Wisata Indonesia
Pulau Pahawang, Snorkeling, Diving dan Bercanda Bersama Nemo Pulau Pahawang, Lampung yang menyajikan keindahan alam bawah laut. (Foto MP/Shenna)

PULUHAN clown fish atau yang akrab disebut sebagai ikan Nemo tampak berenang bebas di sekitar anemon seketika Penulis memasukkan kepala ke dalam air.

Tidak lama kemudian, terlihat ikan Gill alias Moorish idol yang berenang dengan anggun sambil memamerkan keindahan sirip dan warna tubuhnya yang cantik.

Baca Juga:

Mengintip Mobil Listrik Termurah di Dunia, Hanya Rp13 Juta

Peserta #KembaliBerwisata yang sedang snorkeling. (Foto MP/Shenna)
Peserta #KembaliBerwisata yang sedang snorkeling. (Foto MP/Shenna)

Dalam trip ke Pulau Pahawang yang terletak di Lampung, atraksi utama yang ditunggu-tunggu oleh tim MerahPutih.com bersama #KembaliBerwisata adalah snorkeling dan diving. Bermodalkan life jacket dan alat snorkeling yang disediakan, kami menyaksikan keindahan biota laut Pulau Pahawang. Keindahan bawah laut ini sangat rugi bila dilewatkan begitu saja.

Sayangnya, Penulis terpaksa melewatkan tontonan alam penyu dan ular laut yang disaksikan oleh wisatawan lain yang melakukan freediving.

Pulau Pahawang terdiri dari banyak pulau-pulau dengan pantai yang indah dan bersih. (Foto MP/Shenna)
Pulau Pahawang terdiri dari banyak pulau-pulau dengan pantai yang indah dan bersih. (Foto MP/Shenna)

Setelah beberapa jam bermain di air, saatnya kembali ke kapal dan siap berangkat menuju tempat penginapan. Di sana sudah menunggu hidangan sore yang dijamin mengenyangkan perut sambil memandangi sang surya yang perlahan kembali ke peraduannya. Namun selama perjalanan menuju dermaga, kami disuguhi kelapa-kelapa yang menyehgarkan. Sajian yang cukup mengembalikan energi setelah lelah snorkeling.

Sesampai di dermaga, kami harus antri satu-persatu memasuki bilik yang menyemprotkan cairan disinfektan. Kemudian seorang petugas mengarahkan termometernya ke arah dahi pengunjung. Kemudian dia mencatatkan hasilnya dalam buku kecil yang ada di tangannya. Ini adalah standar dalam kenormalan baru yang menjadi keharusan yang harus dilaksanakan demi menghindarkan pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Anjing Punya Navigasi Alami untuk Menemukan Jalan Pulang

Pantai di Pahawang memiliki pasir yang putih. (Foto MP/Shenna)
Pantai di Pahawang memiliki pasir yang putih. (Foto MP/Shenna)

Kami memasuki kamar masing-masing yang sudah disediakan. Kamar yang nyaman sesuai dengan ekspektasi pengunjung. Pengalaman hari ini sungguh menyenangkan dan membuat kebosanan yang selama ini menggelantung dapat pergi begitu saja. Malam sudah turun, saatnya barbeque bersama.

Di hari kedua, Penulis berencana untuk lebih menikmati suasana alam yang jauh dari kebisingan ibukota. Sambil diiringi oleh musik reggae yang diputar cukup keras menggunakan speaker. Penulis bersantai di gazebo yang menghadap pantai bersama dengan para peserta #KembaliBerwisata dan berbincang-bincang sambil menikmati air kelapa.

Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Angin yang bertiup dan bau air laut seolah melenyapkan semua kepenatan yang ada di kepala. Memandangi air sampai batas horizon membuat mata dapat santai dan beristirahat.

