Politisi PSI Bingung Dituduh Sebarkan Anggaran Komputer Rp128 M ke Wartawan Sekretaris Fraksi PSI, Anthony Winza Prabowo. (PSI/far)

MerahPutih.com - Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Anthony Winza Prabowo mengaku kaget dituding menyebarkan anggaran komputer Rp128,9 miliar untuk sekolah di Jakarta oleh Anggota Fraksi PDI-Perjungan dalam pembahasan RAPBD ke awak media.

Menurut Anthony, wartawan yang mengutip pernyataan dirinya berdasarkan hasil rapat yang digelar terbuka untuk umum pada Kamis (5/12).

Baca Juga

PSI Kembali Temukan Anggaran Fantastis yang Diajukan Anak Buah Anies

"Statement itu saya utarakan di dalam rapat. Jadi ketika kita buka anggaran di dalam rapat diprotes, buka di luar rapat diprotes, saya jadi bingung, harus buka di mana lagi. Tadi saya bener-bener di rapat dan saya nggak pernah share rilis apapun ke media," ujar Anthony di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (6/12).

Anthony mengungkapkan bahwa insan media tersebut hadir dalam rapat yang digelar secara terbuka. Dia membantah tudingan telah menyerahkan rilis ke media manapun.

"Jadi itu tuduhan yang serius. Saya jadi bingung juga harus gimana. Kok menuduh sesuatu yang di luar konteks rapat di depan hadirin yang sangat terhormat," papar Anthony.

Anggota Komisi C DPRD DKI Anthony Winza Probowo (kiri) (@anthonywinza)

Anthony pun menyinggung anggota Fraksi PSI William Aditya Sarana yang dilaporkan ke BK karena menyampaikan kritik di luar rapat dugaan anggaran janggal pengadaan lem aibon dan pulpen dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020 dan dinyatakan bersalah oleh BK.

Baca Juga

DPRD DKI Kaget Sekolah Pariwisata Anggarkan Laboratorium Fisika dan Kimia

Dia mengaku tidak takut jika dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) seperti hal nya William karena tidak merasa melakukan kesalahan dan apa yang disampaikan sudah pada tempatnya, rapat terbuka.

"Sekarang saya buka dengan sangat terhormat lho, di dalam rapat, saya belum pernah ngomong ke media tentang itu, disikat lagi dan dituduh nyebarin. Kalau masalah takut dilaporin ke BK atau dilaporin ini itu, saya pikir ga ada yang perlu ditakuti," tegas dia.

Dengan kejadian itu, Anthony mengaku akan tetap bersikap kritis. Dia juga telah dipanggil oleh Ketua Komisi C Fraksi PAN, Habib Muhammad Bin Salim Alatas untuk konsolidasi internal diminta tidak kembali ribut ketika rapat. Selain itu, dia akui telah kembali akur dengan Cinta Mega.

"Kalau saya merasa akur-akur aja, saya hanya melaksanakan apa yang menjadi suara rakyat dan saya mencoba membukanya kali ini dalam rapat dulu. Saya juga gak tau masalahnya apa," tutup Anthony.

Seperti diketahui, rapat Komisi C DPRD DKI yang berlangsung pada Kamis (5/12) kemarin malam, harus berahir dengan perdebatan antara anggota Fraksi PDI-Perjungan, Cinta Mega dengan anggota Fraksi PSI, Anthony Winza.

Perdebatan kedua anggota dewan tersebut berlangsung saat rapat di gedung DPRD DKI membahas anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) dengan PDAM. Saat itu Cinta meminta Anthony tidak menyebarluaskan pembahasan rapat kepada awak media.

Baca Juga

Komisi E DPRD DKI Anggap Aneh, Anggaran Pos Satpam Lebih Besar dari Rehab Sekolah

Tapi sejumlah media membuat berita mengenai besarnya anggaran komputer Rp128,9 miliar oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) KUA-PPAS APBD 2020. (Asp)

Kredit : asropihs


Andika Pratama