Pengidap Gerd Sebaiknya Hindari Konsumsi 6 Sayuran Ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 07 Agustus 2023
Pengidap Gerd Sebaiknya Hindari Konsumsi 6 Sayuran Ini

Catat sayuran yang harus kamu batasi jika mengidap gerd. (Foto: Unsplash/Randy Fath)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU atau orang terdekatmu memiliki riwayat sakit asam lambung atau gerd? Bagi pengidapnya, ternyata ada beberapa sayuran yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi.

Gerd adalah kondisi melemahnya otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES). Pada pengidap gerd otot ini tidak bisa berfungsi dengan semestinya, sehingga dapat membuat isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Seperti dilansir laman Alodokter, pengidap gerd biasanya akan lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, termasuk sayuran. Perlu kamu tahu, ada sayuran yang menghasilkan gas di usus. Walaupun punya segudang nutrisi, sayuran ini justru bisa memperburuk pengidap asam lambung. Berikut beberapa di antaranya:

Baca juga:

Minuman Sehat Pereda Asam Lambung

Gerd biasanya ditandai dengan nyeri dada. (Foto: Pexels/Towfiqu Barbhuiya)

1. Bawang bombay

Banyak hidangan yang mengandung bawang bombay. Rasa dari bawang bombay pun memang lezat. Sayangnya, pengidap gerd harus mengurangi konsumsi bawang bombay. Karena bawang bombay bisa memicu naiknya asam lambung dan menyebabkan heartburn. Selain itu, bawang bombay juga mengandung fruktosa yang dapat memicu pembentukan gas di dalam usus.

2. Bawang putih

Bawang putih memiliki pH yang asam, sehingga jika kamu mengonsumsi berlebihan dapat meningkatkan keasaman lambung yang akhirnya dapat memicu gerd. Bawang putih tetap boleh kamu konsumsi, tetapi lebih baik jangan konsumsi dengan keadaan mentah dan makan dengan jumlah yang sewajarnya.

3. Kol

Sayuran ini dikenal tinggi serat, tetapi dalam kol terkandung gula rafinosa yang sangat sulit dicerna oleh tubuh. Setelah dicerna, kol akan dipecah oleh bakteri baik, tetapi hasil pemecahannya menghasilkan gas karbon dioksida, hidrogen, dan metana. Berlebihan gas menyebabkan perut kembung dan bisa memperburuk gejala penyakit asam lambung.

Baca juga:

Catat, Buah ini Sebaiknya Dihindari saat Asam Lambung

Meski lezat, ternyata bawang bombay dapat memicu naiknya asam lambung. (Pexels/Ruslan Khmelevsky)

4. Kembang kol

Kurang lebih sama seperti kol, dalam kembang kol juga mengandung gula rafinosa yang menyebabkan perut kembung dan mengandung gas. Diusahakan jika mengonsumsi kembang kol jangan berlebihan, dan lebih baik dicampurkan dengan sayuran yang aman untuk pengidap gerd seperti wortel atau selada.

5. Sawi putih

Beberapa dari kamu mungkin sudah tidak asing kimchi. Namun jika kamu punya riwayat gerd, lebih baik kurangi konsumsinya. Karena kandungan dalam sawi putih sama dengan kol, yaitu mengandung gula rafinosa yang dapat membuat perut kamu kembung.

6. Brokoli

Brokoli merupakan sayuran yang memiliki segudang nutrisi yang baik untuk tubuh. Namun, hati-hati untuk pengidap gerd. Sayuran hijau ini juga masuk dalam yang sebaiknya dibatasi, hal ini karena kandungan gula rafinosa dalam brokoli memicu perut kembung. (zvw)

Baca juga:

Kebiasaan Baik Cegah GERD

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan