Piala Citra Festival Film Indonesia Sempat Berubah-Ubah, Mengapa? Piala Citra FFI. (Wikipedia)

PARA aktor, aktris, dan ekosistem perfilm tanah air menanti cemas pengumuman peraih Piala Citra pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Mereka tentu berharap bisa merengkuh piala bergengsi di ajang tertinggi perfilman dalam negeri.

Penyelenggaran FFI di masa pandemi tersebut, sebab berlangsung tepat di Hari Pahlawan juga lantran Bapak Perfilman Usmar Ismail resmi ditabalkan sebagai Pahlanawan Nasional.

Baca juga:

Cerita di Balik Kelahiran Festival Film Indonesia

“FFI merupakan bagian dari membangun ekosistem film bersama dan membaca peta dinamika film di Indonesia untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan dihadapi film saat ini,” kata Ketua Juri FFI 2021, Garin Nugroho.

Seperti film mengalami perubahan setiap masa, wujud ‘Piala Citra’ pun mengalami hal serupa. Berikut beberapa perubahan piala biasa menjadi 'rebutan' insan perfilman tanah air dari masa ke masa.

1. Piala Citra (1966 – 2007)

FFI 2021
Model Piala Citra rancangan G. Sidharta. (kominfo)

Pemberian Piala Citra kepada pemenang penghargaan dimulai sejak 1966. Bentuk pertama rancangan piala tersebut dipercayai kepada Gregorius Sidharta, pematung asal Yogyakarta. Piala tersebut mengalami berkali-kali modifikasi bentuk, namun belum pernah berubah secara esensi.

Sebelumnya ada beberapa nama diusulkan untuk piala tersebut, antara lain Mayarupa, Kumara, Wijayandaru, Wijacipta, Prabangkara, dan Mpu Kanwa. Namun, pilihan jatuh pada Citra (Tjitra) seusai naskah drama dan film garapan Usmar Ismail.

Piala Citra tersebut memiliki bahan dasar berupa besi tempa dengan sepuhan warna emas di tulisan ‘Citra’, kemudian lapisan luar terdiri dari bahan akrilik menyerupai kaca buatan.

2. Piala Citra (2008 – 2013)

FFI 2021
Piala Citra 2008 dirancang oleh lima sekaligus. (archive.tabloidbintang)

Pada 2008 mulai digunakan ‘Piala Citra’ dalam bentuk baru. Perubahan tersebut dikerjakan lima orang dari berbagai disiplin ilmu tergabung di dalam Badan Perubahan dan Penyusunan Rancangan Piala Citra, di antaranya Heru S Sudjarwo (Jakarta), Yusuf Affendi (Jakarta), Dan Hisman Kartakusumah (Bandung), Indro Sungkowo (Yogyakarta), dan Bambang Nurcahyo (Bandung).

Baca juga:

Usaha Usmar Ismail Menangkap Kekikukan Kehidupan Bekas Pejuang Setelah Kemerdekaan

Piala Citra 2008 memiliki bahan dasar tembaga dengan sepuhan emas plating dikerjakan di pusat kerajinan Desa Cibatu, Sukabumi, Jawa Barat. Rancangan baru ini menjadi simbol dari semangat baru FFI tahun tersebut mengangkat slogan ‘Bangkit menuju citra baru’.

3. Piala Citra (2014 – Saat Ini)

FFI 2021
Piala Citra digunakan sejak 2014 sampai saat ini. (FFI)

Pada penyelenggaraan FFI 2014, Piala Citra kembali diubah menyerupai bentuk awal dari rancangan Gregorius Sidharta. Terdapat perbedaan dilakukan perancangnya, Dolorosa Sinaga.

Anak didik G. Sidharta tersebut memberikan sedikit modifikasi ulang pada rancangan piala di masa awal penyelenggaraan FFI. Perubahan bentuk awal ‘Piala Citra’ ini dianggap sebagai simbol kembalinya penyelenggaraan FFI kepada semangat awal. (far)

Baca Juga:

Karcis Bioskop, Benda Bersejarah Pemicu Nostalgia

Penulis : Febrian Adi Febrian Adi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kue Lapis Legit, Kuliner Negari Aing Pembawa Keberuntungan
Kuliner
Kue Lapis Legit, Kuliner Negari Aing Pembawa Keberuntungan

kue lapis legit juga dikenal dengan nama spekuk.

Cegah COVID-19, 6 Destinasi Wisata Bandung Ditutup
Travel
Cegah COVID-19, 6 Destinasi Wisata Bandung Ditutup

Objek wisata yang ditutup yaitu ...

Ketika Semua Kasta Menyatu dalam Obrolan Santai di Angkringan
Kuliner
Ketika Semua Kasta Menyatu dalam Obrolan Santai di Angkringan

Saat makan di angkringan, jangan heran jika ada yang menyapa atau mengajak ngobrol kita seolah sudah mengenal lama.

Haji Darip, Jagoan dari Tanah Klender
Indonesiaku
Haji Darip, Jagoan dari Tanah Klender

Menggerakkan warga Klender dan sekitarnya melawan tentara Belanda dan sekutu setelah kemerdekaan Indonesia.

3 Tips Mudah Membuat Es Kopi Rumahanmu Jadi Lebih Variatif
Kuliner
Mengembangkan Kafe di Perdesaan
Travel
Mengembangkan Kafe di Perdesaan

Kini jadi bisnis potensial.

Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022
Travel
Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022

Masih perlu waktu bila berharap dari wisatawan mancanegara.

Pemda DIY Larang Wisatawan non Yogja Berwisata
Travel
Pemda DIY Larang Wisatawan non Yogja Berwisata

pelarangan ini mengikuti kebijakan pelarangan mudik dari pemerintah pusat.

Kapal Selam Senior KRI Nanggala-402 Sudah Berbakti Sejak 1981
Indonesiaku
Kapal Selam Senior KRI Nanggala-402 Sudah Berbakti Sejak 1981

Nanggala-402 merupakan kapal selam tipe 209/1300.

Lima Tempat Rekreasi Yogyakarta yang Ramah Anak
Travel
Lima Tempat Rekreasi Yogyakarta yang Ramah Anak

Yogyakarta punya banyak lokasi wisata yang ramah anak.