Ikan Nemo yang terlihat dari permukaan air. (Foto MP/Shenna)
Ikan Nemo yang terlihat dari permukaan air. (Foto MP/Shenna)

Puas berada di gazebo, kami memutuskan untuk ikut rombongan yang akan melakukan snorkeling. Tapi kami hanya sekedar menemani saja. Menjauhi pantai, suasana sangatlah berbeda. Alunan ombak yang memainkan perahu seolah gerakan tarian yang harus kami ikuti. Belum lagi angin yang mendadak menurunkan kecepatannya menjadi sepoi-sepoi. Kopi yang kami bawa dari pantai terasa jauh lebih nikmat lagi. Plus semangkok mi instan yang membuat satu perahu tak kuat menahan lapar karena aromanya. Kopi dan mi instan kombinasi maut di atas kapal.

Dari permukaan kami menikmati kejernihan laut hingga ke dasarnya. Nikmat dan keindahan Tuhan memang tiada taranya. Meskipun kami tidak masuk ke air, namun masih dapat menikmati ikan-ikan dalam warna-warna yang indah hilir-mudik di bawah permukaan air. Beberapa ikan Nemo sangat mudah terlihat dari tempat kami memandang ke bawah. Ikan-ikan itu berenang bebas di antara karang seolah memberikan tontonsn terbik bagi kami.

Semua peserta harus menggunakan masker dan membawa hand sanitizer masing-masing meski telah disediakan di tempat. (Foto MP/Shenna)
Semua peserta harus menggunakan masker dan membawa hand sanitizer masing-masing meski telah disediakan di tempat. (Foto MP/Shenna)

Sayang hari sudah mulai gelap waktu kami di pulau Pahawang sudah hampir berakhir. Tiba saatnya untuk bersiap-siap dan mengakhiri short getaway kami yang berlangsung dari Jumat sampai Minggu bersama #KembaliBerwisata.

Dengan protokol kesehatan yang aman dan pengalaman wisata bahari yang menakjubkan, trip ke Pulau Pahawang, Lampung bersama #KembaliBerwisata patut dicoba bersama teman-teman dan keluarga. (shn)

Baca Juga:

Bugatti Hadirkan Mobil Anak-Anak Seharga Rp511 juta, Intip Yuk Detailnya

Penulis : annehs annehs
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menghitung Hari Baik dan Nahas pada Masyarakat Baduy
Tradisi
Menghitung Hari Baik dan Nahas pada Masyarakat Baduy

Baduy punya dua alat penting untuk menghitung hari baik dan nahas.

Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi
Kuliner
Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi

Nasi punya kandungan glikemik yang menggambarkan seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia.

Mengemas Tas Bepergian Buat Pelancongan Menyenangkan
Travel
Mengemas Tas Bepergian Buat Pelancongan Menyenangkan

Kemas barang kamu dengan baik dan efisien.

Bandung Great Sale dan Hari Jadi Kota Bandung Digelar Hybrid
Travel
Bandung Great Sale dan Hari Jadi Kota Bandung Digelar Hybrid

Akan diselenggarakan secara online dan offline.

Buat Buka Puasa, Kue Cangkir Bermodalkan Susu dan Biskuit
Kuliner
Buat Buka Puasa, Kue Cangkir Bermodalkan Susu dan Biskuit

Hanya butuh dua bahan yang sangat mudah ditemukan, susu dan biskuit.

Mengintip Batu Baginde, Batu Granit Terbesar di Belitung
Travel
Mengintip Batu Baginde, Batu Granit Terbesar di Belitung

Cocok untuk kamu yang suka mendaki.

Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional
Travel
Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional

Ada sekitar 5.300 koleksi di Museum Siwalima Ambon.

Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural
Travel
Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural

Untuk mempercantik sebuah kota, tentu saja dibutuhkan peran serta semua pihak.

Tips Makan Murah Ketika Traveling Keliling Dunia
Kuliner
Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo
Travel
Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo

Ratusan ikan laut yang didatangkan dari wilayah Pantura berserakan di lapak pedagang.