Perjuangan Jatuh-Bangun Dolanan Keren Mengkreasikan Action Figure Lokal Gundala Action Figure by Dolanan Keren. (Foto Dolanan Keren)

KEENAM inisiator Dolanan Keren sejak awal sadar jika ingin mencari cuan bukan membuat action figure jagoan lokal karena selain pasarnya terlalu kecil juga tak sedikit pengemar merasa karya bikinan rumah produksi dalam negeri kurang bagus kualitasnya.

Bayu Arafat, Rizal Ulum/Lumz Laboratory, Michael Chen/Noxturn11, Dikki Markidiz, KatonTerlihat, dan Yudi MechaShock, justru semakin tertantang membuktikan kedua stigma tersebut. "Pasarnya malah cukup besar ternyata di karakter lokal," kata Bayu Arafat kepada Merahputih.com.

Baca juga:

Tersihir Gundala Putra Petir

Dolanan Keren, lanjut Bayu, sadar jika ingin mengejar pendapatan besar pihaknya bisa saja membuat action figure superhero milik Marvel atau DC cenderung lebih laris, baik di dalam maupun luar negeri. “Kalau mau lebih cuan, kita bisa jual (action figure) Batman, Superman. Kita bikin jagoan-jagoan lebih populer lah. Kasarnya, lebih gampang untuk dijualnya dibandingkan jagoan lokal nan exposure-nya kurang," jelasnya.

Selain action figure jagoan lokal, lanjut Bayu, ingin beroleh Intellectual Property (IP) sebagai satu kesatuan utuh agar ekosistem dunia mainan dan superhero tanah air terus tumbuh. "Jadi bukan cuma ngejar cuan aja, tapi ada kebanggan tersendiri kalau kita bisa ngerjain IP-IP (Intellectual Property) lokal dan jadi pionir di Indonesia," jelas Bayu.

Koleksi Bayu Arafat. (Foto Bayu Arafat)
Koleksi Bayu Arafat. (Foto Bayu Arafat)

Ide membuat Dolanan Keren merupakan inisiatif dari Bayu. Ia berangkat dari hobi mengoleksi mainan sejak 2005, tetapi baru benar-benar giat mengoleksi lagi sejak 2015, kemudian memiliki keinginan mengembangkan ekosistem mainan lokal tanah air dengan mengajak teman lain dengan beragam latar belakang namun sama-sama penggemar action figure.

"Berangkat dari kolektor, 13 lemari, isinya mainan semua. Sampai di satu titik, saya merasa 'kok duit gue habis untuk beli mainan terus ya," tambahnya. Bayu tidak pernah menyesal telah keluar banyak biaya guna mendukung kecintaan terhadap action figure. "Saya merasa nyeselnya malah kalau pas enggak kebeli," sambil tertawa.

Koleksi Bayu Arafat. (Foto Bayu Arafat)
Koleksi Bayu Arafat. (Foto Bayu Arafat)

Akhirnya pada 2018, Bayu menginisiasi Dolanan Keren berangkat dari keresahannya tentang item jagoan lokal ditambah beberapa temannya punya keahlian memproduksi action figure.

"Saya punya teman jago di masing-masing bidang, kan kalau dijahit jadi satu harusnya keren nih, bisa jadi produk, bisa jadi sesuatu," ungkapnya Bayu nan temannya memiliki latar belakang di bidang penjualan, dosen, digital marketing, sculpting, tailoring, dan sebagainya, sehingga lahirlah Dolanan Keren.

Action figure pertama dibuat Dolanan Keren adalah Hideo Kojima, video game designer legendaris asal Jepang. Dolanan Keren mengkreasikan action figure ini dan diberikan kepada Kojima sebagai hadiah ulang tahun pada Agustus 2018 silam.

View this post on Instagram

A post shared by DolananKeren (@dolanankeren)

Bayu dan teman-teman kemudian berpikir Dolanan Keren harus memiliki keunikannya tersendiri. "Value add dan uniqueness-nya apa nih? Akhinya kita memutuskan keunikannya kita fokus garap IP lokal," seru Bayu. Pada pertengahan 2019, Gundala dari BumiLangit menjadi IP lokal resmi pertama Dolanan Keren.

Sembari mencari IP untuk bekerjasama, mereka juga mencari strategi agar tetap berkarya dan eksis di tengah pandemi, salah satunya membuat action figure orang terkenal termasuk Deddy Corbuzier dan Raditya Dika.

Baca juga:

Proses Kreatif Dolanan Keren Membuat Collectible Action Figure Gundala

Mereka senang dengan prosesnya karena menyenangkan dan membanggakan, sehingga terkadang urusan uang bukan menjadi orientasi utamanya.

"Jujur sampai saat ini kita dua tiga tahun itu masih dalam fase bakarin duit. Prototyping masih patungan, based on skill set masing-masing gitu. Jadi sambil berjalan, sambil nanti lihat siapa tau ada investor, lalu kita sudah jauh lebih mature, sudah jadi pionir, dan IP portfolio juga sudah cukup banyak, bukan hanya Bumi Langit doang".

Lagipula, mereka bersepakat membangun action figure berjalan bersamaan dengan pengembangan karakter jagoan lokal, dan sebaliknya. Begitu kira-kira ekosistem terbentuk.

"Kalau bukan kita, siapa lagi?" seolah-olah menjadi motto Dolanan Keren. (SHN)

Baca juga:

7 Action Figure dan Statue Resmi Gundala Kreasi Dolanan Keren

Penulis : annehs annehs
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan
Travel
Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan

pengusaha sangat membutuhkan adanya relaksasi dalam pembayaran iuran.

Sajian Hangat Mi Celor Khas Palembang
Kuliner
Sajian Hangat Mi Celor Khas Palembang

Kaya aroma udang dan telur.

“Forbidden City” dirancang di Ubud, Bali
Travel
“Forbidden City” dirancang di Ubud, Bali

menawarkan wisata budaya yang lebih eksklusif atau lebih terbatas kepada para wisatawan.

3 Resep Bubur Manis Nikmat untuk Berbuka
Kuliner
3 Resep Bubur Manis Nikmat untuk Berbuka

Dari yang berbahan beras, kaacang-kacangan, hingga ubi.

Pergi ke Sumba Timur, Jangan Lupa Mampir ke ‘Surga’ Ini
Travel
Pergi ke Sumba Timur, Jangan Lupa Mampir ke ‘Surga’ Ini

Pastikan datang bersama teman-teman untuk berswafoto.

Jajanan Pasar Negeri Aing yang Bikin Semar Mabuk
Kuliner
Jajanan Pasar Negeri Aing yang Bikin Semar Mabuk

Apa hubungannya punakawan dalam pewayangan dengan jajanan pasar khas Solo, semar mendem? Hubungannya amat filosofis ternyata

5 Surga Tersembunyi Bali di Film ‘A Perfect Fit’
Travel
5 Surga Tersembunyi Bali di Film ‘A Perfect Fit’

A Perfect Fit juga menyuguhkan sisi Bali yang jarang terlihat. berikut surga tersembunyi di Bali yang menjadi latar tempat film A Perfect Fit

Mengajak Barda 'Si Buta' Mandrawata Bicara Empat Mata
Indonesiaku
Mengajak Barda 'Si Buta' Mandrawata Bicara Empat Mata

Apakah dendamnya berhasil terbalas?

Mengembangkan Kafe di Perdesaan
Travel
Mengembangkan Kafe di Perdesaan

Kini jadi bisnis potensial.

Meugang, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Ramadan
Tradisi
Meugang, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Ramadan

Dilakukan juga menjelang Idul Fitri dan Idul Adha