Penelitian: Menulis dapat Tingkatkan Koneksi Kognitif

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Februari 2024
Penelitian: Menulis dapat Tingkatkan Koneksi Kognitif

Menulis dengan tangan dikaitkan dengan koneksi kognitif seseorang. (Foto: Pixabay/startupstockphotos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penelitian menemukan bahwa menulis tangan dapat meningkatkan koneksi kognitif.

Ribuan orang kini berbicara pada perangkat pintar untuk membuat daftar belanjaan. Siswa lebih cenderung mengetik catatan di kelas melalui perangkat pintar daripada menuliskannya, serta masyarakat sering mengetik atau mendikte pengingat kalender ke ponsel pintarnya daripada menulisnya di kalender dinding.

Singkatnya, orang di seluruh dunia dan dalam berbagai pengaturan utamanya menggunakan perangkat digital untuk mencatat hal-hal yang ingin diingat.

Ternyata, hal itu mungkin bukan hal yang baik. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa menulis tangan dapat merangsang koneksi otak yang berbeda dan lebih kompleks dalam pengkodean informasi baru dan membentuk ingatan.

Baca juga:

Menulis Tangan Memberikan Manfaat Kesehatan, Nomor 4 Bikin Takjub

Dikutip dari Psychology Today, Kamis (9/2), studi terbaru yang mendukung gagasan ini dipublikasikan pada Januari 2024 dalam jurnal Frontiers in Psychology. Para peneliti di Norwegia meminta mahasiswa universitas untuk menulis kata-kata individu menggunakan pena digital di layar sentuh atau menggunakan satu jari untuk mengetik sambil mengukur aktivitas di otak mereka menggunakan elektroensefalogram (EEG) berkepadatan tinggi.

Mereka menemukan bahwa pola konektivitas otak jauh lebih rumit dan luas bagi peserta yang menulis dengan tangan dibandingkan dengan mereka yang mengetik. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan tangan yang terkontrol dengan tepat yang terjadi saat menulis menyebabkan pola spasial dan temporal di otak yang mempromosikan pembelajaran.

Studi ini menambahkan kepada sejumlah besar penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa menulis tangan mengaktifkan otak dengan cara yang bentuk mencatat informasi lainnya tidak.

Sebuah tinjauan sistematis pada 2022 yang dilakukan oleh seorang mahasiswa doktor di Universitas Louisville menggabungkan data dari 33 studi untuk mengevaluasi apakah mencatat dengan tangan versus mengetik memengaruhi bagaimana siswa berprestasi pada tes.

Tinjauan tersebut menemukan bahwa siswa yang membuat catatan tangan mencapai skor yang jauh lebih tinggi pada kuis tentang materi tersebut dibandingkan dengan siswa yang mengetik catatan. Namun, tidak harus menjadi siswa untuk mendapatkan manfaat dari menulis tangan.

Baca juga:

Menulis dengan Tangan Penting untuk Meningkatkan Pembelajaran

Sebuah studi di 2021, peneliti Jepang menemukan bahwa peserta yang mencatat informasi acara kalender pada kalender kertas menunjukkan aktivitas otak yang lebih tinggi daripada subjek yang mencatat informasi yang sama ke dalam ponsel pintar ketika mereka mencoba mengingat detail tentang informasi tersebut nanti.

Selain itu, peserta yang menulis di kalender mereka mengingat informasi 25 persen lebih cepat daripada mereka yang mengetikkannya ke dalam ponsel pintar.

Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menulis tangan penting dalam perkembangan otak anak-anak. Studi ini meminta anak-anak pra-literal berusia lima tahun untuk menulis, mengetik, dan melacak huruf saat menjalani pemindaian MRI fungsional.

Siswa yang menulis dengan tangan adalah satu-satunya yang menunjukkan aktivitas otak dalam sirkuit otak yang digunakan dalam pembelajaran membaca. (*)

Baca juga:

Penelitian: Ekstrak Kakao Bisa Tingkatkan Daya Ingat Lansia

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan