raja Machmud Singgirei Rumagesan, Pahlawan Papua Melawan Pemerintahan Kolonial Belanda Raja Machmud Singgirei Rumagesan (Foto: nokeninsight.com)

MASIH banyak sosok pahlawan yang tidak kita ketahui karena jarang dibicarakan. Termasuk pahlawan yang berasal dari Papua, Machmud Singgirei Rumagesan. Ia melawan pemerintah kolonial Belanda di Papua. Ia juga memperjuangkan Papua menjadi bagian dari Negara Indonesia.

Dikutip dari nokeninsgiht.com, Machmud Singgirei Rumagesan merupakan seorang Raja di wilayah Sekar yang bergelar Raja Al-Alam Ugar Sekar. Sekar kini dikenal dengan nama Fakfak.

Baca juga:

3 Fakta Tentang Sultan Baabullah, Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Meskipun Sekar tidak termasuk kerajaan besar, bahkan termasuk wilayah kecil dari Kesultanan Tidore, hal tersebut tidak membuat Rumagesan takut dalam memperjuangkan Papua dari Belanda.

Pada 1989, Kesultanan Tidore tidak lagi memanfaatkan pajak dari Papua Barat. Lalu perusahaan asal Belanda, Maatschapijj Colijn, mengambil alih perekonomian di sana dengan mempekerjakan para buruh secara sewenang-wenang. Hal ini membuat Raja Rumagesan marah dan meminta Maatschapijj Colijn untuk memenuhi syarat yang diajukan Raja.

Budaya asal Papua (Foto: Unsplash/kerakalumpur)

Sejak itu, muncul konflik antara pemerintah Belanda dengan Raja Rumagesan mengenai pengupahan para buruh. Pada 1934, 73 pengikut Raja Rumagean ditangkap oleh kolonial Belanda. Akibatnya, Raja diasingkan ke Saparua dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan para pengikutnya di penjara selama 10 tahun.

Kemudian pada masa kembalinya Belanda pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia, Raja Rumagesan tidak setuju dan menurunkan bendera Belanda pada 1 Maret 1946 sebagai bentuk demonstrasi.

Sang raja bahkan sudah memiliki rencana untuk melawan tentara Belanda, mengulangi apa yang pernah dia lakukan pada 1934. Kali ini bahkan dia mampu mengumpulkan 40 senjata untuk melawan Belanda. Namun sayangnya, rencana tersebut diketahui oleh Belanda dan Raja Rumagesan kembali dijebloskan ke penjara.

Ia dijebloskan dari satu penjara ke penjara lain di kota atau daerah yang berbeda. Tercatat, Raja Rumagesan dipindahkan dari penjara di Sorong, lalu ke Manokwari. Kemudian, dia dikirim ke penjara Hollandia dan hingga ke Makasar.

Baca juga:

Beri Penghargaan untuk Gatot Nurmantyo Dinilai Upaya Pemerintah Jinakkan Pengkritiknya

Hebatnya, selama berada di penjara, Raja Machmud Rumagesan terus memberikan pengaruh nasionalisme Indonesia di lingkungan penjara. Sampai sipir penjara yang bekerja untuk tentara Belanda memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Sipir tersebut merupakan orang lokal. Bahkan Raja Rumagesan pernah diangkat oleh narapidana lain sebagai ketua narapidana di penjara.

Setelah Raja Rumagesan dibebaskan dari penjara, ia bertemu Soekarno untuk memberikan dukungannya bagi kemerdekaan Indonesia dan menyatakan bahwa ia akan memperjuangkan kemerdekaan Papua dari penjajahan Belanda, seperti pulau-pulau lain di Indonesia.

Bendera nasional Republik Indonesia. (Foto: Unsplash/nick gunner)

Raja Rumagesan kemudian mendirikan Gerakan Revolusi Tjendrawasih Irian Barat atau disingkat GTRIB. Organisasi tersebut dipimpin oleh Machmud Singgirei Rumagesan, A. J Dimara sebagai Wakil Ketua I, Andi Baso sebagai Wakil Ketua II dan A, dan Rambitan sebagai Sekretaris Jenderal. GTRIB meminta pemerintah Indonesia membentuk pemerintahan daerah untuk Papua sebagai bagian dari Indonesia.

Perjuangan Raja Machmud Singgirei Rumagesan menunjukkan sikap patriotisme bagi bangsa. Namun keinginannya untuk kembali dan melihat Tanah Papua Barat bebas dari jeratan penjajahan Belanda tercapai ketika ia kembali ke kampung halamannya pada 15 Mei 1964. Sayangnya, dua bulan kemudian dia menghembuskan nafas terakhir, tepatnya pada 5 Juli 1964.

Antara memberitakan Presiden Jokowi akan memberikan gelar pahlawan kepada enam tokoh pahlawan yang berjasa bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Gelar tersebut akan diberikan pada tanggal 10 November, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Raja Machmud Singgirei Rumagean termasuk di dalamnya.

Lima pahlawan lainnya yang mendapatkan penghargaan ialah Sultan Baabullah, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Arnold Mononutu, Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution, dan Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi. (scp)

Baca juga:

Kapolri Pertama hingga Sultan Baabullah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
William Wongso dan Keberanian Diplomasi Rendang Kebanggaan Indonesia
Kuliner
William Wongso dan Keberanian Diplomasi Rendang Kebanggaan Indonesia

Keahlian di bidang kuliner tidak terlepas dari masa kecilnya.

Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan
Tradisi
Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan

Tradisi menyambut Ramadan di Sumatera Barat.

Museum Sisa Hartaku, Kenangan akan Kedahsyatan Letusan Merapi
Travel
Museum Sisa Hartaku, Kenangan akan Kedahsyatan Letusan Merapi

Wisatawan memperhatikan sejumlah foto letusan gunung Merapi saat mengunjungi Museum Sisa Hartaku di Jalan Petung Merapi, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Bertualang di Ketinggian Rumah Pohon Urongo
Travel
Bertualang di Ketinggian Rumah Pohon Urongo

Minahasa punya rumah pohon Urongo.

Asal-Usul Bakcang, Sajian Khas Perayaan Pe Cun
Tradisi
Asal-Usul Bakcang, Sajian Khas Perayaan Pe Cun

Perayaan yang dilakukan saban tanggal 5 bulan 5 penanggalam Imlek.

Melalui Konten Digital, Kemenparekraf Promosikan Lima Destinasi Wisata
Travel
Melalui Konten Digital, Kemenparekraf Promosikan Lima Destinasi Wisata

Program ini ditujukan untuk promosi lima destinasi super prioritas Indonesia.

Jejak Inovasi Bali Zoo Bangkit dari Terpaan Pandemi
Travel
Jejak Inovasi Bali Zoo Bangkit dari Terpaan Pandemi

Bali Zoo menerapkan harga tiket promosi yang lebih terjangkau.

Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo
Travel
Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo

Dilintasi aliran mata air dan dihiasi stalaktit serta stalakmit yang masih alami.

Haji Batal Akibat Wabah Menerjang Mekkah
Tradisi
Haji Batal Akibat Wabah Menerjang Mekkah

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sampai turun tangan mengklarifikasi isu penggunaan dana haji untuk penguatan nilai rupiah

Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka
Travel
Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka

Gunung Gede Pangrango sempat ditutup selama dua bulan.