Pencinta Fotografi Harus Tahu Bedanya Format JPEG, GIF, PNG, dan RAW Setiap file memiliki fungsi dan kebutuhan yang berbeda-beda. (Foto: Digital Trends)

KAMU pencinta foto atau seorang desainer grafis? Mungkin tidak asing lagi dengan istilah format file JPEG, GIF, PNG, dan RAW. Ya, jenis format tersebut memang sering digunakan untuk menyimpan gambar. Namun, masih ada banyak lagi format gambar yang digunakan. Setiap format file tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda, semua tergantung kebutuhan seseorang.

Baca juga:

Simak! Teknik Dasar Fotografi untuk Pelancong



Istilah-istilah tersebut memang sering kita dengar. Namun, tahukah kamu perbedaan dari keempat format file tersebut? Dirangkum dari beberapa sumber, simak perbedaan antara JPEG, GIF, PNG, dan RAW.

1. JPEG

Pencinta Fotografi Harus Tahu Bedanya Format JPEG, GIF, PNG, dan RAW
Salah satu contoh kompresi file ke JPEG. (Foto: Researchgate)

JPEG merupakan singkatan dari Joint Photographics Expert Group yang mulai dikembangkan pada 1986 dan dijadikan sebagai standar untuk para fotografer profesional. Salah satu keunggulan JPEG adalah memiliki tingkat kompresi tinggi dengan cara mengurangi bagian-bagian dari gambar untuk memblok pixel dalam gambar tersebut.

Meskipun skema kompresi dengan format JPEG dianggap mudah, sayangnya format ini bersifat lossy compression scheme. Artinya, semakin tinggi tingkat kompresi yang dipilih, maka semakin banyak juga kualitas gambar yang harus dikorbankan. JPEG juga sudah dijadikan standar untuk pengambilan gambar di internet karena bisa dikompresi hingga ukuran kecil.

File JPEG juga cocok digunakan untuk gambar yang memiliki banyak warna, seperti foto makanan, pemandangan, dan lain sebagainya. JPEG juga dijadikan standar untuk kamera digital dan kamera gawai. Dalam proses editing, mungkin format JPEG akan sulit diolah karena tidak fleksibel. Perlu diingat, JPEG juga tidak mendukung transparasi.

2. GIF

Pencinta Fotografi Harus Tahu Bedanya Format JPEG, GIF, PNG, dan RAW
GIF mendukung animasi atau gambar yang bergerak. (Foto: Gyfcat)

GIF adalah singkatan dari Graphics Interchange Format yang diperkenalkan oleh CompuServe pada 1987 dan dipakai secara luas. Ukuran file GIF biasanya kecil sehingga ketika diunggah tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

Seperti yang kita ketahui, GIF adalah format yang mendukung animasi atau gambar bergerak. Saat ini, GIF menjadi pilihan utama dalam menyimpan gambar animasi sederhana. Selain mendukung transparasi gambar, GIF juga mendukung 256 warna RGB sehingga menghasilkan warna yang cukup baik.

Sayangnya, GIF tidak cocok digunakan untuk format fotografi karena mempunyai resolusi yang rendah dibandingkan dengan JPG. Hal ini tentu menjadi masalah untuk di dunia fotografi saat ini.

GIF menggunakan metode Lossless Compression, yang artinya kompresi yang tidak mengurangi kualitas pada gambar, namun dapat memperkecil besarnya jumlah file. Jadi, tidak ada penghilangan data pada saat dilakukan kompresi.

Baca juga:

Pengalaman Membuat Kamu Jadi Pintar Fotografi

3. PNG

Pencinta Fotografi Harus Tahu Bedanya Format JPEG, GIF, PNG, dan RAW
Format PNG mendukung transparansi sebuah gambar. (Foto: Pixabay/Lumapoche)

PNG merupakan singkatan dari Portable Network Graphic yang dikembangkan pada 1995 silam. Seperti yang sudah kita ketahui, format PNG mampu menyimpan gambar yang memiliki transparansi dan biasanya digunakan sebagai background.

Karena kelebihannya ini, PNG menjadi format file yang sangat baik untuk grafis. PNG juga masukke kelas 24-bit karena sifat transparansinya yang tidak pecah. Kelebihan file PNG adalah adanya warna transparan dan alpha.

Warna alpha memungkinkan sebuah gambar transparan, tetapi gambar tersebut masih dapat dilihat mata seperti samar-samar atau bening. File PNG juga sangat cocok jika kamu ingin membuat sebuah logo atau menyimpan gambar. Sebab, PNG memiliki ukuran file yang besar dari JPEG ataupun GIF.

4. RAW

Pencinta Fotografi Harus Tahu Bedanya Format JPEG, GIF, PNG, dan RAW
RAW memiliki ukuran file yang besar dan hasil gambar yang tajam. (Foto: Lynda)

RAW bukanlah sebuah singkatan, melainkan kata dari bahas inggris yang artinya mentah. Dengan kata lain, file RAW berasal langsung dari sensor digital yang tidak disentuh oleh software apapun. File mentah tersebut dinamai RAW karena memanng belum diproses sama sekali dan tidak siap untuk dicetak atau diedit dengan editor.

Format ini biasanya digunakan oleh para fotografer untuk mendapatkan kualitas foto yang maksimal dibandingkan format JPG. Ketika proses editing, hasil foto dengan format RAW akan sangat mudah dilakukan dan optimal. Seperti mengatur kontras, eksposur, detail, saturasi, dan lain sebagainya.

Ukuran filenya pun sangat besar tergantung sensor dari kamera. Semakin bagus sensornya, maka akan semakin tinggi pula untuk ukuran satu gambar. (And)

Baca juga:

Patut Dicoba, Hasilkan Gambar Menarik dengan 3 Teknik Fotografi Ini


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH