Pemuda Taekwondoin Maluku Berjuang di PON XX Papua 2021 Pertandingan PON XX Papua 2021. (sumber: tangkapan layar)

STANISLAUS (23 tahun) mewakili daerah Maluku di Pekan Olahraga Nasional (PON XX Papua 2020) cabang olahraga bela diri Taekwondo. Ia satu-satunya perwakilan taekwondoin dari Maluku.

Pada September 2019, Stanis bersama dengan tim Maluku berjuang bersama di ajang penyisihan Pra PON yang diselenggarakan di Gor Benteng Taruna, Tangerang, Banten.

Baca Juga:

Pemuda ARMY Negeri Aing Jadi Jagoan Ngoleksi 'Kertas Ganteng'

Dalam babak kualifikasi itu, hanya Stanis yang berhasil mendapatkan tiket untuk melanjutkan perjuangannya ke PON XX Papua 2021. "Tahap untuk sampai di PON, kita melewati Pra PON dulu. Jadi, ada babak kualifikasinya. Kalau kita masuk ke delapan besar, nah baru kita lolos dapatkan tiketnya," ujar Stanis kepada merahputih.com.

Perasaan Stanislaus campur aduk setelah dipastikan mewakili Maluku di PON. Ia senang, namun, ia juga merasakan kesedihan karena ajang ini diselenggarakan di masa pandemi yang semuanya serba sulit. Ini juga menjadi pertandingan PON perdananya, meski pada 2016 silam ia masuk kualifikasi PON, tapi tidak dapat melanjutkan karena usianya yang tidak mencukupi.

Pra PON pada September 2019. (Foto: Instagram/@stanisvaers54)

Dalam mempersiapkan pertandingannya di awal Oktober 2021 ini, Stanis mengatakan sudah banyak hal yang dipersiapkan, namun terbatas. Tetapi, mengingat jarak antara Pra PON dan PON yang lama, Stanis menyatakan persiapannya sudah cukup matang.

Stanis juga mengatakan proses latihan selama masa pandemi ini cukup terganggu, lantaran bertepatan dengan PSBB dan PPKM. Sehingga, ia menjadi sulit untuk menjalankan aktivitas untuk memperkuat ketahanan fisik seperti berlari dan membentuk otot di gym.

Saat itu ia sedang berada di tempat tinggalnya, Tangerang. Namun, saat ia terbang ke Ambon, ia bisa mulai berlatih lagi. "Untungnya, karena di Ambon sepi jadi bisa lari. Terus untuk latihannya, kita ada GOR sendiri, jadi kita masih dibilang enak," ujar Stanis.

Latihan sebelum dan sesudah pandemi sangat jauh berbeda. Sebelum pandemi ia bisa berlatih 3-4 kali, sementara di masa pandemi intensitas latihan berkurang hanya dua kali saja.

Sempat vakum saat pandemi, tak ada cara khusus yang dilakukan untuk Stanis meningkatkan staminanya ketika berlatih kembali. Namun, di tengah pandemi ia tetap menjaga staminanya dengan rutin jogging dan olahraga beban (body weight).

Baca Juga:

Pemuda Tangguh: Berani Beli Rumah Meskipun Sempat Diremehkan Bank

Dalam pertandingan Taekwondo, berat badan menjadi suatu hal yang khusus bagi para atletnya. Pada pertandingan PON ini, Stanis bertanding di kategori Putra U-58kg (kelas Fly). Di masa pandemi, mungkin kesulitan yang dialami beberapa atlet adalah mempertahankan beratnya, ataupun mengurangi beratnya. Namun, berbeda dengan Stanis yang berusaha untuk menaikkan berat badannya.

"Untuk kesulitan gak ada, cuman harus naikin berat badan, karena under banget. Nah, jadi harus makan banyak banget. Apalagi kalau pas latihan turun lagi," ujarnya.

Stanislaus perwakilan Taekwondo Maluku. (Foto: Instagram/stanisvaers54)

Menjadi atlet tidaklah mudah, dan berisiko. Cedera adalah hal yang tak bisa diabaikan oleh seorang atlet. Selama menjadi atlet, Stanis pernah mengalami cedera lutut yang cukup serius dan hampir tidak bisa digerakkan lagi. Tetapi karena menjalani terapi, perlahan kondisi lututnya membaik.

Saat ini, Stanis masih berstatus mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta, Jurusan Kepelatihan Olahraga. Ia mengatakan kegiatan pembelajaran daring selama pandemi cukup membantunya untuk mengatur waktu antara kuliah dan latihannya.

"Sekarang karena pandemi ini kan online, jadi sebenarnya lebih enak, pas latihan bisa izin dulu untuk latihan. Jadi, karena pandemi ini jadi lebih untung sih," ujarnya.

Dalam perjalanannya menjadi seorang atlet, Stanis tak lepas dari dukungan orang tua, saudara-saudaranya, dan orang-orang di sekitarnya.

Stanislaus dalam PON XX Papua 2021 sayangnya tidak berhasil meraih medali. Ia kalah dalam pertandingan melawan perwakilan Jawa Barat, Hendro Gunawan dengan skor akhir 38-18. Meski begitu, Stanislaus tetap membuktikan dirinya jagoan karena meski sendirian, ia berhasil membawa nama Maluku di ajang pesta olahraga paling bergengsi di Indonesia ini. (cil)

Baca Juga:

Pemuda Negeri Aing Penuh Perjuangan untuk Keluar dari Hubungan Toxic

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Florona, Kolaborasi Influenza dan Corona Menginfeksi Tubuh
Fun
Florona, Kolaborasi Influenza dan Corona Menginfeksi Tubuh

Florona, virus influenza dan corona menginfeksi tubuh bersamaan.

‘Baby Shark’ Tembus 10 Miliar Penayangan di Youtube
ShowBiz
‘Baby Shark’ Tembus 10 Miliar Penayangan di Youtube

Video Baby Shark mengalahkan Despacito.

Jangan Terlalu Keras Mendidik Anak
Fun
Jangan Terlalu Keras Mendidik Anak

Mendidik anak sewajarnya saja.

Seorang Pria Mendapat 10 kali Suntikan Vaksin COVID-19 dalam Sehari
Fun
Seorang Pria Mendapat 10 kali Suntikan Vaksin COVID-19 dalam Sehari

Para pakar mengatakan tak ada bahaya yang menyertainya.

LPDDR5X, RAM Super Cepat yang Dibangun untuk AI, 5G dan Metaverse
Fun
LPDDR5X, RAM Super Cepat yang Dibangun untuk AI, 5G dan Metaverse

Digadang-gadang memiliki kecepatan yang lebih baik ketimbang generasi sebelumnya.

Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik
Fashion
Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik

Sampah botol plastik yang digunakan masih diimpor dari Taiwan.

Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan
Fun
Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan

Buah jeruk dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi.

Samsung Luncurkan Ponsel Pintar Entry-Level Baru
Fun
Samsung Luncurkan Ponsel Pintar Entry-Level Baru

Samsung memberikan nama ponsel ini Galaxy M13

Ramaikan Juni dengan Sederet Film Drama yang Mengaduk Emosi
ShowBiz
Ramaikan Juni dengan Sederet Film Drama yang Mengaduk Emosi

Viu hadirkan drama yang cocok untuk menemani Junimu.

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Bersemi Kembali
ShowBiz
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Bersemi Kembali

Mengusung tema "Blossom" atau bersemi, festival ini diharapkan mampu merawat energi, keingintahuan, dan kreativitas.