Beri Penghargaan untuk Gatot Nurmantyo Dinilai Upaya Pemerintah Jinakkan Pengkritiknya Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (kedua kiri) saat deklarasi KAMI kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Kota Magelang. (ANTARA/Heru Suyitno)

MerahPutih.com - Rencana pemerintah memberikan Bintang Mahaputera kepada Gatot Nurmantyo mengundang tanda tanya. Pasalnya, mantan Panglima TNI itu belakangan kerap mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo.

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun juga menyoroti pemberian tanda jasa kehormatan pada Politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon pada Hari Kemerdekaan. Dia menduga, itu bisa menjadi salah satu rangka menjinakkan keduanya yang kerap sampaikan kritik.

"Ada juga hasilnya, partai Fahri Hamzah, yakni Gelora mendukung Bobby Nasution (Menantu Jokowi) di Sumatera Utara. Sementara Gerindra juga mendukung," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Kamis (5/11).

Baca Juga

Jokowi Akan Beri Penghargaan Bintang Mahaputera ke Gatot Nurmantyo

Menurutnya, keberadaan Gatot di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) cukup diperhitungkan. Perhitungannya, sebuah organisasi yang melakukan kegiatan sering dihadang. Bahkan ada bagian KAMI yang ditangkap dan ditahan karena terperangkap UU ITE.

"Bagaimana Gatot? Ini jauh lebih perlu dijinakkan. Nalar Mahfud MD (pemberian tanda jasa kehormatan) sudah hak nya. Tapi nuansa menjinakkan tetap ada," jelas Refly.

Menurutnya, pemerintah telah separuh sukses dalam konteks Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Meskipun keduanya masih melakukan kritik pada pemerintah.

"Apa Gatot Nurmantyo akan jinak juga setelah dapatkan Bintang Mahaputra?," jadi pertanyaan Refly.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. (Foto: MP/Fadlil)
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. (Foto: MP/Fadlil)

Ia mempertanyakan mengapa Gatot Nurmantyo dianugerahi tanda kehormatan itu di Hari Pahlawan, sementara belum ada sejarah pemberian gelar kehormatan selain gelar kepahlawanan di tanggal 10 November.

"Kalau ini bukan sebuah kebiasaan di bulan November, pemberian tanda jasa, maka bisa jadi dalam rangka untuk 'menjinakkan' mereka-mereka yang memang sering menyampaikan kritik yang luar biasa," kata Refly

Di tengah situasi itu, kemudian pemerintah memberikan Bintang Mahaputera kepada Gatot yang membuat kecurigaan Refly bertambah.

"Tiba-tiba pemerintah ingin memberi bintang jasa kepada Gatot Nurmantyo. Kalau pakai nalar Prof Mahfud MD, ya karena memang sudah haknya. Tapi tetap saja nuansa 'menjinakkan' itu tetap ada," tukas Refly.

Kendati demikian, Refly yang juga menjadi deklarator KAMI itu tak akan menghalangi jika Gatot akan menerima jasa kehormatan dari pemerintah.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi bakal memberikan gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera kepada sejumlah tokoh pada 10 dan 11 November 2020. Salah satu tokoh yang bakal mendapatkan gelar Bintang Mahaputera tersebut ialah Gatot Nurmantyo.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd pada Selasa (3/11). Penghargaan itu rencananya akan digelar pekan depan.

Baca Juga

Mainkan Isu PKI, Gatot Nurmantyo Dinilai Tengah 'Jualan' Politik dan 'Playing Victims'

"Tanggal 10 dan 11 November 2020, Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional (PN) dan Bintang Mahaputera (BM)," kata Mahfud. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengacara Djoko Tjandra Ajukan Praperadilan, Ini Tanggapan Polisi
Indonesia
Pengacara Djoko Tjandra Ajukan Praperadilan, Ini Tanggapan Polisi

Mabes Polri buka suara dengan mempersilakan Anita Kolopaking mengajukan praperadilan jika tidak terima soal penahanan yang dilakukan.

Dua Pekan, Sembilan Dokter Meninggal Akibat COVID-19
Indonesia
Dua Pekan, Sembilan Dokter Meninggal Akibat COVID-19

Dari 136 dokter yang meninggal dunia, rinciannya adalah 71 dokter umum

Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda Gorontalo
Indonesia
Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda Gorontalo

Aksi damai wartawan se-Gorontalo ini terjadi sebagai bentuk protes kepada Polda Gorontalo akibat adanya dugaan intimidasi dan pembungkaman kerja-kerja jurnalistik

Pamflet Debat Terbukanya Viral, Adian: Apa Erick Thohir Berani dan Siap?
Indonesia
Pamflet Debat Terbukanya Viral, Adian: Apa Erick Thohir Berani dan Siap?

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan sangat siap melakukan debat terbuka dengan Erick Thohir

Bareskrim Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia
Indonesia
Bareskrim Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia

Buron kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu diterbangkan dari Malaysia.

Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19

Ada sekitar 2.000-an karyawan RSUD dr Moewardi Solo yang dilakukan tracing selama dua pekan.

 Remaja Pelaku Pembunuhan Bocah Kecil Diperiksa Kejiwaannya
Indonesia
Remaja Pelaku Pembunuhan Bocah Kecil Diperiksa Kejiwaannya

Selain itu, Susatyo juga belum bisa memastikan kapan test atau pemeriksaan psikologi itu akan keluar.

Pejabat Tertular COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tutup Pelayanan Kantor Dinkes
Indonesia
Pejabat Tertular COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tutup Pelayanan Kantor Dinkes

Pemerintah Kota Yogyakarta menutup dan menghentikan sementara pelayanan publik di Kantor Dinas Sosial Kota Yogyakarta.

Update COVID-19 Sabtu (22/8): 151.498 Positif, 105.198 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (22/8): 151.498 Positif, 105.198 Sembuh

Pada Sabtu (22/8), jumlah kasus bertambah 2.090 orang sehingga menjadi 151.498 orang.

Suami Jaksa Pinangki dan Tumpukan Uang Asing di Brankas Apartemen
Indonesia
Suami Jaksa Pinangki dan Tumpukan Uang Asing di Brankas Apartemen

Uang tersebut tersimpan di dalam brankas pada lemari di apartemen mewah tempat tinggal Yogi bersama Pinangki.