Merawat Ingat
Peristiwa Konflik Taruna dan Mahasiswa, Picu Demonstrasi Besar di Kota Yogyakarta Kampus Universitas Gadjah Mada. (Foto: ugm.ac.id)

TAHUN 1969 Indonesia masih hangat dengan gonjang-ganjing politik akibat Gerakan 30 September 1965. Faktor ekonomi dan stabilitas politik masih menjadi kendala di dalam masyarakat. Dilansir dari laman 123dok bahwa dampak sosiologi yang menyimpan potensi konflik diakibatkan dari latar belakang kondisi perkuliahan dan pengajaran, lalu munculnya tangsi-tangsi militer di kota Yogayakarta, pun dengan sendi-sendi dalam masyarakat

Tanggal 2 Maret 1969 terjadi konflik antara taruna Angkatan Udara (AU) dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Peristiwa berawal dari dua mahasiswa Fakultas Teknik UGM, Suparjana dan Sajono, yang mengolok-olok taruna AU di depan Gedung Senisono Yogyakarta. Identitas kedua taruna yang diolok-olok Sersan Mayor Udara Karbol Senior (SMUKS) Agus Armanto dan Tukiran Toyib. Para taruna AU itu kemudian meminta kartu identitas diri para mahasiswa. Ternyata masih ada kejadian lanjutan, para taruna yang sudah balik ke kamp lalu mendatangi rumah dan mengambil dua mahasiwa.

Kejadian itu sempat diungkap Marsekal Pertama Nanok Soeratno dalam buku Kisah Sejati Prajurit Paskhas yang ditulis Beny Adrian. Nanok yang saat itu taruna tingkat IV menceritakan, dua taruna itu naik becak dengan pasangannya masing-masing menuju gedung Seni Sono untuk menonton pameran bunga. Setelah sampai di sana para taruna hendak membayar becaknya masing-masing, namun ditolak oleh teman perempuannya. Menurut merekalah yang mengajak dua taruna itu dan sudah sewajarnya dua perempuan itu membayari becak. Pada saat bersamaan melintas dua pemuda yang mengejek para taruna dengan berkata, kalau karbol tidak punya uang. Di sinilah terjadi percikan konflik itu.

Baca Juga:

72 Tahun yang Lalu Universitas Indonesia Memulai Perkuliahannya

Nanok mengisahkan saat menemui dua mahasiswa itu ada ada taruna yang menghadiahi bogem mentah karena kesal. Salah seorang taruna lalu menantang dua pemuda duel satu lawan satu agar tak disebut mengeroyok. Tantangan ini ditolak dua pemuda tersebut. Karena tak ada titik temu, Nanok dalam buku itu menyebutkan, dua pemuda itu dipulangkan ke tempat semula.

Berita soal pemukulan ini cepat didengar Gubernur AKABRI bagian Udara (AAU) kala itu Komodor Rusman yang kaget dan marah. Rusman menganggap aksi para karbol ini bukanlah sikap seorang prajurit dan calon perwira. Semua karbol yang terlibat aksi itu dipanggil dan dihukum menjalani pendidikan taruna ke Bandung dan Jakarta dengan pengawasan ketat.

Setelah peristiwa pemukulan itu, organisasi di tingkat fakultas berkoordinasi dengan tingkat universitas dikoordinir DEMA (Dewan Mahasiswa), meminta saran dari dosen-dosen dan menghadap rektor Soeroso H. Prawirohardjo. Kadema Fakultas Teknik juga menghadap Komodor Rusman, pada 14 April 1969. Rusman segera menelepon Rektor UGM Suroso untuk meminta maaf. Dia juga memfasilitasi perdamaian antar kedua pihak. Akhirnya SMUKS Rudi Basri dan SMUKS Agus Armanto dipertemukan dengan kedua pemuda tadi di UGM. Keduanya pun berdamai dan janji tak akan mengulangi perbuatan tercela itu.

yogya
Di depan gedung Senisono awal konflik terjadi. (Foto: starjogja0

Namun, Rusman akhirnya tidak memecat para taruna lain yang terlibat. Karena dianggap lamban merespons situasi. DEMA Fakultas Teknik UGM membuat pernyataan pers yang dimuat di surat kabar-surat kabar Yogyakarta. Pihak AKABRI kemudian mengundang para wartawan surat kabar yang berada di Yogyakarta.

