PSI Kembali Temukan Anggaran Fantastis yang Diajukan Anak Buah Anies Anggota Komisi C DPRD DKI Anthony Winza Probowo (batik) (@anthonywinza)

MerahPutih.com - Anggota Komisi C DPRD DKI Anthony Winza Probowo mempertanyakan mahalnya harga satu unit perangkat komputer lengkap yang diajukan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI tahun anggaran 2020.

Pertanyaan itu dicecar anggota DPRD dari Fraksi PSI tersebut saat pembahasan lanjutan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 di masing-masing Komisi bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Baca Juga

Kritik Terbaru PSI ke Anies, Batalkan Ajang Formula E

"Saya melihat di BPRD itu ada anggaran yang lumayan fantastis, itu untuk pembelian komputer kapabilitas data analitik, satu unit itu Rp 60 miliar, plus ada tambahan lagi sembilan unit apa saya lihat, itu sekitar Rp60 miliar juga. Jadi total Rp120 miliar," kata Anthony, Jumat (6/12).

Dalam situs apbd.jakarta.go.id, pengadaan komputer itu sebesar Rp128,99 miliar. Rinciannya, terdapat satu unit komputer Mainframe Z14 ZR1 seharga Rp66,6 miliar, dua unit storage area network (SAN) switch seharga Rp3,49 miliar, enam unit server seharga Rp307,9 juta, dan sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp58,5 miliar.

Anggota Komisi C DPRD DKI Anthony Winza Probowo (kiri) (@anthonywinza)

Ia pun menyarankan BPRD DKI untuk tidak buru-buru menyimpulkan besaran nominal seperangkat komputer yang diajukan. Bahkan Anthony meminta BPRD membandingkan perangkat komputer tersebut dengan perangkat komputer yang digunakan Kementerian Keuangan untuk mengelola data pajak.

"Perbandingan dengan nasional itu bagaimana. Jangan sampai nasional saja enggak pakai alat segini, tapi Jakarta pakai alat yang satu unitnya Rp60 miliar," tutur Anthony.

Ia juga mempertanyakan hasil yang bakal didapatkan Pemprov DKI setelah menggunakan alat tersebut.

Baca Juga

PSI Tolak Formula E, Ketua DPRD DKI Bela Anies

"Kalau sudah beli alat ini, maka bisa jadi nambah berapa PAD (pendapatan asli daerah). Jangan sampai beli alat, tapi enggak tahu buat apa, spesifikasinya enggak tahu apa, output-nya pun bisa jadi berapa," papar dia.

Anggota fraksi PSI itu lalu memberi kesempatan Kepada BPRD DKI Faisal Syafruddin untuk menjelaskan rencana pembelian komputer tersebut. "Tolong dijelaskan, saya enggak berani nuduh dulu," pungkas dia. (Asp)

Kredit : asropihs


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH