Penemuan Dua Sosok Manusia, Ungkap Aliran Kedua Piroklastik Pemusnah Peradaban Pompeii Dua sosok penghuni vila di daerah Civita Giuliana. (Foto; pomepeiisite.org)

TIM ekskavasi pimpinan Luana Taniolo di Civita Giuliana, sekitar 700 meter barat laut Pompeii Kuno, Italia, berhasil menemukan dua tubuh korban letusan hebat Gunung Vesuvius pada 2.000 tahun silam.

Baca juga: Fosil Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Inggris

Penggalian dilakukan di sebuah vila sejak 2017. Pada penggalian pertama ditemukan tiga kerangka kuda di luar ruang utama vila. Penggalian lantas dilanjutkan ke Cryptoporticus, berupa lorong di bawah vila menuju ke lantai atas.

Ruangan selebar 2,2 meter tersebut memiliki lantai kayu, ditunjukkan dengan adanya enam lubang pada dinding penampung balok penyangga galeri, nan hancur akibat runtuhnya bagian tertinggi dari pasangan bata. Di bagian bawah lantai ditemukan lapisan tebal terbentuk dari rangkaian arus piroklastik khas dari letusan tahun 79 M.

Pompeii
Dua sosok korban aliran piroklastik di Pompeii. Foto; pompeiisite.org

Di dalam lapisan abu mengeras tersebut lantas ditemukan dua sosok manusia terbujur kaku. "Keduanya meninggal mendadak selama aliran Piroklastik kedua, nan melanda Pompeii dan daerah sekitarnya pada dini hari tanggal 25 Oktober 79 M," tulis Civita Giuliana pada keterangan persnya.

Aliran kedua didahului masa tenang singkat sekira setengah jam. Di saat orang-orang sedang berusaha melakukan pelbagai upaya penyelamatan, mendadak datang aliran abu sangat cepat dan deras.

Hasil enelitian mengungkapkan korban pertama, dengan posisi kepala miring, dan gigi serta tengkoraknya terlihat, merupakan seorang pria muda, berusia antara 18 dan 23/25 tahun, dengan tinggi sekitar 156 cm.

Pompeii
Arkeolog sedang memeriksa lubang di galian vila daerah Civita Giuliana. (Foto; pompeiisite.org)

Terdapat serangkaian penekanan tulang belakang tidak biasa pada pria muda seusianya. Hal itu menunjukkan pria muda tersebut telah melakukan pekerjaan manual berat atau budak.

Ia mengenakan tunik pendek, bahkan jejak gordennya terlihat jelas di bagian bawah perut, dengan lipatan dan bekas kain tebal, dengan konsistensi khusus menunjukkan bahan terbuat dari serat wol. Beberapa fragmen plester putih ditemukan di samping wajah, dan fragmen lapisan persiapan dinding ruangan ditemukan di samping kaki.

Baca juga :Rekonstruksi Ilmuwan Pecahkan Misteri Spinosaurus, Dinosaurus Perenang Pertama

Korban kedua ditemukan pada posisi kepala menghadap ke bawah dengan lengan dilipat dengan tangan di dada, sementara kaki direntangkan dengan lutut ditekuk.

Tinggi badan korban, terutama di daerah dada, sekali lagi menunjukkan seorang laki-laki, meskipun lebih tua dari korban pertama. Ia berusia antara 30 dan 40 tahun dengan tinggi sekitar 162 cm.

Pompeii
Lorong bawah tanah vila di Civita Giuliana. (Foto; pompeiisite.org)

Ia mengenakan pakaian lebih rumit; tunik dan mantel. Di bawah leher dan dekat dengan tulang dada, terbentuk lipatan jelas dan berat mantel wol. Berkemungkinan korban kedua berstatus bangsawan.

Penemuan dua korban tersebut menambah data baru tentang ragam kehidupan masa lalu Pompeii. “Sumber pengetahuan luar biasa bagi kami,” kata Massimo Osanna, Direktur Taman Arkeologi Pompeii, dalam siaran video dikeluarkan Kementerian Kebudayaan Italia."Penemuan menyentuh tentang dampak emosional besar".

Pompeii
Penggunaan teknologi dalam ekskavasi di vila daerah Civita Giuliana. (Foto; pompeiisite.org)

Pompeii, 23 kilometer (14 mil) tenggara Napoli, menjadi rumah bagi sekitar 13.000 orang, sebelum letusan hebat menguburnya di bawah abu, kerikil batu apung dan debu, lantas membekukannya. Peradaban Pompei terkubur sampai abad 16.

Pada 1748, kehidupan Pompeii perlahan tersingkap setelah Raja Charles III dari Bourbon menugaskan penggalian resmi situs tersebut. Sejak itu, sebagian besar kota kuno telah digali, memberi para arkeolog dan sejarawan banyak informasi tentang bagaimana penghuni Pompeii hidup, mulai dari dekorasi rumah hingga makanan dan peralatan sehari-hari. (*)

Baca juga: Menerka Rasa Daging Dinosaurus

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketika Sneakerhead Berburu Sepatu di E-commerce
Fun
Ketika Sneakerhead Berburu Sepatu di E-commerce

Berburu sneakers kece kini bisa dari rumah.

Ini Alasan 24 Agustus Dideklarasikan Jadi Kobe Bryant Day
ShowBiz
Ini Alasan 24 Agustus Dideklarasikan Jadi Kobe Bryant Day

Sebagai penghormatan untuk Kobe Bryant.

Langkah Sederhana untuk Tubuh Ramping
Fun
Langkah Sederhana untuk Tubuh Ramping

Lupakan diet mati-matian.

Kapasitas Game Fortnite di PC Dipangkas Jadi Kurang dari 30GB
Fun
Kapasitas Game Fortnite di PC Dipangkas Jadi Kurang dari 30GB

Penyimpanan game Fortnite di PC tidak lagi mencapai 90GB.

4 Cara Membuat Resepsi Pernikahan Outdoor-Mu Semakin Aesthetic
Fun
4 Cara Membuat Resepsi Pernikahan Outdoor-Mu Semakin Aesthetic

Jadikan pengalaman sekali seumur hidup ini berkesan

Ditemukan di Google Maps, Instalasi Seni Menyeramkan Ini Gegerkan Jagat Maya
Fun
Ditemukan di Google Maps, Instalasi Seni Menyeramkan Ini Gegerkan Jagat Maya

Ditemukan di Google Maps, Instalasi Seni Menyeramkan Ini Gegerkan Jagat Maya

Cara Samsung Tetap Kokoh di Tengah Dampak Virus Corona
Fun
Cara Samsung Tetap Kokoh di Tengah Dampak Virus Corona

Cara Samsung Tetap Kokoh Ditengah Dampak Virus Corona

3 Tips Paling Ampuh Untuk Mengatasi Kantung Mata yang Kehitaman
Fun
3 Tips Paling Ampuh Untuk Mengatasi Kantung Mata yang Kehitaman

Tips ampuh untuk menyingkirkan mata panda.

Durasi Live Instagram akan Diperpanjang Hingga 4 Jam
Fun
Durasi Live Instagram akan Diperpanjang Hingga 4 Jam

Media sosial berbasis foto dan video itu baru saja meningkatkan batas waktu live dari satu menjadi empat jam.

Dancing Pallbearers, Budaya Ghana Mengangkat Peti Mati Viral di Media Sosial
Fun
Dancing Pallbearers, Budaya Ghana Mengangkat Peti Mati Viral di Media Sosial

Uniknya, mereka menggunakan seragam tertentu layaknya pekerja profesional