Dari surat kabar Mertju Suar, bertanggal 8 Mei 1969 melansir, DEMA Fakultas Teknik UGM menganggap jawaban Komodor Rusman tidak memuaskan. Akhirnya, mahasiswa UGM yang disokong oleh GMNI dan HMI, berkumpul di Alun-alun pada 10 Mei 1969, tercatat sekitar 15 ribu orang hadir kala itu. Karena negara masih dalam keadaan darurat, maka aksi mahasiswa ini kemudian dibubarkan Komando Resort Militer (Korem) 072 Yogyakarta.

Penyelesaian yang ditempuh oleh para mahasiswa hingga ke tingkat pusat yang mengarahkan untuk melakukan penyelesaian di daerah. Kemudian dilakukan penyelesaian konflik secara kekeluargaan di Gedung Agung. Sayangnya penyelesaian itu mengakibatkan peran DEMA yang dihilangkan dari kampus UGM. (psr)

Baca Juga:

Rayakan Imlek 2017, Warga Solo Pecahkan Rekor Muri Kaligrafi Aksara

Penulis : P Suryo R P Suryo R
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pahami Diri Sendiri agar Resolusi Terpenuhi
Fun
Pahami Diri Sendiri agar Resolusi Terpenuhi

Seharusnya kamu bisa belajar dari pengalaman pada tahun sebelumnya yang telah dilewati.

Sehat Bermodalkan Bawang Putih
Fun
Sehat Bermodalkan Bawang Putih

Manfaat mengonsumsi bawang putih yang sangat kamu butuhkan.

Ekspektasi Sewajarnya saat Kencan Pertama
Fun
Ekspektasi Sewajarnya saat Kencan Pertama

Jangan terlalu berharap tinggi saat kencan pertama.

Tren Wisata Membaik, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat
Fun
Tren Wisata Membaik, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat

Asuransi perjalanan bikin kamu nyaman berwisata.

Marvel dan Bape Kolaborasi untuk Koleksi Sepatu
Fashion
Marvel dan Bape Kolaborasi untuk Koleksi Sepatu

Marvel baru saja merilis dua sepatu hasil kolaborasi mereka dengan Diadora pada Juli.

Sejak Digratiskan, PUBG Malah Untung
Fun
Sejak Digratiskan, PUBG Malah Untung

Mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat dalam rata-rata pengguna aktif bulanan.

BTS Meal hingga Permen Dalgona Jadi Menu Paling Banyak Dibicarakan di 2021
Fun
BTS Meal hingga Permen Dalgona Jadi Menu Paling Banyak Dibicarakan di 2021

BTS Meal hingga permen dalgona sempat bikin warganet penasaran.

Sibuk, Yesaya Abraham dan Aaliyah Massaid Selalu Sempatkan Minum Kopi
ShowBiz
Porsche Indonesia Ajak Anak-anak Berekspresi Lewat Lukisan
Fun
Porsche Indonesia Ajak Anak-anak Berekspresi Lewat Lukisan

Porsche Indonesia mengajak anak-anak untuk mengekspresikan imajinasinya dengan melukis di Porsche Taycan Electric.

5 Tips Networking Buat Si Introvert Mendamaikan Diri
Hiburan & Gaya Hidup
5 Tips Networking Buat Si Introvert Mendamaikan Diri

Orang dengan kepribadian introvert kerap kesulitan untuk berkenalan dan beradaptasi dengan orang baru. Padahal membangun relasi itu penting dan banyak manfaatnya. Maka berikut adalah sejumlah tips sederhana yang bisa dilakukan.